Yeremia 2

Saat membaca Firman Tuhan ini saya jadi menemukan banyak Firman Tuhan yang berupa pertanyaan Tuhan kepada umat pilihannya, antara lain:

  1. Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia? (Ayat 5)
  2. Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini: pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna. (Ayat 11)
  3. Adakah Israel itu budak atau anak budak? Maka mengapa ia menjadi rampasan? (Ayat 14)
  4. Bukankah engkau sendiri yang menimpakan ini ke atas dirimu, oleh karena engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu, ketika Ia menuntun engkau di jalan? (Ayat 17)
  5. Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar! (Ayat 21)
  6. Mengapakah kamu mau berbantah dengan Aku? Kamu sekalian telah mendurhaka kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN. (Ayat 29)
  7. Keturunan apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu? (Ayat 31)

Ketika saya membaca pertanyaan-pertanyaan ini, saya jadi makin larut dalam sebuah perasaan seseorang yang dikhianati oleh orang yang paling dikasihinya, tapi ia tetap berusaha bersabar dan memberi kesempatan dan meyakinkannya untuk kembali lagi.

Melihat pula bagaimana umat pilihan Tuhan ini sama sekali tidak mengerti apa yang Tuhan telah perbuat kepada mereka, bagi mereka ikut Tuhan justru menjadi sebuah beban yang sangat berat.

Sayapun bisa mengerti :

  1. Bagaimana mengecewakannya saya di mata Tuhan, tapi Tuhan tetap mengasihi saya dan menunggu saya untuk kembali dan makin dekat lagi denganNya.
  2. Tidak ada satupun maksud Tuhan yang mendatangkan hal buruk buat saya, semuanya Tuhan persiapkan agar saya menjadi pokok anggur pilihan, masalahnya ada pada hati saya yang bisa merasakan itu atau tidak!
  3. Tuhan begitu mengasihi saya, dengan eskpektasi supaya hidup saya berubah jadi semakin sempurna sebagaimana rancangan awalnya akan hidup saya. Saya harus siapkan diri untuk lalui proses penyempurnaan ini dengan baik.

Palopo, 02-06-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.