1 Tawarikh 1-9 – Tuhan menyertai orang yang dikasihiNya turun temurun

Buku Tawarikh merupakan pengulangan dari buku Samuel dan Raja-Raja, dan buku ini merupakan rangkuman dari keseluruhan kitab suci orang Yahudi.

Pantes saja banyak kejadian de javu alias dah pernah kebaca sebelumnya di samuel dan raja-raja.

So dari pasal pertama sampai pasal 9, (langsung sy skip skip krn jujur agak berat buat saya menghafal nama2 yg segudang)😅 akan bercerita tentang nama-nama orang-orang dalam perjanjian lama.

Setalah membacanya, saya jadi sedikit mengerti akan garis keturunan utama yg menggambarkan perjalanan bangsa yang Tuhan pilih dan bagaimana Tuhan merawat janjiNya kepada bangsa itu sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus.

Keturunan yang dimaksud yaitu keturunan bangsa Yehuda sampai Daud yang menerima janji Tuhan

Garis keturunan yang awal adalah adam-set-enos-kenan-mahalaleel-yared-henokh-metusalah-lamekh-nuh-sam-aropakhsad-selah-eber-peleg-rehu-serug-nahor-terah-abraham.

Kemudian dari abraham-ishak-israel/yakub-yehuda-peres-hezron-ram-abinadab-nahason-salma-boas-obed-isai-daud.

Selebihnya dari pasal 4-9 banyak menceritakan tentang garis keturunan Israel yang lain alias saudara-saudara dari Yehuda.

Kemudian muncul pertanyaan dalam pikiran saya, why “yakub/israel”, knp bukan Esau?

  1. Bagian Tuhan. Otoritas Tuhan dalam memilih sama seperti saat ayahnya dipilih, bukan Ismael (kejadian 25:23)
  2. Bagian manusia. Esau sendiri memandang ringan/enteng hak kesulungannya (kejadian 25:34)

Dari saat teduh saya selama beberapa hari ini saya belajar :

  1. Segala sesuatunya berawal dari satu orang pribadi, Israel yang sering saya dengar saat ini sebagai suatu bangsa yang besar ternyata awalnya hanya satu orang yang bernama Israel/Yakub. So janji Tuhan itu tidak bersifat general (untuk orang banyak) tapi khusus kepada satu orang pribadi, tentunya berlaku buat saya secara pribadi. Dari sini juga saya makin bs melihat bagaimana hubungan yang Tuhan mau bukan bersifat umum tapi personal dengan saya dan kamu.
  2. Tuhan itu baik karena keadilannya bagaimana Ia tetap memberkati orang/bangsa lain yang bukan pilihanNya, tapi tetap setia menjaga perjanjianNya pada orang/bangsa yang kepadaNya ia berkenan.
  3. Tuhan baik kepada orang yang berkenan kepadaNya bahkan kebaikanNya akan turun ke genarasi berikutnya dr orang itu. So sayapun harus mengambil kesempatan dari sifat Tuhan yang seperti itu untuk menjaga keturunan saya ke depan dengan memulainya dari sekrang, menjaga hidup saya berkenan kepadaNya.

Palopo, 23-01-2021
Have a good weekend

Yohanes 21

Surat terakhir dari rasul Yohanes ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus menampakkan dirinya lg kepada murid2Nya.

Yohanes 21:12-14
Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Pertanyaan yg muncul dalam benak saya pas baca bagian ini,

  1. Kenapa Tuhan Yesus harus menampakkan diriNya berulang kali ?
  2. Kenapa murid2Nya tidk bertanya tapi bisa yakin klu itu Tuhan?

Jawabannya:

  1. Karena Tuhan tahu bagaimana kelemahan manusia termasuk saya dan kamu, kita gampang lupa dan kehilangan iman hanya krn dunia (mulai sibuk dengan kerjaan/merekapun mulai sibuk menjala ikan lg), itulah kenapa Tuhan 3 x berturut2 mengingatkan mereka akan iman dan pekerjaan yang mereka harus lakukan. Yesus mengajari kita bagaimana membimbing orang, dan pentingnya dibimbing, untuk terus diingatkan akan panggilan kita sebagai murid.
  2. Kenapa tanpa bertanya bereka bisa yakin bahwa itu Tuhan! Karena mereka mengenal Tuhan Yesus, klu dia Tuhan ia akan melakukan ini dan itu, itu cukup membuktikan bahwa dia Tuhan tanpa perlu memperkenalkan diri sebagai Tuhan. Saya dan kamupun harusnya punya feeling seperti murid2 ini yang bs akrab dengan sifat-sifat Tuhan, tentunya dengan personal relationship yang deep dengan Tuhan (konsisten berkomunikasi dengan doa dan baca firman).
    Belajar dr Tuhan Yesus sebagai Tuhan ia tidak perlu memperkenalkan diri sebagai Tuhan, cukup lakukan hal-hal yang harusnya dilakukan oleh Tuhan, dengn begitu muridnyapun bisa sadar dan tau klu Dialah itu. Sebagai muridNya, sayapun harusnya tidak perlu memperkenalkan diri saya sebagai seorang murid kepada orang lain, saya cukup lakukan hal-hal yang seharusnya seorang murid Tuhan lakukan di hadapan orang lain.

Yohanes 21:20
Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

Wow pada bagian ini Yohanes menggunakan kata ganti orang ketiga sebagai “murid yang dikasihi Yesus” untuk menggambarkan dirinya dalam kejadian itu. Dia bisa punya iman yang begitu yakin bahwa ia begitu dikasihi oleh Tuhan. Saya diyakinkan kembali bahwa harusnya keyakinan seperti itulah yang saya miliki sebagai murid Yesus. Harusnya itu yang membuat saya selalu bisa percaya diri (be confidence as disciple of God).

Palopo, 20-01-2021
Have a great day
You are beloved one

Yohanes 20

Bagian ini menceritakan bagaimana kebangkitan Tuhan Yesus yang disaksikan oleh 3 saksi yaitu Maria Magdalena dan 2 murid Yesus yg lain. Ada 3 respon yang saya lihat dari para Murid Tuhan Yesus:

Yang pertama;
Yohanes 20:9-10
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Ini respon dari Simon Petrus dan salah satu murid yang lain, bukan sedih, khawatir atau gundah melihat mayat Yesus tiba-tiba menghilang, kemudian sibuk mencarinya, mereka malah langsung pulang seperti tidak terjadi apa-apa, krn mereka bisa mengerti bahwa sesuatu yang dijanjikan/dikatakan Tuhan sedang terjadi saat itu dihadapan mereka. Mereka meresponnya dan mengerti hal itu dengan cepat karena mereka tahu isi kitab suci yang selama ini mereka dengar dari Tuhan

Yang kedua;
Yohanes 20:11-12
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Maria magdalena masih belum mengerti dengan kejadian itu dan masih menganggap bahwa mayat Tuhan Yesus hilang krn perbuatan orang sehingga ia sangat bersedih.
Mungkin krn cewek yah jadi perasaan kasihnya lebih menonjol dari pikirannya, and then dia dikuasai oleh feelingnya itu dan kebenaran itu tidak sampai kepadanya.

Yang ketiga
Yohanes 20:24-25
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Respon Tomas yang sama sekali tidak percaya dengan pemberitaan murid-murid yang lain tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Ia butuh bukti dl baru bisa percaya. Tipikal orang yang sangat kritis dan logic yah.

Pertanyaannya, apa yang membuat ketiga jenis murid ini punya respon yang berbeda-beda menanggapi kebangkitan Tuhan?? Padahal mereka sama-sama murid Yesus!

Menurut saya, yang membedakan mereka adalah tingkat percaya mereka kepada Kitab Suci, perkataan Tuhan Yesus;

  1. Petrus begitu akrab dan percaya akan Kitab Suci/ kata-kata Tuhan Yesus sehingga baru kali pertama lihat kejadian itu iya langsung “ngeh” teringat akan Firman yang Tuhan Yesus sampaikan.
  2. Maria terlalu dikuasai oleh feelingnya/perasaannya sehingga tidak ada kesempatan pikirannya untuk menjangkau kebenaran Firman Tuhan yang sudah ia dengar sebelumnya.
  3. Tomas, percaya Firman tapi harus dengan bukti dl.

Dari Firman Tuhan ini saya diingatkan kembali bagaimana tingkat kepercayaan saya akan Firman Tuhan akan sangat menentukan bagaimana respon saya dalam menjalani hidup saya sebagai Murid Tuhan, saya harus lebih memprioritaskan pengenalan/pengertian saya akan Firman Tuhan di atas feeling saya dan apa yang saya lihat.

Palopo, 19-02-2020
Have a good day

Yohanes 19

Bagian ini menceritakan bagaimana Tuhan Yesus sudah diserahkan kepada Pilatus sebagai gubernur Yudea yg menjadi perwakilan kekaisaran romawi di Yerusalem.

Yohanes 19:10-12
Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Yesus menjawab: “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.” Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar.”

Awalnya saya melihat sosok Pilatus ini sebagai orang yang lumayan baik yah bagaimana saat ditegur Tuhan tentang kuasa yang ia miliki, bukannya marah malah berusaha melepaskan Tuhan Yesus, tapi setelah beberapakali membaca bagian ini saya baru sadar klu sosok Pilatus ini bukan seperti itu, tapi ia adalah orang yang sangat takut kepada ancaman manusia. Why ?

Yang pertama, alasan dia berusaha membebaskan Yesus bukan krn tertegur oleh kata2 Yesus tapi krn takut klu klu Yesus tau/kenal siapa atasan Pilatus, hal itu terlihat dari kalimat “kuasa itu tidak diberikan padamu dari atas”.

Yang kedua, walaupun dalam posisi itu katakutannya makin bertambah ketika ia diancam oleh orang Yahudi diadukan ke Kaisar.
Yang pada akhirnya memperlihatkan bagaimana ia sangat takut kehilangan jabatannya dan mungkin jg nyawanya daripada mempertimbangkan kebenaran yang ia temukan saat memeriksa pribadi Tuhan Yesus.

Dari hal ini saya belajar :

  1. Menomorsatukan takut akan Tuhan dari pada ancaman yang diberikan oleh manusia/lingkungan/keadaan, artinya saya harus lebih mempertimbangkan/mencari kebenaran daripada pandangan orang, terlebih dalam dunia kerjaan, sama2 memeriksa pihak lain, saya harus mengedepankan faktor kebenaran yang saya temukan daripda perkataan orang lain.
  2. Belajar dr Tuhan Yesus untuk tidak takut dengan orang lain jika saya sudah lakukan bagian saya yaitu lakukan yang benar karena toh manusia tidak punya kuasa apa2 jika tidak diberikn oleh Tuhan. Sedangkan Tuhan sendiri adalah pribadi yg suka yg bener. So saat lakukan yg benar, Tuhan ada dipihak saya bukan pihak yg lain.

Yohanes 19:28-30
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci :”Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Dari bagian ini saya makin percaya klu Yesus itu benar-benar Tuhan, bukan krn salib dan siksaan itu yang membuat Ia kehilangan nyawanya, tapi krn Ia sendiri yang menyerahkannya.
Alasannya krn tugasNya dari Bapa sudah selesai semua. Ia sudah menggenapi semua yg tertulis dalam kitab Suci yang sudah ada sebelumnya tanpa cacat (baca Mazmur 22 & Mazmur 69:21).
Jika saya murid Tuhan sayapun harus menduplikasi ini dan melakukan tugas saya sebagai murid sampai selesai.

Palopo, 18-01-2021
Have a great day 🤩

2 Korintus 11

2 Korintus 11:2&4
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus…. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

Sekali lagi Paulus berusaha mengambil hati jemaat Korintus dari pelayan-pelayan Palsu yang selama ini mereka lebih agungkan dari Paulus. Karena penampilan mereka lebih baik dari penampilan paulus saat melayani. Tapi sekali lagi bukan untuk dirinya, tapi untuk mengembalikan Hati mereka pada pengajaran yang benar akan Tuhan Yesus.

Dan yang mengejutkannya ialah para pengajar palsu ini bukannya memberitakan sesuatu bukan Yesus, tapi mereka tetap memberitakan Yesus, tapi yesus yg lain. Bukan Yesus seutuhnya, mirip seperti pengajaran yang memblow up masalah percaya saja cukup, kristus hanya sebatas berkat saja, tidak ada konsekwensi atas dosa, semakin banyak berbuat dosa maka akan semakin banyak diampuni jg, dll. Padahal jadi murid tidak sebatas itu.
Trus bagaimana saya bs membedakan ini Yesus yang benar dan ini yang salah?
Saya harus punya personal relationship bersama Tuhan Yesus lewat doa dan baca Firman Tuhan setiap hr, sama kyk untuk mengenal seseorang pasti saya akan PDKT dan bangun komunikasi setiap hr.

2 Korintus 11:7-8
Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!

Ia kembali menunjukkan kapasitas dirinya di hadapan Allah dan di hadapan mereka sebagai jemaat bahwa tidak seperti rasul-rasul palsu td yang menerima banyak bayaran dari mereka untuk memberitakan yg bukan Yesus, selama ini Paulus tidak pernah membebani mereka dalam memberitakan Injil Tuhan, saking memprioritaskan mereka iapun tidak segan buat meminta pertolongan ke jemaat lain untuk kelancaran pelayanannya di Korintus.
Harusnya lewat hal itu meraka bisa melihat bagaimana tulusnya pelayanan Paulus demi membangun hubungan mereka dengan Tuhan.

2 Korintus 11:12-14
Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.

Meskipun harus mengalami keadaan tidak diterima oleh jemaat yang ia bangun sendiri, Paulus tetap mau mengasihi mereka agar tidak ada kesempatan buat iblis buat menunggangi jemaat saat mereka jauh dari Tuhan lewat pengajar-pengajar palsu yang datang seolah2 kawan sekerjanya Paulus, padahal bukan, mereka hanya mencari keuntungan dari jemaat yang “bodoh” yang jg sabar terhadap orang yang “bodoh jg”. Karena iblispun datang sebagai malaikat Terang.

Dari Firman Tuhan pagi ini syaa belajar dr sikap Paulus dan jemaat Korintus bahwa:

  1. Sayapun pernah menjdi orang kristen yang “bodoh”. Menjadi kristen tapi nggak punya relasi personal dengan Tuhan Yesus, cukup datang ke gereja setiap minggu, melayani, kasih persembahan. Jadinya apapun yang diajarkan digereja saya terima begitu saja tanpa pemahaman yang benar. Mirip kyk sebagian ornag korintus ini. Tapi setelah diajarin cara membangun hubungan personal dengan Tuhan lewat study bible sypun jd bisa melihat Tuhan Dengan cara yang berbeda. I can feel God more personally.
  2. Menjadi murid Tuhan berarti tidak sebatas percaya klu Tuhan Yesus itu Tuhan dan mengampuni dosa saya, tapi sayapun harus melihat bahwa ia punya ekspektasi kepada syaa buat melakukan bagian saya untuk membantu orang lepas dari dosa mereka dengan menerima Tuhan.
  3. Punya inisiatif/proaktif buat menghubungi orang-orang yang butuh Tuhan (emang ada yang nggak butuh Tuhan?) Semuanya butuh.

Selayar, 30-10-2020
Have a blessed friday

2 Korintus 8 – Kaya dalam Kemurahan

2 Korintus 8:2-4
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

Kali ini Paulus menceritakan bagaimana kondisi jemaat Makedonia dimana ia berada (saat surat 2 Korintus ditulis). Dimana meskipun mereka jauh lebih miskin dari jemaat di Korintus, tapi mereka bisa memberikan sumbangan kepada orang kudus yang ada di Yerusalem. Bukan hanya memberi karena diminta, tapi tanpa dimintapun mereka malah mendesak buat ambil bagian dalam pemberian itu buat bantu orang Yahudi di Yerusalem yg lagi kesusahan berat.

2 Korintus 8:7-8
Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini. Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.

Karena jemaat Korintus sepertinya sudah bebal disuruh ini dan itu dan nggak ngerti maksud nasehat-nasehat Paulus tentang pelayanan kasih kepada jemaat yang lain, kali ini Paulus menesehati mereka dengan cara yang berbeda yakni memberikan contohan pelayanan kasih yang dilakukan jemaat yang lain yaitu Makedonia. Dengan tujuan untuk menguji keiklasan hati mereka untuk mau memberi.

2 Korintus 8:9
Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Hal inilah yang menjadi alsan utama bagi seorang murid Tuhan ketika ia melakukan pemberian, bukan krn kelebihan, bukan karena kewajiban or perintah, tapi karena murid harus mengikuti teladan gurunya yaitu Tuhan Yesus.

Tujuannya adalah agar Tubuh Tuhan yaitu jemaat menjadi seimbang.
2 Korintus 8:14
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Dari Firman Tuhan pagi ini saya belajar dari jemaat Makedonia :

  1. Mau melatih diri saya untuk terus ambil bagian dalam melayani murid yang lain yaitu memberi apa yang ada pada saya untuk mereka yang sedang berkekurangan.
  2. Saat saya lakukan itu saya harus jaga motivasi saya murni karena ingin mencontoh/ lakukan seperti apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan, bukan karena saya berlebih atau karena ini perintah/kewajiban saya sebagai murid Tuhan.
  3. Selain belajar dr Tuhan sayapun harus banyak belajar dr murid2 yang lain yang meskipun jauh lebih kekurangan dari saya tapi mereka tetap mau memberikan yang terbaik buat orang lain, itu bisa bantu hati saya untuk terdorong lakukan hal yang sama.

Palopo, 27-10-2020
Have a blessed day🙏🏻

2 Korintus 2

2 Korintus 2:4
Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.

Paulus menuliskan surat keduanya ini dengan sangat bersedih hati karena melihat respon jemaat di Korintus atas surat pertama yg ia sampaikan ke sana. Bagaimana Paulus dinilai bukan sebagai seorang rasul krn keadaan fisik yg ia alami.
Tapi luar biasanya Paulus nggak menyerah atas mereka, ia tetap mau mengasihi mereka dan menunjukkan / mempertegas kasihnya lewat setiap ungkapan dalam suratnya yg kedua ini. Inilah cara yang Paulus lakukan untuk membereskan keadaan yg ia alami dan jemaat Korintus. Bagaimana dengan saya dan kamu?

2 Korintus 2:10-11
Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, seandainya ada yang harus kuampuni, maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Paulus menegaskan bahwa ketika ada hal pertentangan baik antara ia dan jemaat disana atau antara jemaat yg satu dengan yang lain, haruslah mereka saling berinisiatif mengampuni bukan krn faktor pribadi yang sanggup mengampuni tapi krn Kristus juga mengampuni.
And then Paulus jg mengingatkan bahwa musuh kita sebagai pengikut Kristus bukan lagi satu sama lain melainkan iblis.

2 Korintus 2:17
Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Paulus terus mengetuk hati jemaat disana bahwa yang ia lakukan itu murni krn ia mengasihi mereka, bukan untuk keuntungan ia pribadi seperti pemimpin jemaat yng sedang dipuja di Korintus saat Paulus tidak di sana. Tidak ada satupun Firman yang ia manfaatkan buat orang melihat kepribadiannya, tapi semua hal yang ia sampaikan untuk membantu orang melihat Tuhan.

Dari surat Paulus pagi ini saya belajar :

  1. Untuk mengasihi orang tanpa syarat (responnya harus baik dl), ketika saya dinilai tidak baikpun bagian saya tetap mengasihi bahkan berusaha mencari cara menjelaskan sebagaimana saya mengasihi dia, tidak tinggal diam. (Itulah proses rekonsiliasi)
  2. Menjaga hati saya jangan sampai saya tidak suka orang karena apa yang ia lakukan, sebaliknya saya harus tetap mengasihi pribadinya dan membenci tindakannya saja, karena iblislah yang harusnya jadi fokus saya untuk saya lawan, not people.
  3. Fokus saya adalah membawa hati orang buat melihat pribadi Tuhan setiap kali saya memperkatakan Firman, bukan malah punya motivasi buat saya kelihatan hebat/awesome krn itu. Jika mereka melihat sayanya, berarti saya sedang di posisi mencari keuntungan dari Firman Tuhan.

Palopo, 20-10-2020
Have a great day yeah 💪🏻

1 Korintus 16

1 Korintus 16:1
Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.

Bagian akhir dari surat Paulus yang pertama kepada jemaat Korintus ini mengajak jemaat disana untuk tidak self fokus, tapi mau membagikan berkat yang ada pada mereka sebagai suatu jemaat kepada jemaat yg lain yang membutuhkan untuk menopang pemberitaan injil di tempat lain sebagai satu tubuh dalam Yesus Kristus.

1 Korintus 16:8-9
Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Sama seperti yang Paulus contohkan bagaimana ia meskipun sedang membangun jemaat di Efesus dan mengalami banyak persoalan di sana, ia tetap memperhatikan jemaat di Korintus lewat surat ini, agar semua bagian tubuh Tuhan rapi tersusun mengarah ke Tuhan. Padahal bisa saja kan dia beralasan buat menyelesaikan masalah di Efesus dl baru memikirkan masalah di Korintus.

1 Korintus 16:17
Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu

Karena selayaknya antara satu murid dan murid yang lain harus saling melangkapi bukan saling menguras, saling menyegarkan (jadi ingat pelajaran H2O kemarin dr pak budi😋)

Dari firman Tuhan ini saya diingatkan untuk :

  1. Tidak egois dengan apa yang saya punya saat ini baik saat berlebih maupun kekurangan, saya tetap harus mendorong diri saya untuk membagikan/ memperhatikan murid/jemaat yang lain. Krn itulah fungsi saya sebagai tubuh Kristus.
  2. Kesempatan buat berbagi dan mengasihi itu tidak datang dua kali, jika hal itu datang pada saya, saya harus melakukannya tanpa menunggu keadaan saya harus baik-baik dl.
  3. Saya harus jaga hati saya untuk melihat setiap murid yang Tuhan ijinkan hadir dalam hidup saya itu tujuannya buat melangkapi apa yang kurang dari saya, dan itu harusnya menyegarkan hati dan pikiran saya. Demikian sebaliknya sayapun harus bisa melengkapi apa yng kurang dari murid yang lain dan bisa menyiramkan kesegaran dalam hidup mereka.

Palopo, 17-10-2020
Have a goodly weekend🤗

1 Korintus 14 – Karunia untuk membangun Jemaat, bukan untuk diri sendiri

1 Korintus 14:1-3
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Surat Paulus ini masih menyorot masalah pertemuan jemaat di Korintus, karena pertemuan itu berlangsung dengan tidak teratur dan tidak sopan/menghargai satu dengan yang lain, terlebih banyak di antara mereka yang mulai memakai bahasa roh.

1 Korintus 14:23
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

Bener sih n saya pernah di posisi orang luat itu, masuk ke sebuah gereja di tangerang yg pakai bahasa roh, kyk “samlabalabalaba”. Awalnya sih fine2 aja mikirnya paling singkat aja. Eh ternyata panjng banget n mulai risih, mereka ngomong apa sih? Kapan dijelasin artinya 😅. Dan beneran abis itu nggak ke sana lg. Sempet mikir bahasa roh gini banget yah, susah banget buat saya pahami.

1 Korintus 14:33
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Segala hal yang Tuhan karuniakan buat kita semua bukan untuk kita bisa beriman dan survive didalam Tuhan saja, tapi untuk membawa damai sejahtera di tengah jemaat dan dunia dimana kita berada.

Dari Firman Tuhan pagi ini saya belajar :

  1. Setiap karunia/talenta yg Tuhan berikan buat saya, harus saya pakai buat membangun jemaat/tubuh Tuhan, bukan untuk kepentingan saya sendiri.
  2. Belajar bernubuat yaitu mengusahakan setiap kata yang keluar dari mulut saya penuh hikmat, yang pertama-tama harus mudah dimengerti/dipahami kemudian dapat membangun, menasehati, dan menghibur setiap orang yang mendengarnya.
  3. Tuhan tidak pernah menghendaki supaya saya jadi pembawa masalah, tapi harusnya saya menjdi pembawa damai sejahtera baik di rumah, di kantor, dan di tengah2 jemaat Tuhan.

Palopo, 15-10-2020
Have a blessed day yah🤗

1 Korintus 13

1 Korintus 13:1-3
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Masih dalam ruang lingkup “pertemuan jemaat” Korintus yg banyak mendatangkan keburukan buat tubuh Kristus, Paulus berusaha menjelaskan bahwa inti dari jemaat/murid adalah kasih.
Meskipun saya punya banyak talenta tetapi tidak bisa mengutamakan kasih saat menggunakan itu, semuanya akan sia-sia, malah bisa menimbulkan perpecahan di tengah jemaat.

1 Korintus 13:4-8
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan

1 Korintus 13:9
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

Seorang sekaliber Paulus aja sadar klu pengetahuan dan nubuat yg ia punyai itu nggak bisa sempurna, hanya kasih=Tuhan yg bisa menyempurnakannya. Apalagi hanya saya😅 yg butiran debu ini. Bagaimana bs saya menyombongkan talenta yg ada pada saya n bilang klu cukup hanya itu saja, nggak harus mengasihi.

Hari ini saya diingatkan kembali akan :

  1. Pentingnya saya mengutamakan orang lain dari diri saya sendiri dengan melakukan kasih saya ke orang lain, agar saya jangan jadi pemecah di dalam jemaat Tuhan.
  2. Apapun yang ada pda saya saat ini baik itu skill ataupun kemampuan tidak akan bisa membangun jemaat Tuhan jika saya menggunakannnya tanpa kasih. Benar-benar menegur gw banget😣. Semua yg ada pda saya akan bawa saya ke kesombongan.
  3. Kasih yang tidak berkesudahan, saya harus lakukan itu dengan tidak henti.

Palopo, 14-10-2020
Have a blessed day🙏🏻