Yeremia 6

Yeremia 6:8
Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!”

Penghajaran, dihajar sama Tuhan bukan berarti Tuhan membenci saya, justru ini pertanda baik karena ketika saya masih dihajar sama Tuhan, artinya Tuhan masih mengasihi saya dan masih berjuang buat mengembalikan saya ke dekatNya, krn itulah satu2nya cara agar saya yang tidak kudus ini bisa tetap bersama dengan Dia yang kudus.
Sama kyk papa saya yang menghajar saya dengan sapu ijuk saat saya bandel, itu bukan karena papa saya membenci saya, tapi krn ia sayang sama saya dan berharap dengan itu saya tidak lagi bandel dan membahayakan diri saya.

Yeremia 6:14
Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

Sekali lagi saya diingatkan untuk jangan menganggap dosa itu sebagai suatu hal yang ringan karena jika itu dosa maka tidak butuh banyak dosa yang bisa buat saya terpisah dari Tuhan, satu saja sudah cukup memblock saya dari setiap janji Tuhan krn tangannya yg kudus tidak bisa menyentuh saya yg tidak kudus ini.

Yeremia 6:19-20
Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan-rancangan mereka, sebab mereka tidak memperhatikan perkataan-perkataan-Ku dan menolak pengajaran-Ku. Apakah gunanya bagi-Ku kamu bawa kemenyan dari Syeba dan tebu yang baik dari negeri yang jauh? Aku tidak berkenan kepada korban-korban bakaranmu dan korban-korban sembelihanmu tidak menyenangkan hati-Ku.

Dari saat teduh saya hr ini saya belajar :

  1. Menerima didikan dari Tuhan dengan hati yang bersyukur dan minta kekuatan dari Tuhan untuk bisa melaluinya karena saat hal itu datang adalah isyarat klu Tuhan masih belum menyerah akan hidup saya, masih mengasihi saya, menginginkan saya jadi lebih baik lagi, lebih kudus lagi.
  2. Menyelidiki hidup saya dengan lebih teliti lagi, jangan sampai mulai ada dosa yang saya anggap ringan sehingga tidak perlu segera saya bereskan yang malah jadi batu sandungan buat saya dan membahayakan hidup saya dihadapan Tuhan yg kudus.
  3. Tidak mengandalkan rancangan saya sendiri, tapi mau cari tahu rancangan Tuhan yang ada dalam FirmanNya dan benar-benar percaya akan itu, dan juga punya sikap hati dan tindakan yang mau dibentuk dan berubah oleh setiap pengajaran yang saya temukan di dalamnya.

Palopo, 06-06-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *