2 Korintus 11

2 Korintus 11:2&4
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus…. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Sekali lagi Paulus berusaha mengambil hati jemaat Korintus dari pelayan-pelayan Palsu yang selama ini mereka lebih agungkan dari Paulus. Karena penampilan mereka lebih baik dari penampilan paulus saat melayani. Tapi sekali lagi bukan untuk dirinya, tapi untuk mengembalikan Hati mereka pada pengajaran yang benar akan Tuhan Yesus.

Dan yang mengejutkannya ialah para pengajar palsu ini bukannya memberitakan sesuatu bukan Yesus, tapi mereka tetap memberitakan Yesus, tapi yesus yg lain. Bukan Yesus seutuhnya, mirip seperti pengajaran yang memblow up masalah percaya saja cukup, kristus hanya sebatas berkat saja, tidak ada konsekwensi atas dosa, semakin banyak berbuat dosa maka akan semakin banyak diampuni jg, dll. Padahal jadi murid tidak sebatas itu.
Trus bagaimana saya bs membedakan ini Yesus yang benar dan ini yang salah?
Saya harus punya personal relationship bersama Tuhan Yesus lewat doa dan baca Firman Tuhan setiap hr, sama kyk untuk mengenal seseorang pasti saya akan PDKT dan bangun komunikasi setiap hr.

2 Korintus 11:7-8
Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!

Ia kembali menunjukkan kapasitas dirinya di hadapan Allah dan di hadapan mereka sebagai jemaat bahwa tidak seperti rasul-rasul palsu td yang menerima banyak bayaran dari mereka untuk memberitakan yg bukan Yesus, selama ini Paulus tidak pernah membebani mereka dalam memberitakan Injil Tuhan, saking memprioritaskan mereka iapun tidak segan buat meminta pertolongan ke jemaat lain untuk kelancaran pelayanannya di Korintus.
Harusnya lewat hal itu meraka bisa melihat bagaimana tulusnya pelayanan Paulus demi membangun hubungan mereka dengan Tuhan.

2 Korintus 11:12-14
Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

Meskipun harus mengalami keadaan tidak diterima oleh jemaat yang ia bangun sendiri, Paulus tetap mau mengasihi mereka agar tidak ada kesempatan buat iblis buat menunggangi jemaat saat mereka jauh dari Tuhan lewat pengajar-pengajar palsu yang datang seolah2 kawan sekerjanya Paulus, padahal bukan, mereka hanya mencari keuntungan dari jemaat yang “bodoh” yang jg sabar terhadap orang yang “bodoh jg”. Karena iblispun datang sebagai malaikat Terang.

Dari Firman Tuhan pagi ini syaa belajar dr sikap Paulus dan jemaat Korintus bahwa:

  1. Sayapun pernah menjdi orang kristen yang “bodoh”. Menjadi kristen tapi nggak punya relasi personal dengan Tuhan Yesus, cukup datang ke gereja setiap minggu, melayani, kasih persembahan. Jadinya apapun yang diajarkan digereja saya terima begitu saja tanpa pemahaman yang benar. Mirip kyk sebagian ornag korintus ini. Tapi setelah diajarin cara membangun hubungan personal dengan Tuhan lewat study bible sypun jd bisa melihat Tuhan Dengan cara yang berbeda. I can feel God more personally.
  2. Menjadi murid Tuhan berarti tidak sebatas percaya klu Tuhan Yesus itu Tuhan dan mengampuni dosa saya, tapi sayapun harus melihat bahwa ia punya ekspektasi kepada syaa buat melakukan bagian saya untuk membantu orang lepas dari dosa mereka dengan menerima Tuhan.
  3. Punya inisiatif/proaktif buat menghubungi orang-orang yang butuh Tuhan (emang ada yang nggak butuh Tuhan?) Semuanya butuh.

Selayar, 30-10-2020
Have a blessed friday

2 Korintus 8 – Kaya dalam Kemurahan

2 Korintus 8:2-4
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

Kali ini Paulus menceritakan bagaimana kondisi jemaat Makedonia dimana ia berada (saat surat 2 Korintus ditulis). Dimana meskipun mereka jauh lebih miskin dari jemaat di Korintus, tapi mereka bisa memberikan sumbangan kepada orang kudus yang ada di Yerusalem. Bukan hanya memberi karena diminta, tapi tanpa dimintapun mereka malah mendesak buat ambil bagian dalam pemberian itu buat bantu orang Yahudi di Yerusalem yg lagi kesusahan berat.

2 Korintus 8:7-8
Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.

Karena jemaat Korintus sepertinya sudah bebal disuruh ini dan itu dan nggak ngerti maksud nasehat-nasehat Paulus tentang pelayanan kasih kepada jemaat yang lain, kali ini Paulus menesehati mereka dengan cara yang berbeda yakni memberikan contohan pelayanan kasih yang dilakukan jemaat yang lain yaitu Makedonia. Dengan tujuan untuk menguji keiklasan hati mereka untuk mau memberi.

2 Korintus 8:9
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Hal inilah yang menjadi alsan utama bagi seorang murid Tuhan ketika ia melakukan pemberian, bukan krn kelebihan, bukan karena kewajiban or perintah, tapi karena murid harus mengikuti teladan gurunya yaitu Tuhan Yesus.

Tujuannya adalah agar Tubuh Tuhan yaitu jemaat menjadi seimbang.
2 Korintus 8:14
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Dari Firman Tuhan pagi ini saya belajar dari jemaat Makedonia :

  1. Mau melatih diri saya untuk terus ambil bagian dalam melayani murid yang lain yaitu memberi apa yang ada pada saya untuk mereka yang sedang berkekurangan.
  2. Saat saya lakukan itu saya harus jaga motivasi saya murni karena ingin mencontoh/ lakukan seperti apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan, bukan karena saya berlebih atau karena ini perintah/kewajiban saya sebagai murid Tuhan.
  3. Selain belajar dr Tuhan sayapun harus banyak belajar dr murid2 yang lain yang meskipun jauh lebih kekurangan dari saya tapi mereka tetap mau memberikan yang terbaik buat orang lain, itu bisa bantu hati saya untuk terdorong lakukan hal yang sama.

Palopo, 27-10-2020
Have a blessed day🙏🏻

2 Korintus 2

2 Korintus 2:4
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

Paulus menuliskan surat keduanya ini dengan sangat bersedih hati karena melihat respon jemaat di Korintus atas surat pertama yg ia sampaikan ke sana. Bagaimana Paulus dinilai bukan sebagai seorang rasul krn keadaan fisik yg ia alami.
Tapi luar biasanya Paulus nggak menyerah atas mereka, ia tetap mau mengasihi mereka dan menunjukkan / mempertegas kasihnya lewat setiap ungkapan dalam suratnya yg kedua ini. Inilah cara yang Paulus lakukan untuk membereskan keadaan yg ia alami dan jemaat Korintus. Bagaimana dengan saya dan kamu?

2 Korintus 2:10-11
Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, seandainya ada yang harus kuampuni, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Paulus menegaskan bahwa ketika ada hal pertentangan baik antara ia dan jemaat disana atau antara jemaat yg satu dengan yang lain, haruslah mereka saling berinisiatif mengampuni bukan krn faktor pribadi yang sanggup mengampuni tapi krn Kristus juga mengampuni.
And then Paulus jg mengingatkan bahwa musuh kita sebagai pengikut Kristus bukan lagi satu sama lain melainkan iblis.

2 Korintus 2:17
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Paulus terus mengetuk hati jemaat disana bahwa yang ia lakukan itu murni krn ia mengasihi mereka, bukan untuk keuntungan ia pribadi seperti pemimpin jemaat yng sedang dipuja di Korintus saat Paulus tidak di sana. Tidak ada satupun Firman yang ia manfaatkan buat orang melihat kepribadiannya, tapi semua hal yang ia sampaikan untuk membantu orang melihat Tuhan.

Dari surat Paulus pagi ini saya belajar :

  1. Untuk mengasihi orang tanpa syarat (responnya harus baik dl), ketika saya dinilai tidak baikpun bagian saya tetap mengasihi bahkan berusaha mencari cara menjelaskan sebagaimana saya mengasihi dia, tidak tinggal diam. (Itulah proses rekonsiliasi)
  2. Menjaga hati saya jangan sampai saya tidak suka orang karena apa yang ia lakukan, sebaliknya saya harus tetap mengasihi pribadinya dan membenci tindakannya saja, karena iblislah yang harusnya jadi fokus saya untuk saya lawan, not people.
  3. Fokus saya adalah membawa hati orang buat melihat pribadi Tuhan setiap kali saya memperkatakan Firman, bukan malah punya motivasi buat saya kelihatan hebat/awesome krn itu. Jika mereka melihat sayanya, berarti saya sedang di posisi mencari keuntungan dari Firman Tuhan.

Palopo, 20-10-2020
Have a great day yeah 💪🏻

1 Korintus 16

1 Korintus 16:1
Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.

Bagian akhir dari surat Paulus yang pertama kepada jemaat Korintus ini mengajak jemaat disana untuk tidak self fokus, tapi mau membagikan berkat yang ada pada mereka sebagai suatu jemaat kepada jemaat yg lain yang membutuhkan untuk menopang pemberitaan injil di tempat lain sebagai satu tubuh dalam Yesus Kristus.

1 Korintus 16:8-9
Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Sama seperti yang Paulus contohkan bagaimana ia meskipun sedang membangun jemaat di Efesus dan mengalami banyak persoalan di sana, ia tetap memperhatikan jemaat di Korintus lewat surat ini, agar semua bagian tubuh Tuhan rapi tersusun mengarah ke Tuhan. Padahal bisa saja kan dia beralasan buat menyelesaikan masalah di Efesus dl baru memikirkan masalah di Korintus.

1 Korintus 16:17
Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu

Karena selayaknya antara satu murid dan murid yang lain harus saling melangkapi bukan saling menguras, saling menyegarkan (jadi ingat pelajaran H2O kemarin dr pak budi😋)

Dari firman Tuhan ini saya diingatkan untuk :

  1. Tidak egois dengan apa yang saya punya saat ini baik saat berlebih maupun kekurangan, saya tetap harus mendorong diri saya untuk membagikan/ memperhatikan murid/jemaat yang lain. Krn itulah fungsi saya sebagai tubuh Kristus.
  2. Kesempatan buat berbagi dan mengasihi itu tidak datang dua kali, jika hal itu datang pada saya, saya harus melakukannya tanpa menunggu keadaan saya harus baik-baik dl.
  3. Saya harus jaga hati saya untuk melihat setiap murid yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup saya itu tujuannya buat melangkapi apa yang kurang dari saya, dan itu harusnya menyegarkan hati dan pikiran saya. Demikian sebaliknya sayapun harus bisa melengkapi apa yng kurang dari murid yang lain dan bisa menyiramkan kesegaran dalam hidup mereka.

Palopo, 17-10-2020
Have a goodly weekend🤗

1 Korintus 14 – Karunia untuk membangun Jemaat, bukan untuk diri sendiri

1 Korintus 14:1-3
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Surat Paulus ini masih menyorot masalah pertemuan jemaat di Korintus, karena pertemuan itu berlangsung dengan tidak teratur dan tidak sopan/menghargai satu dengan yang lain, terlebih banyak di antara mereka yang mulai memakai bahasa roh.

1 Korintus 14:23
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

Bener sih n saya pernah di posisi orang luat itu, masuk ke sebuah gereja di tangerang yg pakai bahasa roh, kyk “samlabalabalaba”. Awalnya sih fine2 aja mikirnya paling singkat aja. Eh ternyata panjng banget n mulai risih, mereka ngomong apa sih? Kapan dijelasin artinya 😅. Dan beneran abis itu nggak ke sana lg. Sempet mikir bahasa roh gini banget yah, susah banget buat saya pahami.

1 Korintus 14:33
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Segala hal yang Tuhan karuniakan buat kita semua bukan untuk kita bisa beriman dan survive didalam Tuhan saja, tapi untuk membawa damai sejahtera di tengah jemaat dan dunia dimana kita berada.

Dari Firman Tuhan pagi ini saya belajar :

  1. Setiap karunia/talenta yg Tuhan berikan buat saya, harus saya pakai buat membangun jemaat/tubuh Tuhan, bukan untuk kepentingan saya sendiri.
  2. Belajar bernubuat yaitu mengusahakan setiap kata yang keluar dari mulut saya penuh hikmat, yang pertama-tama harus mudah dimengerti/dipahami kemudian dapat membangun, menasehati, dan menghibur setiap orang yang mendengarnya.
  3. Tuhan tidak pernah menghendaki supaya saya jadi pembawa masalah, tapi harusnya saya menjdi pembawa damai sejahtera baik di rumah, di kantor, dan di tengah2 jemaat Tuhan.

Palopo, 15-10-2020
Have a blessed day yah🤗

1 Korintus 13

1 Korintus 13:1-3
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Masih dalam ruang lingkup “pertemuan jemaat” Korintus yg banyak mendatangkan keburukan buat tubuh Kristus, Paulus berusaha menjelaskan bahwa inti dari jemaat/murid adalah kasih.
Meskipun saya punya banyak talenta tetapi tidak bisa mengutamakan kasih saat menggunakan itu, semuanya akan sia-sia, malah bisa menimbulkan perpecahan di tengah jemaat.

1 Korintus 13:4-8
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan

1 Korintus 13:9
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

Seorang sekaliber Paulus aja sadar klu pengetahuan dan nubuat yg ia punyai itu nggak bisa sempurna, hanya kasih=Tuhan yg bisa menyempurnakannya. Apalagi hanya saya😅 yg butiran debu ini. Bagaimana bs saya menyombongkan talenta yg ada pada saya n bilang klu cukup hanya itu saja, nggak harus mengasihi.

Hari ini saya diingatkan kembali akan :

  1. Pentingnya saya mengutamakan orang lain dari diri saya sendiri dengan melakukan kasih saya ke orang lain, agar saya jangan jadi pemecah di dalam jemaat Tuhan.
  2. Apapun yang ada pda saya saat ini baik itu skill ataupun kemampuan tidak akan bisa membangun jemaat Tuhan jika saya menggunakannnya tanpa kasih. Benar-benar menegur gw banget😣. Semua yg ada pda saya akan bawa saya ke kesombongan.
  3. Kasih yang tidak berkesudahan, saya harus lakukan itu dengan tidak henti.

Palopo, 14-10-2020
Have a blessed day🙏🏻

1 Korintus 11

1 Korintus 11:17-18
Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.

Di pasal ini Paulus kembali menegur jemaat Korintus akan hal lain yaitu tentang hal pertemuan/berkumpul dan memecah2kan roti seperti jemaat mula2, yang harusnya mereka bisa kompak dan menaruh hati yang sama sebagai tubuh Tuhan Yesus yg berintegrasi dan saling menopang, tapi di jemaat Korintus malah terjadi perpecahan, ada yg egois dalam melaksanakan perjamuan kudus, tidak mau saling menunggu.

Padahal di ayat sebelumnya Paulus sudah menjelaskan bahwa jika mau hidup sebagai jemaat Tuhan, yang laki-laki harus tunduk dan berusaha mengerti isi pikiran Tuhan yang adalah Kepala jemaat, sedangkan perempuan harus tunduk kepada laki-laki. Itu semua bertujuan agar tercapai ketertiban dalam jemaat Tuhan.

1 Korintus 11:27-30
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

Pertama kali mengenal perjamuan kudus, saya diajarkan bahwa saya haruslah orng yg sudah dibaptis dulu baru berhak ikut perjamuan kudus klu tidak hal itu akan mendatangkan hukuman buat saya.
Tapi setelah baca ayat ini lg, saya baru sadar bahwa bukan hanya itu yang Paulus maksudkan tapi jika saya tidak punya sikap yang benar (menguasai kedagingan saya berupa rasa lapar/haus saya, not respect others, not support others) saat ikut perjamuan Tuhan bahkan ibadah biasa artinya saya tidak respect sama Tuhan n itulah yg akan mendatangkan hukuman buat saya. It’s make me weak.

Dari Firman Tuhan ini saya diajarkan kembali :

  1. Untuk punya sikap yang benar ketika hidup berjemaat dalam Tuhan, saya harus mengerti posisi saya dan pusat pikiran saya ada di mana, yaitu Tuhan, bukan suka-suka saya.
  2. Saya harus respect ke Tuhan dengan terlebih dahulu respect ke jemaat lain, klu saya tidak bs lakukan itu boro2 bilang respect sama Tuhan yang tidak kelihatan. Buktinya sama yg kelihatan saja saya nggak bs respect.
  3. Saya mau menghilangkan ke arie-an saya agar bisa bersinkronisasi dalam jemaat dan bisa saling menopang satu dengan yang lain. Krn saya dan jemaat yang lain adalah satu tubuh/satu darah/satu gerakan.

Palopo, 12-10-2020

1 Korintus 9

1 Korintus 9:16
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Pasal ini Paulus tulis sebagai respon/pembelaan dia atas banyaknya jemaat yg mengkritik dia tentang kerasulannya dan pengupahan yg selayaknya ia peroleh. Seolah-olah Ia memberitakan injil dengan motivasi untuk upah sebagai pemberita injil, seperti jadi pendeta demi gaji pendeta. Tapi lewat surat ini Paulus menjelaskan banyak hal tentang hak-haknya dia yg seharusnya jika dibandingkan dengan pekerjaan dunia, tapi semuanya itu tidak ia pergunakan “supaya jangan sampai mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.”

Krn memberitakan injil bukanlah pilihan seperti memlih pekerjaan, itu adalah keharusan baginya. Sebagai seorang percaya yg merasakan kebaikan Tuhan sudah menjadi respon yg benar untuk juga memberitakan kebaikan itu kepda orang lain.

1 Korintus 9:19-23
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Paulus mengerti benar bagaimana Tuhan sudah memerdekakan dia, membebaskan dia untuk lakukan apa saja, tapi ia sadar untuk memberitakan Injil ia harus menyangkali diri akan kebebasan yg ia punya itu dan memikul salib pemberitaan Injil dengan jadi seorang hamba untuk semua orang. Menjadi seorang hamba bukan berarti seperti pembantu saja, tapi bagaimana ia bisa hidup seperti hidup orang lain yg ia ingin beritakan Injil itu. Mudah?? Pastinya nggak banget, seperti membuang habits yg selama ini ia hidupi dan menggantinya dengan habits hidup orang lain agar ada kesempatan memberitakan Injil kepada mereka. Like a chameleon.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Dari Firman Tuhan ini saya belajar :

  1. Saat saya memberitakan Injil ke orang lain, saya harus jaga hati saya untuk tidak bermotivasi untuk mengharapkan imbal balik dr apa yg saya lakukan itu, apapun bentuknya, apa yg saya harapkan cukup dari Tuhan saja yg adalah sang pemberi pekerjaan pemberitaan Injil itu.
  2. Sebagai seorang kristen/murid Tuhan, memberitakan Injil bukanlah pilihan tapi keharusan buat saya lakukan. Bukan seperti memilih suatu pekerjaan dulu yg seperti pendeta, baru bisa memberitakan Injil. Celakalah klu saya tidak memberitakn Injil.
  3. Makin mengerti tentang makna menyangkal diri dan memikul salib yaitu hidup seperti bunglon buat banyak orang, menjadi lues, bisa menyatu dengan banyak orang, agar saya punya kesempatan lebih buat menyampaikan Injil ke dalam hidup mereka. Dan saya mau berkomitmen buat belajar lakukan ini lg krn belakangan ini sudah tidak lakukan.
  4. Berbaur tapi tetap punya karakter Tuhan dengan terus membangun relasi pribadi dengan Tuhan.

Palopo, 09-10-2020
Have a great day

Yakobus 3

Yakobus 3:1-2
Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Kenapa penghakiman menjadi guru akan jauh lebih berat ? Karena tugas guru adalah mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Dan ini bisa menjadi pengajaran yang baik atau malah buruk. Dan masalahnya ketika pengajaran itu disampaikan lewat kata-kata baik lisan maupun tulisan, kadang meskipun apa yang dimaksudkan baik, bisa jadi tidak baik ketika jadi tangkapan orang lain.

Oleh karena itu, saat saya tau bahwa area itu sangat rawan buat terjadi kesalahan, yg harus saya lakukan adalah setiap kali ingin menyampaikan sesuatu ke orang lain baik itu pernyataan atau bahkan pengajaran, pertama-tama saya harus minta hikmat dari Tuhan, biar Tuhan yang mengendalikan mulut/lidah/jari saya seperti kuda yg dikendalikan oleh tuannya, dan tentunya belajar juga dari orang-orang yang lebih berpengalaman dan dewasa yg sudah banyak membimbing orang dr berbagai latar belakang.

So ayat ini benar-benar mengingatkan saya untuk lebih pintar, lebih berhikmat lagi menyampaikan setiap hal ke orang lain. Dan satu hal apa yang saya katakan yang berupa pengajaran, harus jg saya lakukan krn itulah yg akan jadi pengadilan saya di hadapan Tuhan.

Yakobus 3:17-18
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Dan yg kedua adalah tentang motivasi utama yang harus saya miliki setiap kali saya menyampaikan/memperkatakan sesuatu ke orang lain yaitu;

  1. Murni, tulus, tidak ada maksud lain/tersembunyi.
  2. Pendamai, tidak cari-cari masalah/mengadu satu dengan yg lain.
  3. Peramah, memakai tutur kata yang sopan dan baik.
  4. Penurut, tidak membantah ketika dikasih tau yg benar itu seperti apa.
  5. Penuh belas kasih, mencari perkataan yang bisa membuat orang lain tau klu dia berusaha dimengerti dan mau dibantu dipulihkan.
  6. Tidak memihak, tidak memihak salah satu pihak, apalagi ke diri sendiri, hanya mau mengatakan apa yang Tuhan perkatakan.
  7. Tidak munafik, apa yang saya sampaikan adalah juga yang saya benar-benar lakukan.

Palopo, 29-08-2020
Have a nice weekend to love one another with our words

Ibrani 6

Ibrani 6:4-6
Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Meskipun saat ini saya mungkin sudah melewati proses pertobatan pas belajar Firman Tuhan dan kemudian dibaptis, itu bukanlah jaminan bahwa hidup dan perjuangan saya sudah selesai. Saya nggak perlu untuk khawatir lg dengan dosa-dosa saya, sy tinggal menikmati kasih Tuhan.
Justru setelah itulah, yaitu saat sekarng ujian iman saya itu benar-benar Tuhan lihat, apakah saya bisa terus berkomitmen dengan janji saya kepada Tuhan, atau mulai mengingkarinya, mulai melupakan kasih Tuhan yang rela disalib meskipun hanya untuk saya seorang diri yg berdosa. Bagaimana? Lewat hidup sesuka saya saja tanpa peduli dengan perbuatan-perbuatan baik yang harusnya terus saya lakukan.
Sayapun mulai murtad bukan dengan tidak percaya Tuhan, tapi mulai kehilangan semngat mengasihi saya, mulai egois dan fokus pada diri saya sendiri, krn dalam berjalannya waktu ada hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan kemudian saya melimpahkan itu ke Tuhan, yg pelan2 merubah pandangan saya ke Tuhan.
Dari ayat ini saya diingatkan lg untuk bertobat, jangan sampai saya menyalibkan Tuhan Yesus kedua kalinya dengan sikap hidup saya yg responnya berlawanan dari kasih yang Tuhan berikan selama ini.

Ibrani 6:11-12
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Pengharapan di dalam Tuhan bukanlah apa yang akan saya terima, tapi dari ayat ini saya belajar bahwa sebagai seorang murid saya harus punya sikap seorang yang sudah terima janji itu, dan itu pasti krn Tuhan sendiri yang menawarkan itu pada saya ketika mau percaya dan terus lakukan iman saya dengan penuh ketekunan dan terus bersabar dan menanti sampai Tuhan sendiri yang memperlihatkan itu pada waktunya.

Ibrani 6:15
Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Abraham menjadi bapak orang beriman, karena iya sabar menantikan janji Tuhan di tengah keadaan yang tidak pasti yang sedang ia hadapi saat itu.

Saya diingatkan kembali untuk terus bersabar menantikan janji Tuhan sambil terus lakukan bagian saya sebagai seorang yang sudah mendapat kasih karunia Tuhan dengan menjaga iman saya tetap teguh dan terus belajar mengasihi orang lain sama seperti Tuhan telah dan terus mengasihi saya.

Palopo, 20-08-2020
Have a blessed long weekend
Happy vacation yah😁