Matius 9

Matius 9:2
Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Pasal ini menceritakan tentang hal2 yang Tuhan Yesus lakukan saat pulang ke kotaNya dimana diawali dengan adanya beberapa orang yang membawa seorang yang sakit kepadaNya.

Dari ayat ini sya belajar dari respon mereka baik yang membawa maupun yang sedang sakit. Sebagai seorang yang mau menolong orang, saya harus terlebih dahulu punya iman bahwa apa yang saya lakukan buat orang lain itu benar-benar bisa membantunya untuk sembuh bukan saya malah ragu duluan.

Sedangkan saat saya di posisi orang sakit ini, saya harus belajar untuk punya sikap yang bergumul dan sadar dengan penyakit saya dan dengan penuh kerelaan menyerahkan diri untuk ditolong.

Ayat ini juga mengingatkan saya lagi klu pada dasarnya dosa sayalah yang menjadi sumber segala penyakit saya di mata Tuhan, bukan sakit yg tampak dr tubuh saya. Ketika dosa saya diampuni, banyak hal yang akan berubah/terdampak dalam hidup saya, sebaliknya jika hanya fisik saja yang sembuh maka itu tidak akan mengubah apapun selain penyakit itu saja.

Matius 9:8
Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Apa yang Tuhan kerjakan selalu punya patern yaitu bisa membuat orang lain menjadi takut akan kuasa Allah dan kemudian manjadikan orang itu makin memuliakan Allah.
Pertanyaan buat saya :
Apakah semua yg saya lakukan juga bisa membuat orang disekitar saya memiliki respon yg sama seperti ini?
Saya harus mengupayakan hal itu karena itulah tujuan saya menjadi muirid Tuhan yang harus melakukan hal yang sama dengan Tuhan

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Sebelum saya membantu orang mengenal Tuhan dan menjadi murid, saya sendiri harus punya iman dan keyakinan yang dalam akan apa yang saya lakukan itu benar-benar bisa membantu saya dan orang lain.
  2. Saat saya mulai lakukan itu, sayapun harus terus berjaga-jaga akan diri saya apakah saya benar-benar mau membereskan setiap dosa yang saya miliki, dan mau meminta tolong keorang lain dengan mengakui itu dan mau untuk saling mendoakan. (Yak 5:16)
  3. Apapun yang saya lakukan harus membuat orang disekitar saya makin merasakan Tuhan, bahwa Ia ada dalam hidup saya dan perlahan mengubahkan pribadi saya sehingga orang lain menjadi tertarik untuk ikut diubahkan oleh kuasa Tuhan yang sama.

Palopo, 09-05-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.