Yeremia 26

Yeremia 26:2-3
Beginilah firman TUHAN: “Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.

Sekali lagi Yeremia diperhadapkan dengan situasi yang sulit, ia diminta untuk membuat bangsa ini berbalik dengan nubuatan tentang rumah Tuhan yang akan runtuh dan kota yang akan dikutuk.
Bisa aja dia hanya menyampaikan buat berbalik saja, tanpa embel2 tentang kehancuran sana sini.

Tapi yang yeremia lakukan adalah ia menyampaikan semuanya tanpa terkecuali dengan konsekwensi nyawanya terancam oleh imam2 yang sedang lupa dengan Tuhan.

Yeremia 26:14
Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu.

Wow bisa yah punya iman seperti ini, udah diperhadapkan dengan hukuman mati tapi tetap tidak memberontak, ia malah terus ingatin orang2 ini buat nggak lakuin kesalahan lagi dan makin jauh dr Tuhan.

Hal lain yang saya liat juga disini ternyata memang masih ada tua-tua yang mengingat banyak nubuatan nabi sebelum nabi Yeremia tentang kehancuran Yerusalem tapi toh nggak berubah jg.
Itulah kenapa Tuhan bilang klu mereka sangat bebal, udah tau tapi nggak ngerespon sesuai iman mereka atau setidaknya sesuai pengetahuan mereka.

Dari Firman Tuhan ini ;

  1. Saya belajar untuk melihat keberanian Yeremia untuk tidak kompromi dengan keadaan sekitar apalagi dirinya saat nyampaikan kebenaran Firman Tuhan yg utama kemudian tentang peraturan dunia/negara.
  2. Saya belajar dr Yeremia bagaimana punya visi yang jelas dalam segala keadaan saya yaitu bukan fokus pada apa yang akan terjadi pada diri sendiri tapi apa yang Tuhan mau untuk saya lakukan.
  3. Saya mau terus merenungkan Firman Tuhan dan lakukan apa yang Tuhan mau dalam hidup saya, tidak hanya sebatas angin lalu/sebatas tau gt aja seperti para tua-tua diatas.

Palopp, 26-04-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *