Yesaya 29

Yesaya 29:13-14
Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”

Mau sedikit menulis mimpi saya semalam, tiba-tiba seperti berada di taman getsemani (film the passion) dan menyaksikan Tuhan Yesus gemetar ketakutan, trus ada yg berbisik kepada saya, “menurut km untuk apa Yesus lakukan itu semua? Untuk apa dia mau mengalami itu?” Tersentak saya langsung melihat kekehidupan saya yg normal, dan muncul jawaban, “Tuhan Yesus lakukan itu karena melihat hidup saya sekarang”, sayapun mulai menangis dan tersadar bagaimana Tuhan begitu peduli dengan saya yg bahkan 2000 tahun setelahNya baru lahir. Thanks God 😭

Pas baca Firman Tuhan ini pagi ini, makin merasa lagi klu Tuhan begitu mengasihi saya, Tuhan nggak mau saya hidup dengan sia-sia, Tuhan nggak mau apa yang Dia lakukan 2000 tahun yg lalu juga menjadi sia-sia jika saya hanya fokus dengan perintah manusia (dlm hal beribadah, saat teduh, menginjili, dll), bukan karena hati saya yg memang rindu kepada Tuhan, mau dekat kepada Tuhan.

Hal itu seumpama Tuhan memberikan rahasia kehidupan saya dalam sebuah buku kehidupan namun saya tidak bisa membacanya karena termaterai, atau meskipun terbuka saya nggak bisa membacanya karana tidak mengerti bahasa/maksud Tuhan.

Yesaya 29:15-16
Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?” Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: “Bukan dia yang membuat aku”; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: “Ia tidak tahu apa-apa”?

Tuhan mau supaya saya selalu melibatkan hati saya dalam segala sesuatu, Tuhan mau saya terbuka dengan hati dan pikiran saya, akan apa yang saya rasakan dan rencanakan karena segala sesuatu juga sudah Tuhan ketahui. Tuhan sangat kangen dengan hati saya yang seperti anak-anak ngomong apa adanya sama Bapanya, sampai hal receh sekalipun.

Mengatakan sesuatu yang berbeda kepada orang yang sudah tau tentang faktanya, bisa kebayang orang itu akan berpandangan seperti apa ke saya, pasti dibilang pembohong dan munafik.
Saya nggak mau dilihat Tuhan seperti itu juga.

Thanks God for your unconditional love 😭

Palopo, 08-05-2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.