Yeremia 13

Yeremia 13:4&7
“Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!”….Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.

Jangankan ikat pinggang, rumah yang tidak ditinggali sama pemiliknya pasti akan lebih cepat rusak dari pada yang ditinggali, dan ketika tidak ditinggali maka bukan rumah namanya. Begitulah relasi yang Tuhan mau agar bangsa Israel dan saya bangun hari ini. Relasi seorang yang bergantung pada Tuhan.

Yeremia 13:15-16
Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman. Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

Tuhan emang sabar banget melihat bagaimana manusia termasuk saya, setiap Firman yang datang itulah buktinya, semuanya berisi peringatan buat saya agar tidak tinggi hati dan tersandung krn itu. Apa yang saya lakukan akan berakibat kepada diri saya sendiri, dan karena Tuhan mengasihi saya makanya Ia terus memperingatkan saya agar saya tidak terluka krn perbuatan dan sikap saya yg bodoh itu.

Yeremia 13:23
Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Ala bisa karna terbiasa, jangan nggak bisa karena nggak mau mulai membiasakan.
Sama halnya kyk pola bangun siang selama masa pandemi akan buat saya susah mengembalikan kebiasaan bangun seperti semula saat kondisi normal. Makanya saya harus cut dan mulai membiasakan jadwal tidur dan bangun yang normal lg secepatnya.

Dari Firman Tuhan ini saya;

  1. Tidak mau terpisah dari Tuhan seperti halnya ikat pinggang yang tadi menjadi lapuk dan tak berguna, saya mau terus melekat sama Tuhan karena hanya di dalam Tuhanlah hidup saya bisa berubah dan jadi akan terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan baik.
  2. Mau melawan dan jijik terhadap dosa kesombongan saya yang bisa membuat Tuhan murka atas saya karena apa yang saya miliki semuanya hanya talenta yang Ia percayakan untuk saya pertanggungjawabkan kembali.
  3. Membiasakan perbuatan benar dan baik bukan sebaliknya, karena Tuhan merancang saya untuk terbiasa melakukan apa yang sering saya lakukan.

Palopo, 13-06-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.