Matius 6

Matius 6:4
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Matius 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Matius 6:18
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Pagi ini saya belajar dari tiga ayat di atas bagaimana pada ayat yg pertama Tuhan berbicara tentang bagaimana sikap saya saat berbagi ke orang lain, yang kedua tentang bagaimana saya dalam berdoa, dan yg ketiga tentang berpuasa.
Meskipun ketiganya merupakan tindakan yang berbeda, tapi hanya satu ukuran yang Tuhan pakai untuk melihat ketiga tindakan saya itu, yaitu

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Apakah saya melakukan semuanya itu dengan tersembunyi atau dengan diketahui orang lain? Bukan berarti jangan sampai diketahui orang tapi lebih kepada motivasi saya dalam melakukan hal itu, apakah murni untuk menyenangkan hati Tuhan dan untuk membangun hubungan pribadi saya dengan Tuhan atau hanya untuk supaya diketahui orang lain bahwa saya seorang yang religius/sangat taat beragama. Saat saya lakukan itu, upah saya sudah dibayar oleh manusia, tidak ada lagi upah saya di Sorga/dari Tuhan.

Matius 6:19-21
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Tuhan memperingatkan saya dari ayat ini klu inilah karakter upah yang tersedia bagi saya, pilihannya kembali lagi kesaya apakah saya fokus pada apa yang bisa saya dapat dari dunia, fokus pada respon orang, haus akan pengakuan, pujian, sanjungan, dll. Semuanya itu tidak akan awet, bisa rusak dan dicuri alias berubah dalam seketika menjadi respon yang sebaliknya seperti pikiran jahat, makian, hujatan, dll. Atau saya mau memilih balasan dari Tuhan, yg meskipun saat ini saya belum bisa rasakan secara langsung tp disana upah itu tidak akan pernah habis dan tidak akan berubah.

“He is no fool who gives what he cannot keep to gain which he cannot lose” JB

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Membangun hubungan saya dengan Tuhan secara personal, bukan karena dorongan dari luar tapi dari dalam hati saya yang tersembunyi.
  2. Menjadi lebih bijak dalam memilih upah yang harusnya saya perjuangkan, bukan pengakuan/pujian dari orang lain tapi pujian dari Tuhan.
  3. Percaya akan pemeliharaan Tuhan bagaimanapun dan seperti apapun keadaan yang saya alami saat ini, karena itulah yg menjadikan saya sebagai orang yang benar-benar percaya padaNya.

Palopo, 06-05-2020

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *