Matius 21

Matius 21:19
Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

Dari ayat ini saya belajar bagaimana pohon ara yang kelihatannya udah masuk musim buah, tapi Tuhan temukan tidak berbuah sama sekali, Tuhan buat pohon ara itu jadi kering.

Matius 21:31-32
Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

Trus yang kedua tentang anak yang melakukan kehendak bapanya, dimana anak bungsunyalah yang melakukannya. Ia yang melakukan kehendak bapanya karena meskipun diawalnya tidak mau, kemudian muncul rasa penyesalan dan jadi kemudian berangkat mengerjakan kebun anggur ayahnya.

Dari kedua bagian ayat ini saya diingatkan kembali akan panggilan saya sebagai seorang murid Tuhan :

  1. Untuk jadi hamba Tuhan, bukan hanya pendeta saja, tapi saya pun punya tanggung jawab untuk mengajarkan/menginjili orang lain tentang Tuhan. Dari situlah Tuhan bisa melihat buah yang saya hasilkan dan bisa memetik dan tetap memlihara pohon hidup saya.
  2. Pertobatan setiap saat, karena bukan lagi masalah siapa yang punya hak sulung maupun yang bungsu, tapi apakah saya bisa menyesali sikap membangkang saya kepada Tuhan dan berbalik menyangkal diri untuk mengusahakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan.

Ibrani 5:12-14

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Palopo, 22-05-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *