Yeremia 24

Yeremia 24:5-7
Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehuda yang Kubawa dari tempat ini ke dalam pembuangan, ke negeri orang-orang Kasdim. Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya. Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

Setiap orang dari bangsa Yehuda yang tidak mau mendengarkan Tuhan akhirnya Tuhan jebloskan kepembuangan di Babel. Terdengar klu Tuhan sangat marah kepada bangsa ini. Tapi dari ayat ini malah bukan seperti itu, mereka yang meskipun tidak dengar apa yang Tuhan mau, tetap Tuhan jaga selama mereka mau jalani konsekwensi yang Tuhan sudah sediakan. Malahan meskipun harus menunggu 70 tahun dipembuangan tp setelah itu Tuhan menjanjikan akan membentuk mereka kembali dengan hati yang lebih bs mengenal Tuhan.

Berbeda dengan raja Zedekia, yang malah tidak mau menyerahkan diri ke babel sesuai janji Tuhan akan keselamatan nyawanya dan malah melarikan diri ke mesir, sangkanya dengan itu ia akan terhindar dr malapetaka yg ditanggungkan atas bangsanya. Hal itu tidak terjadi, justru merekalah yg menanggung kesengsaraan lebih dr mereka yg diangkut ke babel.

Dari Firman Tuhan ini,

  1. Saya makin yakin bahwa konsekwensi dosa yang saya perbuat itu tidak mungkin saya hindari. Bagaimanapun cara yang saya tempuh hal itu tetap akan saya hadapi, krn itulah keadilan Tuhan.
  2. Selama saya berdosa dan mau kembali kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah menutup jalan itu, Ia selalu mau untuk saya temui, krn hati yang seperti itu Tuhan sudah simpan dalam hidup saya.
  3. Saya yakin bahwa Tuhan sangat mampu memutar roda hidup saya, Ia bisa mencabut saya tapi bisa juga menan saya kembali ditanah yang lebih baik selama saya mau mengembalikan hati untuk mendengar perintahNya.

Palopo, 24-06-2020

Yeremia 23

Yeremia 23:1-2
“Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” demikianlah firman TUHAN. Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.

Gembala, biasanya di jaman sekarang gembala sangat identik dengan pendeta tapi di ayat ini yang Tuhan maksudkan adalah raja-raja Yehuda yang tidak mampu membimbing bangsanya dengan baik sesuai Firman Tuhan sehingga rakyatnya akhirnya Tuhan cerai beraikan. Kewenangan yang Tuhan percayakan kepada mereka, malah dipakai untuk mencari keuntungan sendiri bukannya memberi contohan kepada rakyatnya. Itulah sebabnya Tuhan melihat itu sebagai kejahatan yang harus Tuhan balas/hukum.
Sekaligus jg mengingatkan buat gembala saat ini yang tidak bisa menggembalakan dengan baik akan Tuhan lihat sebagai kejahatan.

Yeremia 23:5
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Tunas adil bagi Daud ini berbicara tentang Tuhan Yesus yg adalah keturunan raja yang akan memimpin kembali dan menyatukan bangsa Yehuda dan Yerusalem serta seluruh bangsa di dalam kebenaran. Dialah pusat dari keadilan dan kebenaran yang Tuhan mau, alias versi adil dan benar menurut Tuhan, bukan manusia .

Yeremia 23:28
Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar! Apakah sangkut-paut jerami dengan gandum? demikianlah firman TUHAN.

Ayat yang selanjutnya banyak membicarakan tentang nabi palsu yang merintangi Yeremia mengabarkan kebenaran Tuhan kepada bangsa ini.
Mereka ini memiliki jabatan nabi tapi nabi yang bukan pilihan Tuhan, indikatornya : apa yang mereka sampaikan tidak berasal dr Firman dan mereka giat menguatkan hati orang yang berbuat jahat sehingga “tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya”. Walaupun mereka giat tp mereka bukan utusan Tuhan.
Di sinipun Tuhan menjelaskan bahwa Firman Tuhan itu jauh lebih penting dari penglihatan-penglihatan yang ada dalam mimpi atau kesaksian-kesaksian tentang melihat Tuhan, krn dlm Firman Tuhan inilah terdapat semua isi hati Tuhan.

Firman Tuhan ini mengajarkan saya:

  1. Tentang Leadership, dimana sebagai pemimpin, saya punya tanggungjawab kepada Tuhan untuk membawa orang-orang yang Tuhan percayakan dekat dengan saya untuk makin giat melakukan kebenaran dan makin merasakan Tuhan, termasuk memimpin diri saya sendiri.
  2. Untuk makin giat belajar/mirroring karakter dan kharisma Tuhan Yesus sebagai Tunas Keadilan dan Kebenaran, hanya dialah penggambaran/representasi dari keadilan itu sendiri yang Bapa sediakan untuk saya mengerti tentang adil dan benar versinya Bapa.
  3. Anything based on Word of God. Tidak ada satu hikmat yang katanya datang dari Tuhan itu di luar dari Firman Tuhan. So untuk saya bisa berhikmat dalam Tuhan, satu-satunya sumber saya adalah Firman Tuhan, saya harus makin mengertiNya setiap hari.

Palopo, 23-06-2020

Yeremia 22

Yeremia 22:3-4
Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya.

Tuhan tanpa henti memperingatkan bangsa pilihannya ini, tp kali ini secara khusus buat raja-raja yg menahkodai mereka, supaya mereka dapat menjadi raja yang adil dan benar, agar janji Tuhan tetap berlaku buat bangsa ini tentang keturunan yg akan tetap jadi raja. Walaupun pada akhirnya selain Yosia semua rajanya tetap mencari jalannya sendiri dan keuntungan sendiri.

Yeremia 22:8-9
Dan apabila “banyak bangsa” melewati kota ini, maka mereka akan berkata seorang kepada yang lain: “Mengapakah TUHAN” melakukan seperti itu kepada kota yang besar ini? Orang akan menjawab: Oleh karena mereka telah melupakan perjanjian TUHAN, Allah mereka, dan telah sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya.”

Dalam ayat ini terdapat juga satu nubuatan bagaimana nantinya bukan hanya keturunan Israel yg akan mengenal Tuhan, tapi akan banyak bangsa lain yang mengenal Tuhan dan kemudian akan mempertanyakan apa yg jadi alasan Tuhan membuat kota sebesar Yehuda seperti itu. Mereka akan belajar dr kejadian ini untuk tidak lakukan hal yang sama.

Yeremia 22:15-16
Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran, serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.

Yoyakim menjadi raja menggantikan Yosia atas penunjukan Firaun, dan di dalamnya ada kesepakatan yg akan menguntungkan kedua belah pihak, Yoyakim menjadi raja, sedangkan Firaun akan mendapat banyak uang dr Yoyakim. Dan pada akhirnya Yoyakim memungut pajak yg tinggi kepada rakyatnya hanya untuk hidup nyaman sebagai raja dan kolega Firaun.
Inilah alasan kenapa Tuhan marah terhadap Yoyakim yg tidak mengenal Tuhan, ia hanya menganggap raja itu sebagai penguasa yg bs memiliki semuanya, bukannya sebagai perwakilan Tuhan untuk lakukan yg benar dan adil. Seperti raja Yosia.

Yeremia 22:21
Aku telah berbicara kepadamu selagi engkau sentosa, tetapi engkau berkata: “Aku tidak mau mendengarkan!” Itulah tingkah langkahmu dari sejak masa mudamu, sebab engkau tidak mau mendengarkan suara-Ku!

Bagaimana saya menghabiskan masa muda saya saat ini!
Ikuti dan dengarkan suara hati saya sendiri dan orang di sekitar saya atau mau banyak mendengarkan suara Tuhan.

Firman Tuhan kali ini banyak mengajarkan saya :

  1. Tantang Tuhan yg tidak otoriter, Tuhan selalu memberi saya pilihan, mau ikuti rencanaNya dengan hasil yang Ia sediakan atau ikuti rencana saya dengan ekspektasi hasil yang akan saya peroleh entah dr siapa selain Tuhan.
  2. Lebih baik belajar dr kesalahan orang lain drpada kesalahan sendiri.
  3. Mengenal Tuhan berarti menjadi perwakilan Tuhan untuk lakukan hal yang benar dan adil, dalam segala situasi saya, terlebih dalam pekerjaan, saya harus benar-benar bisa mengambil kebijakan yg benar sesuai aturan dan adil buat semua orang, nggak pilih-pilih, apalagi jika hanya untuk menyenangkan segelintir orang, seperti hubungan Yoyakim dan Firaun.
  4. Bahwa saya dipilih Tuhan saat masih single bukanlah suatu kebetulan, tapi kesempatan untuk saya bisa lakukan lebih banyak dr rentang umur yang lain, krn single adalah tahapan hidup yg seharusnya paling produktif. Saat-saat inilah yang paling penting untuk saya lebih banyak lg mendengarkan suara Tuhan dan lakukan.

Palopo, 22-06-2020

Yeremia 21

Yeremia 21:1-2
Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, ketika raja Zedekia mengutus Pasyhur bin Malkia dan imam Zefanya bin Maaseya kepadanya dengan pesan: “Tanyakanlah kiranya petunjuk TUHAN untuk kami, sebab Nebukadnezar, raja Babel, memerangi kami! Barangkali TUHAN mau melakukan kepada kami tepat seperti perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga Nebukadnezar mundur meninggalkan kami.”

Wahhh Pasyhur ini bukannya kepala rumah Tuhan yang sebelumnya memukul dan memasung Yeremia yah? Orang yang tidak suka dengan nubuatan Yeremia, sekarng malah dapat perintah untuk menegosiasi nubuatan itu.
Nanti nubuatannya ada di depan mereka baru mereka percaya dan mau supaya hal itu dibatalkan.

Yeremia 21:5-6&10
Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar. Aku akan memukul penduduk kota ini, baik manusia maupun binatang; mereka akan mati oleh penyakit sampar yang hebat….Sebab Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungannya

Dan inilah respon dari Tuhan atas negosiasi yg raja Zedekia harapkan itu. Bukannya menolong mereka seperti apa yang mereka harapkan, skrng Tuhan sendiri yang akan jadi lawan mereka. Udah pasti nggak ada obatnya.

Dari firman Tuhan ini;

  1. Saya tidak mau seperti Pasyhur, yang tidak punya iman akan janji Tuhan. Sebaliknya saya mau membangun iman yg percaya meskipun penggenapan firman Tuhan belum terjadi. Karena jika nanti sudah terjadi baru percaya maka itu bukan iman lg. Krn orang yang nggak percaya Tuhanpun pasti akan percaya akan kejadian yg sudah ada di depan mata mereka.
  2. Saya mau menggali Firman Tuhan dengan lebih dalam lagi agar saya bisa mengerti setiap nubuatan dan janji Tuhan dengan tepat agar saya punya pegangan sendiri dan ketika saya sampaikan kepada orang lain itu bisa menolong mereka bukan menjerumuskan (1 Tim 4:16)

Palopo, 21-06-2020

Yeremia 20

Yeremia 20:7-8
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.

Nggak kebayang yah posisi Yeremia segimana kacaunya, hatinya pasti dilingkupi banyak ketakutan. Bagaimana tidak, Tuhan memintanya untuk berdiri di depan pintu gerbang/ di depan banyak orang untuk menyerukan perkataan-perkataan firman Tuhan yang isinya mengenai malapetaka/hal buruk yang akan Tuhan turunkan atas mereka-mereka yang ada didepan Yeremia.

Nggak kebayang ngerinya klu sya harus berdiri di depan orang banyak trus bilang kesemua orang itu klu Tuhan akan membuat mereka celaka. Hal pertama yg saya akan alami adalah saya bisa dibilang gila, yg kedua, sy bisa dipolisikan krn melakukan perbuatan tidak menyenangkan di depan publik.

Wajarlah klu Yeremia bisa bilang mending ia nggak usah dilahirkan, kandungan ibunya menjadi kuburannya, klu toh ujung2nya ia skrng berada dikondisi pergolakan seperti ini.
Yah meskipun tangan Tuhan selalu menolongnya, ia tetap bs merasakan bagaimana berjuang sendiri itu benar-benar mengerikan, bahkan sahabat karibnya sekalipun menanti2kan kejatuhannya/kegagalannya.

Yeremia 20:12
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Tapi satu hal yang luar biasa dari diri Yeremia ini, ia sadar bagaimana kondisinya saat ini adalah suatu privilege dari Tuhan bahwa ia sebagai orang benar memang harus dapat ujian dr Tuhan.
Klu orang benar blm tentu benar, hrs diuji dl, tp klu orang yang salah nggak perlu diuji udah pasti salah. Makanya ada istilah menguji kebenaran, bukan menguji kesalahan.

Dari firman Tuhan ini;

  1. Saya bisa merasakan bagaimana pergolakan hati dan pikiran Yeremia yg mau ambil resiko mengabarkan Firman Tuhan di tengah bangsa yg siap sedia membunuhnya kapan saja. Sayapun harus punya karakter yang radikal seperti ini, punya hati yang selalu tergerak untuk mengabarkan Firman Tuhan kesetiap orang, walaupun saya dapat perlakuan/kondisi yg tidak menyenangkan.
  2. Jika saya punya pergolakan seperti ini harusnya menjadi alarm bagi saya bahwa saya sedang di jalur yang benar krn itulah ujian kebenaran yg Tuhan sedang jalankan dalam hidup saya.

Palopo, 20-06-2020

Yeremia 19

Yeremia 19:11
Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Demikianlah akan Kupecahkan bangsa ini dan kota ini, seperti orang memecahkan tembikar tukang periuk, sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Dan Tofet akan menjadi tempat penguburan, karena tidak ada tempat lain untuk menguburkan.

Sekali lagi bangsa ini memurkakan hati Tuhan dan membuat rencana keberuntungan mereka semakin jauh dr mereka. Karena mereka tetap meninggalkan Tuhan, telah menggantikan Tuhan dengan allah asing yang tidak dikenal oleh mereka sendiri dan oleh nenek moyang mereka.

Yeremia 19:15
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas segala kota sekitarnya seluruh malapetaka yang telah Kukatakan akan menimpa mereka, sebab mereka berkeras kepala dan tidak mendengarkan perkataan-perkataan

Kekerasan kepala mereka itulah yang Tuhan benci, bagaimana setiap kesempatan yang Tuhan bawa kepada mereka lewat peringatan nabi-nabi termasuk Yeremia tidak mereka dengar dan malah mereka membunuh setiap orang yang jd pembawa peringatan itu.

Dari firman Tuhan ini ;

  1. Saya diingatkan kembali untuk lebih peka lagi melihat dan mendengarkan peringatan Tuhan dalam hidup saya, Tuhan sangat bisa memakai orang lain yg ada dalam hidup saya buat negur saya agar balikin lg hati saya buat Tuhan.
  2. Saya makin diingatkan untuk memprioritaskan Tuhan dalam seluruh aspek hidup saya, pribadi, keluarga, sosial, dan kerjaan.
  3. Saya mau belajar untuk makin banyak seek advice kepada orang lain/pembimbing akan bagaimana hidup yang saya jalani dan belajar untuk terbuka ikuti advice itu.

Palopo, 19-06-2020

Yeremia 18

Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Untuk bisa paham dengan ini saya belajar singkat bagaimana proses pembuatan periuk, ternyata ada 3 proses utama, yaitu proses penyempurnaan tanah, proses pembentukan, dan proses pembakaran.
Periuk yg kokoh bs ada klu segumpal tanah liat bisa melewati ketiga proses itu dengan baik.
Bagaimana klu tidak! Maka yang jadi adalah sebuah periuk yg tidak kokoh/mudah rusak, retak, dan hancur.

Meskipun begitu, jika periuk itu belum jadi trus kemudian rusak alias masih dalam proses pembentukannya trus rusak, calon periuk ini masih bisa dibentuk kembali hingga bisa berbentuk periuk.

Yeremia 18:7-8
Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
VS
Yeremia 18:9-10
Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka. Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.

Yerusalemlah yang dimaksudkan yg terakhir ini. Bangsa yg dipilih untuk beruntung tp kemudian berbuat jahat di mata Tuhan.
Tuhan bisa menyesal dan saat seperti itulah Tuhan membentuk kembali rencanaNya akan seseorang begitu jg dalam hidup saya, mau itu saya ditentukan untuk selamat atau binasa, selama saya bs memberikan respon yang tidak sesuai kontrak keselamatan/kebinasaan, Tuhan akan batalkan itu dan membuat perjanjian / rencana baru untuk hidup saya.

Dari Firman Tuhan ini secara umum mengajarkan saya tentang kesempatan yang Tuhan berikan;

  1. Kesempatan untuk melihat hidup saya di tangan Tuhan. That makes me feel secure. Tuhan adalah perancang dan pelaksana yang luar biasa, tidak ada satupun yang Tuhan rencanakan untuk saya, yg bisa gagal.
  2. Kesempatan untuk kembali jika saat ini saya jauh. Saya mengerti bagaimana hidup saya itu Tuhan bentuk supaya berfungsi sebagaimana yang Tuhan mau, meskipun saya buat banyak salah dalam prosesnya, selama saya masih hidup, berarti Tuhan masih kasih kesempatan buat saya untuk lakukan yang benar dan terus berbalik kepadaNya.
  3. Kesempatan untuk mau dibentuk oleh tangan Tuhan yg kuat. Jadi murid bukanlah jaminan saya akan mendapat bagian dalam janji Tuhan, tapi bagaimana saya menjalaninyalah yang akan membuat saya pantas menerima itu. Hidup sesuai yang Tuhan mau dan menjadi cermin Tuhan bagi orang lain.

Palopo, 18-06-2020

Yeremia 17

Yeremia 17:1-2
“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka sebagai peringatan terhadap mereka! Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi, yakni pegunungan di padang.

Tulisan yang ada pada batu, it means sama seperti prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan gt. Apa yang tertulis di situ bisa dibaca oleh orang-orang di masa sekarang. Tentang peristiwa penting yang terjadi di zaman pembuatan prasasti/loh batu itu.
Karena di sini yang tertulis adalah dosa, berarti ini harusnya menjadi konsen saya sebagai seorang yang membaca loh batu itu, untuk saya ketahui dan menghindarinya.

Yeremia 17:5-6
Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Ini bukan suatu perbuatan yang terpisah-pisah tapi satu proses perubahan hidup seseorang.
Saat saya mulai percaya dengan kekuatan manusia, bahwa manusia itu hebat dll. Maka selanjutnya saya akan mulai mengandalkan diri saya sendiri krn saya menganggap saya bisa melakukan hal yang luar biasa sendiri sebagai manusia hebat. Dan pada tahap akhirnya saya mulai ragu dan tidak percaya akan kuasa Tuhan yang mengontrol hidup saya. Itulah sebabnya saya akan tinggal di tempat yang tandus, alias akan selalu merasa haus/kekurangan banyak hal.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Sebaliknya jika proses yg td saya balik. Pertama-tama terus ngandalin Tuhan, maka secara tidak sadar saya akan banyak menaruh rencana/pengharapan saya ditanganNya krn makin ke sini sy bs makin sadar akan kapasitas saya. Dan itulah yg bs bantu hati saya buat terus bersyukur dan cukup. Krn ketika tau saya yg terbatas ini bisa lakukan sesuatu, pasti itu krn Tuhan, jd tidak ada kebanggan diri yg membawa saya ke perasaan masih kurang terus.

Yeremia 17:9-10
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Dari firman Tuhan ini,

  1. Saya harus belajar dr kesalahan orang lain. Saya mengerti klu setiap hal yang Tuhan ijinkan tertulis di Firman Tuhan (tentang kejatuhan bangsa yang dipilihNya). Adalah sebuah peringatan agar saya tidak mengulangi dan jadi orang yang sama seperti mereka.
  2. Mau untuk terus mengandalkan Tuhan, krn lewat itulah sikap hidup sayapun terpengaruh sampai kepada tahap saya akan merasa cukup hanya dengan Tuhan saja. Dan saya bisa lakukan segala sesuatu hanya krn Tuhan.
  3. Saya diingatkan kembali klu masalah saya yang paling utama adalah hati saya sendiri yang kadang saya nggak sadar klu sudah jadi licik dan membatu dr teguran Tuhan.

Palopo, 17-06-2020

Yeremia 16

Yeremia 16:2-4
Janganlah mengambil isteri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan di tempat ini. Sebab beginilah firman TUHAN tentang anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang lahir di tempat ini, tentang ibu-ibu mereka yang melahirkan mereka dan tentang bapa-bapa mereka yang memperanakkan mereka di negeri ini: Mereka akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut; mereka tidak akan diratapi dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang; mereka akan habis oleh pedang dan kelaparan; mayat mereka akan menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi.

Jadi selama masa pelayanannya di Yehuda, Yeremia benar-benar seorang single sampai akhir. Bukan semata-mata karena itu baik buat rencana Tuhan tapi terlebih lagi buat Yeremia sendiri agar terhindar dr kemalangan/malapetaka yg Tuhan rencanakan terhadap bangsa itu.

Yeremia 16:14-15
Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.

Tuhan bebas menentukan siapa yang akan Ia pilih, di sinipun Tuhan mengganti orang yang Ia pilih yaitu Yehuda karena perbuatan mereka tidak selayaknya perbuatan seorang yang dipilih Tuhan.
Satu generasi yang keluar dari tanah Mesir akan Tuhan gantikan dengan generasi yang baru yang keluar dari tanah Babel, dengan maksud agar mereka punya hati yang baru yg bisa mendekat kepada Tuhan.

Yeremia 16:17
Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan merekapun tidak terlindung di depan mata-Ku.

Setiap hal yang bangsa ini lakukan sangat Tuhan perhatikan, tidak ada satupun yang terluput. Oleh karena itu tidak ada satupun lg yang bisa membela mereka dari tingkah laku mereka yang jahat.

Yeremia 16:20-21
Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah! “Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN.”

Dari Firman Tuhan ini,

  1. Saya mengusahakan kekudusan hidup saya, krn dari sini saya makin mengerti arti kekudusan, arti memisahkan diri dr dunia, punya hidup yang berbeda, karena sejak semula dunia sudah Tuhan rancang buat dihukum, dan Tuhan mau supaya saya yg dikasihiNya tidak termasuk di dalamnya.
  2. Saya makin mengerti klu Tuhan sangat bisa menggantikan saya dari orang pilihan menjadi orang buangan jika saya tidak bisa dengar dan lakukan perjanjian Tuhan dengan saya. Perjanjian untuk lakukan setiap perintahNya. Sama halnya dengan kontrak, ketika salah satu tidak patuh pada kontrak maka pihak lainpun tidak terikat lagi dangan kontrak.
  3. Perbuatan dan cara hidup sayalah yang akan menjadi pembela saya di hadapan Tuhan, sedangkan yang jadi hakimnya adalah Firman Tuhan yang merupakan ukuran hidup seorang yang berkenan di hadapan Tuhan.

Palopo, 16-06-2020

Yeremia 15

Yeremia 15

Yeremia 15:15-18
Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau! Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.

Ini adalah ungkapan hati dan perasaan Yeremia kepada Tuhan melihat kondisi dan kedudukannya di tengah-tengah bangsa ini dan Tuhan. Dan benar saja, sayapun merasakan apa yang Yeremia ini rasakan seperti “maju kena, mundur kena”.
Karena ia tetap membela bangsa ini meski Tuhan sudah meminta ia supaya tidak mendoakan mereka lagi, akhirnya Tuhanpun memperingatkan dia dengan apa yg akan terjadi padanya, supaya jangan berbantah lagi dengan Tuhan.

Dari Firman Tuhan ini;

  1. Saya mau lebih obey lagi dengan kehendak Tuhan, bukannya ngeyel dengan apa yang saya minta/mau dalam doa saya, karena bisa jadi apa yang saya doakan bukan untuk memuliakan nama Tuhan tapi hanya buat keuntungan saya sendiri, termasuk perkara kerjaan, pasangan hidup, rencana masa depan saya, dll.
  2. Mau terus dibentuk oleh tekanan tangan Tuhan lewat setiap hal yang terjadi dalam hidup saya, percaya klu itu semua dikerjakan untuk mendatangkan yang baik buat saya dan datangnya dari Tuhan.
  3. Punya hidup yang konsisten di pihak Tuhan, agar saya punya kharisma yang bisa menyerukan nama Tuhan buat orang sekitar saya.

Palopo, 15-06-2020
Have a new normal life💪🏻