Yesaya 51 – Respon hati yang mencari Tuhan

Yesaya 51:1-2
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.

Kapan saya memiliki tujuan hidup yang benar? Yaitu saat saya mau mencari Tuhan dengan segenap hati. Hal inilah yang bisa menolong dan menguatkan saya untuk punya semangat dalam melakukan pencarian itu, yakni saat saya bisa bersyukur akan kuasa Tuhan dalam proses penciptaan saya, kuasanya jugalah yang telah memanggil saya yang bukan apa-apa ini menjadi seseorang yang dikasihiNya.

So, Respon hati yang bs selalu bersyukur seperti itulah yang bisa bantu saya untuk punya api / semangat yg konsisten mencari Tuhan setiap hari.

Yesaya 51:4-5
Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa. Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.

Respon kedua ialah Fokus pada suara Tuhan, memperhatikan suara Tuhan, Firman Tuhan yang adalah pengajaran dan hukum Tuhan bagi setiap orang yang mau percaya kepadaNya. Hanya daripadaNyalah datang keselamatan bagi setiap orang yang mau percaya dan mau taat pada hukumNya.

Yesaya 51:7
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.

Respon ketiga adalah keep the word of God in my heart perkataan Tuhan yang saya perhatikan itu jangan hilang begitu saja tp saya harus menympan pengajaran/Firman Tuhan itu dalam hati saya. Pengajaran Tuhan tidak hanya sampai pada pemahaman/pikiran saya saja tapi hal itu tertanam kedalam hati sya dan tumbuh keluar lewat cara saya menjalani hidup sehari-hari. Hal ini bukanlah hal mudah bagi saya, pasti banyak gagalnya tp bagian saya adalah terus lakukan sampai bisa.

Yesaya 51:9&17
Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan, hai tangan TUHAN! Terjagalah seperti pada zaman purbakala, pada zaman keturunan yang dahulu kala! Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab, yang menikam naga sampai mati?

Respon keempat, ialah menjaga perkataan Tuhan/terjaga/stay allert, karena setiap hari adalah peperangan dengan kedagingan saya dan hal-hal buruk diluar sana, jangan sampai kasih saya menjadi dingin.

Yesaya 51:12-13
Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput, sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kepanasan amarah orang penganiaya, apabila ia bersiap-siap memusnahkan? Di manakah gerangan kepanasan amarah orang penganiaya itu?

Respon kelima adalah punya rasa takut yang benar kepada Tuhan dan tidak lupa kepadaNya, hanya karena himpitan masalah atau takut pada manusia, karena semenakutkan apapun keadaan/sesama saya, mereka tetaplah ciptaan yang sama seperti saya. Tuhan tetap lebih berkuasa dari mereka.

Thing to do : belajar setiap hari untuk punya kelima respon hati yang seperti ini.

Makassar, 14-03-2020
Jaga terus apinya, jangan sampai kendor untuk Tuhan. 🔥

Yesaya 48

Yesaya 48:1
Dengarlah firman ini, hai kaum keturunan Yakub, yang menyebutkan dirinya dengan nama Israel dan yang adalah keturunan Yehuda, yang bersumpah demi nama TUHAN dan mengakui Allah Israel tetapi bukan dengan sungguh-sungguh dan dengan tulus hati

Tuhan tau segala sesuatu bahkan yang tersembunyi sekalipun, meskipun bangsa Israel adalah umat pilihan Tuhan dan mereka mengakui Tuhan menjadi Tuhan mereka, tapi Tuhan tau klu didalam hati mereka tidak bersungguh-sungguh akan hal itu. So meskipun saya merasa menjadi orang pilihan Tuhan dan mulut dan pikiran saya mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya, itu tidaklah cukup, hati saya harus mengatakan yg sama dengan seganap dan tulus hati, bukan karena kewajiban atau dorongan dr orang lain, tapi karena kasih saya kepada Tuhan.

Yesaya 48:3-5
Firman TUHAN: “Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu, Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan. Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu, maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya.

Tujuan utama Tuhan membukakan banyak rahasia kehidupan dalam FirmanNya adalah agar saya yang tegar tengkuk/sering ragu dan keras kepala ini jadi tau hal apa saja yang Tuhan sudah dan sedang kerjakan dalam hidup saya dan sayapun makin percaya klu tiada satupun yang terjadi disekitaran saya diluar kontrol Tuhan. He is almighty One.

Yesaya 48:9-10
Oleh karena nama-Ku Aku menahan amarah-Ku dan oleh karena kemasyhuran-Ku Aku mengasihani engkau, sehingga Aku tidak melenyapkan engkau. Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Aku akan melakukannya oleh karena Aku, ya oleh karena Aku sendiri, sebab masakan nama-Ku akan dinajiskan? Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain!”

Sekali lagi Tuhan mengingatkan saya dan km bahwa bukan karena apa yang kita perbuat sehingga membuat Tuhan begitu mengasihi kita. Tidak ada hubungan sebab akibat yang bisa mempengaruhi kasih Tuhan kepada hidup kita, tapi karena pribadi Tuhan sendiri yang membuat Tuhan melakukan semuanya itu. Diingatkan lagi tentang salah satu hal yang tidak bisa Tuhan lakukan yaitu Ia yang maha bisa itu tidak akan bisa untuk tidak mengasihi saya dan kamu.

Begitu juga belajar tentang proses didikan yang Tuhan pakai adalah proses didikan kesengsaraan, ujian demi ujian yang beratlah yang Tuhan hadirkan dalam hidup saya yang bisa bantu saya untuk lebih punya hidup yang murni dihadirat Tuhan.

Yesaya 48:18-19
Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Inilah janji Tuhan kepada kamu dan saya hari ini, janji yang luar biasa akan Tuhan yang akan menyediakan segala sesuatu asal saya dan kami mau untuk memperhatikan perintah-perintahNya.

Dari Firman Tuhan ini saya makin diingatkan untuk :

  1. Punya hati yang lebih tulus dan bersungguh-sungguh lagi mengakui Tuhan sebagai Tuhan dalam segala hal yang Tuhan sedang percayakan pada sya.
  2. Tidak tegar tengkuk/angin-anginan akan iman percaya saya akan kuasa Tuhan, karena melihat apa yang Tuhan sudah/sedang kerjakan dengan luar biasa dalam hidup saya.
  3. Tidak bermegah diri akan apa yang berhasil saya lakukan/pertahankan, bukan itu yang menentukan Tuhan mengasihi saya atau tidak, tapi karena emang itulah karakter Tuhan, yang perlu saya jaga adalah saya sendiri tidak membentengi diri saya dari kasih Tuhan dengan dosa-dosa saya.
  4. Lebih memperhatikan lagi setiap perintah Tuhan secara detail dan lebih dalam agar hikmat Tuhan benar-benar bisa menuntun hidup saya kearah yang Tuhan mau dan juga Tuhan akan menjaga hidup saya dengan itu.

Sorowako, 11-03-2020
Have a good night🙏🏻

Yesaya 46 – Tuhan Setia dan Pencemburu

Yesaya 46:3-5
“Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama?

Sekali lagi Firman Tuhan kali ini membukakan bahasa kasih setia Tuhan yang lain dalam mengasihi umatNya yaitu lewat Dukungan/menegakkan dan Junjungan/membawa mereka sejak mereka masih dlm kandungan sampai seterusnya . Ayat ini dan 2 ayat sebelumnya juga menjadi penegasan dari Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang tidak bisa dibandingkan dan disamakan dengan apapun termasuk dewa-dewa yg ada pada masa itu yang pada dasarnya tak berdaya dan merupakan buatan tangan manusia yang tidak memiliki kuasa apa-apa.

Yesaya 46:9-11
Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

Sama seperti pasal sebelumnya, ayat ini makin mempertegas bagaimana kehendak Tuhan, rancangan Tuhan tidak dapat berubah/tertunda/tidak terwujud, Tuhan pasti akan melaksanakan apa yang Ia sudah perkatakan, Ia Tuhan yang setia dalam perkataanNya. Jika saya percaya Tuhan, maka pertama2 sayapun harus percaya FirmanNya.

Dari Firman Tuhan ini,

  1. saya makin bisa merasakan kasih setia Tuhan yang luar biasa kepada setiap orang yang dikasihinya, sayapun percaya bahwa saya juga termasuk didalamnya yang mengalami dukungan dan tuntunan Tuhan sampai saat ini, begitupun juga kedepannya sampai semua rencana Tuhan tergenapi dalam hidup saya, tidak ada satapun perbuatan saya yang bisa menghentikan proses itu, karena kasih Tuhan luar biasa.
  2. saya bisa meraskaan Tuhan yang setia dalam perkataanNya, Tuhan yang berkomitmen dalam setiap yang Ia ucapkan pasti akan terlaksana. Sayapun harus belajar untuk punya karakter seperti itu yang setia dalam setiap hal yang saya ucapkan benar-benar berupaya untuk syaa lakukan.

Palopo, 09-03-2020
He always be Our Almighty God

Yesaya 45 – Dia Tuhan yang tak pernah/akan gagal

Yesaya 45:1-4
Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.

Koresh atau dalam bahasa inggrisnya dikenal sebagai Cyrus the great yang mendirikan Kekaisaran Persia. Ia mendapat banyak kemenangan dalam pertempuran dan menguasai tiga kerajaan besar yaitu; Media, Lydia dan Babilonia. Hal itu terjadi bukan karena koresh memang orang hebat karena sebelum semua hal itu terjadi ia hanyalah pejabat biasa di Iran. Tapi karena ada Tuhan yang memakai dia sehingga terjadi hal luar biasa dalam hidupnya. Tujuannya bukan agar hidupnya makin baik, tapi agar koresh tau siapa Tuhan dan ….

Yesuya 45:13
Akulah yang menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan, dan Aku akan meratakan segala jalannya; dialah yang akan membangun kota-Ku dan yang akan melepaskan orang-orang-Ku yang ada dalam pembuangan, tanpa bayaran dan tanpa suap,” firman TUHAN semesta alam.

Lewat kekuasaan yang diperoleh oleh koresh nanti, bisa ia pakai untuk mengembalikan orang-orang Israel yang ada dalam pembuangan, kembali ke tanah air dan dapat membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Bahkan orang yang bukan dari keturunan Yakub sekalipun, yang juga tidak mengenal Tuhan, bisa dengan mudah dipakai Tuhan untuk melakakan rencanaNya dalam penyelamatan bangsa yang dikasihiNya.

Yesaya 45:9-10
Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!” Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: “Apakah yang kauperanakkan?” dan kepada ibunya: “Apakah yang kaulahirkan?” Beginilah firman TUHAN, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel: “Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepada-Ku mengenai anak-anak-Ku, atau memberi perintah kepada-Ku mengenai yang dibuat tangan-Ku?

Melihat apa yang Tuhan perbuat lewat koresh, membuat saya mengerti dengan bagian ayat ini, memang suatu hal yang sia-sia bagi seorang ciptaan berbantah/protes/melawan penciptanya. Jika seorang tukang jahit merancangkan suatu kain akan dibuat menjadi baju untuk dipakai sebagai baju maka pasti akan jadi baju, tidak mungkin jadi celana, klupun ada hal yang membuat kain itu tidak pas jadi baju maka penjahit pasti akan merombak kain itu lagi dengan menambahkan/mengurangkan jahitan atau tambalan sampai pada akhirnya bisa menjadi sebuah baju.

Yesaya 45:23
Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa

Dari saat teduh saya malam ini saya belajar mengenal Tuhan lewat cara Dia yang luar biasa memakai koresh untuk melakukan kehendakNya, sayapun makin percaya kalau saat Tuhan merancangkan sesuatu tidak ada satupun hal yang bisa membatalkan rencana itu, termasuk rencana Tuhan dalam hidup saya, tidak ada kuasa yg saya punya untuk membuat itu gagal. Jadi yang perlu saya lakukan adalah nurut dan lakukan apa yang jd kehendakNya, mulai membiasakan diri untuk tidak gampang berbantah/ngomel/bersungut-sungut akan keaadaan yang sedang saya alami, tapi lebih berusaha melihat respon seperti apa yang Tuhan mau saya lakukan didalam keadaan sya itu, keep positive.

Sayapun makin bisa melihat bagaimana Tuhan adalah pribadi yang setia akan perkataan/firmanNya, kesetiaan yg dimateraikan dengan sumpah kepada diriNya klu Firman yang sudah Ia perkatakan tidak bisa diubah apalagi dibatalkan.


So apapun yang tertulis dalam Alkitab yang setiap hari saya baca 100 % mutlak/pasti akan terjadi, baik saya ikut ambil bagian atau tidak. Yang menjadi bagian saya saat ini adalah selalu setia mencari Tuhan dan setia lakukan apa yang Tuhan ajarkan setiap hari.

Palopo, 08-03-2020

Yesaya 41

Yesaya 41:2-4
Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui jalan yang belum pernah diinjak kakinya. Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.

Firman Tuhan ini kembali menegaskan tentang kuasa Tuhan yang sanggup melakukan dan mengerjakan setiap hal didunia ini hingga semuanya bergerak sesuai dengan kehendakNya, mulai dari hal-hal yang kecil/sederhana sampai persitiwa besar. Semuanya dalam kendali Tuhan.

Demikian halnya dengan hidup saya dan kamu hari ini, meskipun kelihatannya bahwa setiap hal yang terjadi saat ini adalah akibat/konsekwensi dari apa yang saya lakukan/putuskan diwaktu yang lalu, namun ada satu kuasa yang lebih besar yang mengendalikan semua itu yaitu kuasa dan rancangan Tuhan yang pastinya tidak akan pernah meleset dan gagal hanya karena apa yang saya perbuat. Tuhan berkuasa penuh akan setiap hal dalam hidup saya dan kamu hr ini dan seterusnya.

Yesaya 41: 6-7
Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: “Kuatkanlah hatimu!” Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: “Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang.

Setelah tau hal itu, respon saya sebagai murid Tuhan haruslah percaya. Saat berada dimasa sulit untuk percaya saya harus punya komunitas yang bisa saling menguatkan hati/iman saya akan hal itu.

Yesuya 41:9-10
“Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Ini adalah pernyataan kasih yang Tuhan sampaikan kepada Israel, bagaimana Tuhan benar-benar mau menjaga hidup mereka dari sejak awal dan sampai kapanpun, yang Tuhan mau hanya hati mereka (israel) terus terpaut kepada Tuhan dan percaya akan rancangan dan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka.

Pernyataan inipun tidak hanya berlaku untuk bangsa Israel, tapi kepada saya dan kamu juga, asal kita mau percaya dan bergantung pada rancangan Tuhan. Tuhan tak akan pernah ingkar.

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Things to do :

  1. Percaya dan mengimani klu Tangan Kuasa Tuhan selalu siaga dan bekerja dalam setiap fase hidup saya. Bukan apa yang sudah saya lakukan yang membuat saya seperti sekarang, tapi krn Tuhan tidak tinggal diam dan terus bekerja dalam hidup saya sehingga saya bisa ada sebagaimana saya yg skrng ini.
  2. Selalu mau berpaut dan bergantung pada Tuhan dalam setiap kondisi yang saya alami setiap hari karena Tuhanlah satu-satunya tempat pertolongan yang tidak pernah berubah, Ia setia dan penuh kasih.

Palopo, 04-03-2020
Apapun yang kita alami saat ini KUATKAN HATIMU terus percaya TUHAN TIDAK AKAN MENYERAH KEPADA KITA.

Yesaya 40

Yesaya 40:6-8
Ada suara yang berkata: “Berserulah!” Jawabku: “Apakah yang harus kuserukan?” “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Yesaya 40:18-19 & 25
Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya… Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.

To do list :

  • Memiliki kerendahan hati untuk mau tunduk pada pimpinan Tuhan, karena tau dan sadar klu sya dan semua yg ada disekitar saya bukanlah apa2, hanya seperti rumput, sekarang ada besok bisa tidak ada, so ngapain bergantung pada hal seperti itu, berbeda dengan Firman Tuhan yg telah dan akan bertahan sampai selama2nya.
  • Belajar untuk semakin mengenal Tuhan dan kuasaNya, sehingga saya bisa semakin jelas melihat sberapa dominan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup saya. Bukan hal yg lain.

Palopo, 3-3-2020
Have a good night🙏🏻

Yesaya 39

Yesaya 39:2
Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, segenap gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.

Setelah Hizkia sembuh, ia didatangi oleh utusan raja babel yang membawa sebuah surat dan hadiah untuk merayakan kesmbuhan Hizkia.
Adapun respon dari Hizkia yang sedang bersukacita adalah dengan bangganya mememerkan seluruh kepunyaannya. Hizkia jadi tidak wise dnegan itu, ia menjadi seorang yang tinggi hati/sombong dan lupa meninggikan Tuhan yang memberikan semua itu.

Yesaya 39:8
Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Benar saja, ia bahkan menanggapi Firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi sebagai sesuatu yang biasa saja, sudah tidak ditanggapi serius lg seperti waktu Yesaya menyampaikan kabar kemariannya.

Doa:
Thank you Tuhan untuk setiap berkat yang Engkau titipkan kepada saya yang sebenarnya tidak pantas ini, ajar saya untuk selalu beryukur dan punya respon hidup yang rendah hati/humble.

Things to do:

  1. Harus menjaga sikap/respon saya akan berkat yang Tuhan titipkan, jangan sampai dengan iu justru membuat saya lupa dengan Tuhan yg memberikan itu dangan tujuan supaya saya makin menuliakanNya.
  2. Selalu menanggapi serius akan setiap Firman Tuhan yang saya dengar dan pelajari.
  3. Tidak egois dengan keputusan yang saya ambil, jangan melihat keuntungan jangka pendek tp saya juga harus mempertimbangkan efek jangka panjang dan dampaknya buat orang lain.

Palopo, 02-03-2020
Have a nice day
Jangan kalah sama virus, ingat Tuhan kita jauh lebih berkuasa dan sanggup menjaga kita

Yesaya 38 – Hidup yang menggerakkan hati Tuhan

Yesaya 38:1
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Gimana rasanya yah lagi sakit trus tiba-tiba ada orang lain yg bilang klu bentar lagi saya akan mati, mungkin akan terdengar bercanda aja klu yg ucapin itu seorang teman saya, tapi bagaimana klu yg ngucapin itu adalah seorang dokter? Saya akan lebih percaya akan diagnosa itu dan mulai merasa khawatir. Nah yg mengatakan ini ke Hizkia adalah seorang nabi yg ucapannya pasti 100% akan kejadian, pasti lebih gawat lagi. Udah nggak ada peluang salah diagnosa dan tidak ada lg mukjizat kesembuhan, udah divonis mati.

Yesaya 38:2-3
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

Inilah respon yg dilakukan Hizkia, ia tidak give up gt aja, tidak pasrah akan vonis itu, ia mau tetap lakukan apa yang ia percayai dengan datang meminta kepada Tuhan. Ia datang dengan hati dan perasaan yang benar-benar hancur. Ia berusaha membujuk Tuhan bukan dengan kata-kata saja tapi manbujuknya dengan sikap hidup dia yang selama ini setia, tulus hati, dan baik dimata Tuhan.

Yesaya 38:4-6
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.

Wow, luar biasa yah bagaimana jawaban Tuhan akan doa Hizkia, bukan hanya membataljan vonis matinya dalam waktu setahun kedapan, Tuhan malah memberikan 15 tahun lg (Tuhan yg menjamin itu), dan juga perlindungan bangsanya dari penjajah yaitu Asyur.

Things to do:

  1. Apapun vonis/keadaan yang saya hadapi, respon pertama saya harus datang meminta kepada Tuhan dengan sikap yang merendahkan diri sepenuhnya, bukan berusaha mencari solusi sendiri.
  2. Selalu berusaha untuk hidup di hadapan Tuhan dengan setia dan dengan tulus hati serta selalu berusaha melakukan apa yang baik di mata Tuhan, bukan mata manusia. Karena hanya itulah satu-satunya nilai tawar yang bisa mengubah keputusan Tuhan akan hidup saya. Rancangan Tuhanpun bisa dirubah dengan sya lakukan apa yang Tuhan suka.

Doa :
Terima kasih Tuhan engkau telah membukakan satu contohan iman yang luar biasa dari seorang Hizkia, yang bisa menyentuh hatiMu dengan hidupnya yang benar dimataMu. Ajari, tuntun, tegur saya juga untuk bisa terus datang kepadaMu setiap saat sambil menjaga nilai tawar saya yakni hidup yang setia dan tulus hati.
Didalam namaMu yg penuh kuasa, Tuhan Yesus, Amin.

Makassar-Palopo, 01-03-2020
Welcome March 🙏🏻 always be with me, God

Ezra 9

Ezra 9:3
Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah aku tertegun. Lalu berkumpullah kepadaku semua orang yang gemetar karena firman Allah Israel, oleh sebab perbuatan tidak setia orang-orang buangan itu, tetapi aku tetap duduk tertegun sampai korban petang.

Sekali lagi melihat beban yang berat yang harus Ezra emban, ketika Ezra diperhadapkan pada situasi yang benar-benar menggoncang akal sehat dan hatinya, bagiamana pengenalanNya akan Tuhan membuat dia merasa hancur ketika mendapati bangsa yang ia jaga ini malah berbalik tidak setia sama Tuhan, mereka melakukan kekejian dimata Tuhan dengan melakukan perkawinan campuran yang Tuhan larang.

Ezra 9:9-10
Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem. Tetapi sekarang, ya Allah kami, apa yang akan kami katakan sesudah semuanya itu? Karena kami telah meninggalkan perintah-Mu

Dengan pengenalan akan Tuhan membuat ia semakin rendah hati dan sadar bagaimana penyertaan Tuhan selama inilah yang membuat bangsanya tetap bertahan sampai saat ini. Bahkan saat-saat terburuk yang mereka lalui tetap ada Tuhan disana yang tidak meninggalkan mereka.

Ezra 9:15
Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.”

Saat semakin menganal kasih yang Tuhan berikan, semakin membuat Ezra ketakutan untuk berdiri berhadapan dengan Tuhan, karena ia sadar bahwa klu dosa yang bangsanya lakukan itu diadili dnegan adil, sudah barang tentu mereka semua dimusnahkan.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Saat saya semakin bisa mengenal bagaimana probadi Tuhan Yesus, saat itulah saya justru harusnya makin bersyukur karena tidak ada satu kuasapun yang mampu menolong saya dari dosa-dosa yang sya perbuat selain dari kasih dan kemurahan Tuhan saja.
  2. Punya hati seperti Ezra yang benar-benar hancur ketika tau saya sedang mengecewakan Tuhan dengan sikap hidup saya dan mau berusaha utuk kembali lagi membangun relasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya dengan Tuhan yang mengasihi saya.

Palopo, 10-01-2020
Have a good night 🙏🏻

Ezra 8

Ezra 8:21-23
Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami merendahkan diri di hadapan Allah kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: “Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia.” Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami.

Meskipun Ezra adalah seorang pilihan raja dan yang Tuhan percayakan untuk membimbing bangsa Israel kembali ke Yerusalem, ternyata ia tetaplah manusia, ia tetap memiliki rasa khawatir dan takut akan hal buruk yang akan dihadapi rombongan mereka ditengah jalan menuju Yerusalem.

Perjalanan Ezra pun tidaklah mudah, mungkin bukan hanya Ezra yang khawatir, tapi semua rombongannyapun pasti khawatir, apalagi mereka banyak membawa isian perbendaharaan rumah Tuhan, mereka adalah sasaran empuk bagi perampok ditengah jalan karena lima bulan bukanlah perjalanan yg singkat.

Iman Ezra diuji dalam keadaan ini, bagaimana ia memilih untuk tetap percaya kepada Kuasa Tuhan yang ia kenal lewat hukum-hukumNya. Dibanding kekhawatiran yang menghantuinya secara perkiraan manusiawi. Apalagi bagaimana ia harus punya sikap yang bisa membangun kepercayaan yang sama didalam hati semua rombongan yang bersmaa dengan dia.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Kekhawatiran itu memang wajar kok, bahkan orang sekaliber Ezrapun bisa khawatir, tapi pembelajarannya bukan fokus kepada itu, tapi kepada respon Ezra ditengah rasa khawatirnya, ia tetap mau melanjutkan iman yang ia percayai dengan berpuasa untuk memohon penyertaan Tuhan.
  2. Belajar untuk punya sikap dan karakter yang bisa jadi contohan orang lain tentang iman saya yang tetap percaya pada Tuhan meskipun dalam keadaan sulit, lagi ditengah ujian. Belajar untuk punya karakter seorang yang berpengharapan penuh pada Tuhan.

Palopo, 09-01-2020
Have a good night🙏🏻