1 Tawarikh 1-9 – Tuhan menyertai orang yang dikasihiNya turun temurun

Buku Tawarikh merupakan pengulangan dari buku Samuel dan Raja-Raja, dan buku ini merupakan rangkuman dari keseluruhan kitab suci orang Yahudi.

Pantes saja banyak kejadian de javu alias dah pernah kebaca sebelumnya di samuel dan raja-raja.

So dari pasal pertama sampai pasal 9, (langsung sy skip skip krn jujur agak berat buat saya menghafal nama2 yg segudang)😅 akan bercerita tentang nama-nama orang-orang dalam perjanjian lama.

Setalah membacanya, saya jadi sedikit mengerti akan garis keturunan utama yg menggambarkan perjalanan bangsa yang Tuhan pilih dan bagaimana Tuhan merawat janjiNya kepada bangsa itu sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus.

Keturunan yang dimaksud yaitu keturunan bangsa Yehuda sampai Daud yang menerima janji Tuhan

Garis keturunan yang awal adalah adam-set-enos-kenan-mahalaleel-yared-henokh-metusalah-lamekh-nuh-sam-aropakhsad-selah-eber-peleg-rehu-serug-nahor-terah-abraham.

Kemudian dari abraham-ishak-israel/yakub-yehuda-peres-hezron-ram-abinadab-nahason-salma-boas-obed-isai-daud.

Selebihnya dari pasal 4-9 banyak menceritakan tentang garis keturunan Israel yang lain alias saudara-saudara dari Yehuda.

Kemudian muncul pertanyaan dalam pikiran saya, why “yakub/israel”, knp bukan Esau?

  1. Bagian Tuhan. Otoritas Tuhan dalam memilih sama seperti saat ayahnya dipilih, bukan Ismael (kejadian 25:23)
  2. Bagian manusia. Esau sendiri memandang ringan/enteng hak kesulungannya (kejadian 25:34)

Dari saat teduh saya selama beberapa hari ini saya belajar :

  1. Segala sesuatunya berawal dari satu orang pribadi, Israel yang sering saya dengar saat ini sebagai suatu bangsa yang besar ternyata awalnya hanya satu orang yang bernama Israel/Yakub. So janji Tuhan itu tidak bersifat general (untuk orang banyak) tapi khusus kepada satu orang pribadi, tentunya berlaku buat saya secara pribadi. Dari sini juga saya makin bs melihat bagaimana hubungan yang Tuhan mau bukan bersifat umum tapi personal dengan saya dan kamu.
  2. Tuhan itu baik karena keadilannya bagaimana Ia tetap memberkati orang/bangsa lain yang bukan pilihanNya, tapi tetap setia menjaga perjanjianNya pada orang/bangsa yang kepadaNya ia berkenan.
  3. Tuhan baik kepada orang yang berkenan kepadaNya bahkan kebaikanNya akan turun ke genarasi berikutnya dr orang itu. So sayapun harus mengambil kesempatan dari sifat Tuhan yang seperti itu untuk menjaga keturunan saya ke depan dengan memulainya dari sekrang, menjaga hidup saya berkenan kepadaNya.

Palopo, 23-01-2021
Have a good weekend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.