Yeremia 5

Yeremia 5:9-10
Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? Naiklah ke kebun anggurnya yang bertangga-tangga, rusakkanlah, tetapi jangan membuatnya habis lenyap. Buanglah carang-carang pokok anggurnya, sebab semuanya itu bukan kepunyaan TUHAN!

Wow, kali ini saya bisa tau satu sifat Tuhan lagi yaitu bahwa ternyata Tuhan itu pendendam. Apa yang buat Tuhan mendendam? Karena mereka tidak setia dan meninggalkan Tuhan dengan bersumpah pada allah lain setelah dikenyangkan oleh berkat dari Tuhan.
Skrng siapa allah saya yang bisa buat Tuhan mendendam kepada saya? Mammon kah!
Apakah saat ini saya mulai melihat bahwa uanglah yang jadi jaminan buat saya tetap hidup atau yg bisa buat hidup saya aman di masa depan! Atau krn memiliki Tuhan di sisi saya!
Apakah saat ini saya mulai melihat bahwa kondisi yang menentukan bahagia saya!
Atau krn memiliki Tuhan disisi saya!
Jika bukan Tuhan maka saya adalah carang-carang/ranting yang bukan kepunyaan Tuhan yang akan dibuangNyašŸ˜Ø

Yeremia 5:12-14
Mereka memungkiri TUHAN dan berkata: “Dia tidak berbuat apa-apa! Malapetaka tidak akan menimpa kita, perang dan kelaparan tidak akan kita alami. Para nabi akan menjadi angin, firman TUHAN tidak ada pada mereka.” Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam: “Oleh karena mereka berkata seperti itu, maka beginilah akan terjadi kepada mereka: Sesungguhnya Aku akan membuat perkataan-perkataan-Ku menjadi api di dalam mulutmu, dan bangsa ini menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka.

Wow bisa yah mereka memungkiri murka Tuhan. Kok bisa? Karena mereka tidak bisa mengenal Tuhan dengan seutuhnya, mereka hanya mengenal Tuhan itu mengasihi mereka sehingga tidak mungkin Tuhan mendatangkan malapetaka buat mereka.
Bagaimana dengan saya! Apakah saya juga mulai berpikiran gitu! Mulai berpikir klu Tuhan itu maha pengasih sehingga saya bisa bebas lakuin apa aja dan tidak perlu takut pada sisi malapetaka yang bisa Tuhan lakukan dalam hidup saya.

Tidak. Di sini saya diingatkan lagi klu Tuhan sangat bisa mengijinkan hal buruk terjadi dalam hidup saya jika hidup saya tidak mau berubah sesuai Firman Tuhan dan menganggap Firman Tuhan itu biasa aja dalam hidup saya.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Untuk menempatkan hati dan prioritas saya lebih dalam lagi kepada Tuhan, bukan kepada mammon apalagi yang lain, karena hari ini saya tau bahwa hal itu bisa memicu Tuhan mendendam pda saya, dan saat Tuhan dendam, Ia bisa dengan mudahnya membuang saya dr sisiNya.
  2. Untuk punya rasa respect dan takut yang benar kepada Tuhan, tidak menyepelekan setiap teguran baik dr Firman maupun orang lain yang Tuhan pakai buat bantu saya. Apalagi sampai saya bisa memungkiri dan dikelabui oleh keadaan saya saat ini buat bilang bahwa semuanya baik-baik aja kok tanpa perlu saya berubah.
  3. Mengenal kasih karunia itu sesuai yang seharusnya bukan sesuatu yang murahan yang bisa saya dapatkan begitu saja tanpa perlu saya lakukan pertobatan saya terlebih dahulu.

Palopo, 05-06-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *