Yeremia 20

Yeremia 20:7-8
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.

Nggak kebayang yah posisi Yeremia segimana kacaunya, hatinya pasti dilingkupi banyak ketakutan. Bagaimana tidak, Tuhan memintanya untuk berdiri di depan pintu gerbang/ di depan banyak orang untuk menyerukan perkataan-perkataan firman Tuhan yang isinya mengenai malapetaka/hal buruk yang akan Tuhan turunkan atas mereka-mereka yang ada didepan Yeremia.

Nggak kebayang ngerinya klu sya harus berdiri di depan orang banyak trus bilang kesemua orang itu klu Tuhan akan membuat mereka celaka. Hal pertama yg saya akan alami adalah saya bisa dibilang gila, yg kedua, sy bisa dipolisikan krn melakukan perbuatan tidak menyenangkan di depan publik.

Wajarlah klu Yeremia bisa bilang mending ia nggak usah dilahirkan, kandungan ibunya menjadi kuburannya, klu toh ujung2nya ia skrng berada dikondisi pergolakan seperti ini.
Yah meskipun tangan Tuhan selalu menolongnya, ia tetap bs merasakan bagaimana berjuang sendiri itu benar-benar mengerikan, bahkan sahabat karibnya sekalipun menanti2kan kejatuhannya/kegagalannya.

Yeremia 20:12
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Tapi satu hal yang luar biasa dari diri Yeremia ini, ia sadar bagaimana kondisinya saat ini adalah suatu privilege dari Tuhan bahwa ia sebagai orang benar memang harus dapat ujian dr Tuhan.
Klu orang benar blm tentu benar, hrs diuji dl, tp klu orang yang salah nggak perlu diuji udah pasti salah. Makanya ada istilah menguji kebenaran, bukan menguji kesalahan.

Dari firman Tuhan ini;

  1. Saya bisa merasakan bagaimana pergolakan hati dan pikiran Yeremia yg mau ambil resiko mengabarkan Firman Tuhan di tengah bangsa yg siap sedia membunuhnya kapan saja. Sayapun harus punya karakter yang radikal seperti ini, punya hati yang selalu tergerak untuk mengabarkan Firman Tuhan kesetiap orang, walaupun saya dapat perlakuan/kondisi yg tidak menyenangkan.
  2. Jika saya punya pergolakan seperti ini harusnya menjadi alarm bagi saya bahwa saya sedang di jalur yang benar krn itulah ujian kebenaran yg Tuhan sedang jalankan dalam hidup saya.

Palopo, 20-06-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *