Matius 21

Matius 21:19
Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

Dari ayat ini saya belajar bagaimana pohon ara yang kelihatannya udah masuk musim buah, tapi Tuhan temukan tidak berbuah sama sekali, Tuhan buat pohon ara itu jadi kering.

Matius 21:31-32
Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

Trus yang kedua tentang anak yang melakukan kehendak bapanya, dimana anak bungsunyalah yang melakukannya. Ia yang melakukan kehendak bapanya karena meskipun diawalnya tidak mau, kemudian muncul rasa penyesalan dan jadi kemudian berangkat mengerjakan kebun anggur ayahnya.

Dari kedua bagian ayat ini saya diingatkan kembali akan panggilan saya sebagai seorang murid Tuhan :

  1. Untuk jadi hamba Tuhan, bukan hanya pendeta saja, tapi saya pun punya tanggung jawab untuk mengajarkan/menginjili orang lain tentang Tuhan. Dari situlah Tuhan bisa melihat buah yang saya hasilkan dan bisa memetik dan tetap memlihara pohon hidup saya.
  2. Pertobatan setiap saat, karena bukan lagi masalah siapa yang punya hak sulung maupun yang bungsu, tapi apakah saya bisa menyesali sikap membangkang saya kepada Tuhan dan berbalik menyangkal diri untuk mengusahakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan.

Ibrani 5:12-14

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Palopo, 22-05-2020

Matius 20

Matius 20:29-34
Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.

Ada dua orang buta yang mendengar Tuhan Yesus akan lewat di dekat mereka. Mereka dalam kondisi buta, berarti mereka tidak melihat bagaimana Tuhan itu.

Keadaan kedua orang ini sama seperti saya dan kamu jg hari ini yang hanya bisa mendengar tentang Tuhan tapi tidak bisa melihat bagaimana Tuhan itu.

Apa yang mereka lakukan? Berseru kepeda Tuhan.
Langsung terdengar/terjawab ? Tidak
Bahkan banyak orang yang menegur mereka untuk diam.
Trus mereka diam? Tidak, mereka tidak peduli dengan teguran orang banyak itu, mereka makin keras berseru, karena suara orang yang berteriak menegur mereka makin bising.

Bagaimana dengan saya?
Seruan saya selama ini apakah sama seperti seruan orang buta ini kepada Tuhan!
Suara seruan dari hati yang penuh rasa putus asa dan sangat berharap, last breath/last chance, klu sampai seruan mereka nggak didengar waktu itu, dan Tuhan lewat begitu saja, sudah tidak ada lg harapan buat mereka bisa sembuh.

Apakah keadaan sekitar saya baik bisa merubah hati saya dalam berseru kepada Tuhan? Jujur sangat bisa.
Makin lama seruan dalam doa saya tidak dijawab Tuhan bisa buat saya berpikir ulang untuk mendoakan yang sama.
Bagaimana respon orang yang saya doakan pun bisa mempengaruhi keyakinan saya dalam mendoakannya.

Tapi beda dengan keyakinan orang buta ini, mereka malah semakin keras, semakin bersungguh-sungguh berseru/berteriak sama Tuhan agar suara mereka bisa lebih keras dari kebisingan sekitar mereka, agar teriakan mereka bisa sampai ke telinga Tuhan.

Saya belajar dr kedua orang buta ini

  1. Untuk berseru/berteriak kepada Tuhan dengan sikap hati yang penuh rasa putus asa akan ketidakmampuan saya tanpa bantuan Tuhan, dan berharap pada Tuhan sebagai satu-satunya tempat dan kesempatan saya untuk sembuh dari cara hidup saya yang salah dan dosa-dosa saya.
  2. Makin banyak tekanan dan keadaan yang membuat saya putus harapan harusnya membuat saya makin keras berteriak sama Tuhan agar suara saya lebih kedengaran dari suara-suara yang lain yang pada akhirnya suara saya ini bisa sampai ketelinga Tuhan.
  3. Jaga kekudusan hidup saya dan terus berdoa,berseru kepada Tuhan. Karena hati Tuhan itu sangat mudah loh untuk tergerak oleh belas kasihan. Titik masalahnya adalah apakah suara saya bisa tersampaikan ke telinga Tuhan.

Palopo, 21-05-2020

Matius 19

Matius 19:8-9
Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”

Sekali lagi Tuhan dicobai oleh “orang” Farisi tentang perceraian, boleh atau tidak, bagi mereka hal itu boleh saja karena menurut mereka Musa pun mengizinkan hal tersebut. Padahal mereka tidak mengerti alasan Musa melakukan hal itu. Mereka mengamini sebagian kutipan firman Tuhan tanpa terlebih dahulu mengerti maksud dari keseluruhan Firman itu.
Justru karena ketegaran/kekerasan hati dari mereka sendirilah memaksa Musa melakukan tindakan itu alias udah nggak bisa dikasih tau yg bener lg.

How about me? Apakah saat ditegur pembimbing saya bisa paham dan langsung berbalik, atau tetap lakukan sampai orang lainpun jadi masa bodoh dan membiarkan apa yang saya lakukan itu.

Matius 19:23-24
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Sama seperti pelajaran ibadah 2 minggu kemarin tentang God vs Mammon, ayat ini lebih menagaskan lagi bahwa di mana hartamu berada di situ hati saya. Bukannya orang kaya mustahil masuk surga, hanya sukar/susah saja, karena Tuhan tau klu kuasa mammon itu susah ditaklukkan oleh kedagingan saya sebagai manusia.

Matius 19:30
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Ikut Tuhan itu bukan masalah siapa yg jadi murid paling awal, atau sudah jadi murid berapa tahun, tapi ikut Tuhan itu tentang siapa yg bisa tetap setia sampai waktu ya Tuhan bilang “engkau telah menyelesaikan perjalanan panjangmu” dan di situlah saya bisa memperoleh apa yang Tuhan janjikan.

Things to do:

  1. Saat saya baca Firman Tuhan, saya harus melihat keseluruhan dari maksud Tuhan karena jika saya salah mengerti, saat itupun saya sebenarnya lagi mencobai Tuhan
  2. Belajar untuk peka akan pengajaran yang benar, jangan sampai saya jadi orang yang tidak mampan ditegur lg.
  3. Belajar jadi bendahara uang yang baik, karena itu bisa bantu saya melihat apa yang saya miliki saat ini hanya sebagai titipan sehingga hati sayapun tidak bergantung/fokus sama uang/mammon itu.
  4. Tetap setia sampai Tuhan memanggil saya kembali. Tetap rendah hati dan melihat bahwa Tuhanlah yang mengatur segala sesuatunya.

Palopo, 20-05-2020

Matius 17

Matius 17:17
Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Pada bagian ini diceritakan bagaimana seseorang datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya, tidak hanya itu, ternyata sebelum datang kepada Yesus, ia sudah terlebih dahulu datang kepada murid Tuhan dan mereka tidak berhasil menyembuhkannya. Dan ayat diatas adalah respon Tuhan terhadap mereka.

Apakah yang dimaksud angkatan yang tidak percaya disini adalah orang itu atau murid-murid Yesus?

Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Memang orang itulah yang Tuhan maksud sebagai orang yang tidak percaya.
Tapi disaat yang sama, penyebab mukjizat kesembuhan itu tidak terjadi karena murid-murid yang menyembuhkan kurang percaya.
Jadi tidak ada perbedaan antara seorang yang tidak percaya dan kurang percaya.

Matius 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka

Dari bacaan ini saya belajar :

  1. Hal-hal yang luar biasa terjadi bukan karena apa yang orang lain bisa lakukan buat hidup saya tapi diawali dari saya yang mau percaya.
  2. Percaya penuh sama Tuhan/tidak suam-suam kuku karena saat saya kurang percaya saat itu saya tidak ada bedanya dengan orang yang tidak mengenal Tuhan.
  3. Menjaga hidup dan tindakan sya agar jangan jadi batu sandungan/penghalang orang lain buat mau mengenal Tuhan.

Palopo, 17-05-2020

Matius 16

Matius 16:15-17
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Matius 16:23-25
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Melihat 2 bagian ayat diatas sangat kontras, padahal keduanya adalah respon dr 1 orang tentang Tuhan, yaitu respon dari Petrus yang merupakan murid paling dekat kepada Tuhan.
Petrus tau bahwa Yesus itu Tuhan tapi ia tidak mengerti apa yang akan Yesus lakukan sebagai Tuhan.

Sayapun sering ada dikeadaan yang sama seperti Petrus, saya memang percaya klu Yesus itu Tuhan dan Juruselamat saya, tapi kadang saya tidak membuka diri terhadap apa yang sanggup Tuhan kerjakan dalam hidup saya dengan kapasitasNya sebagai Tuhan. Saya memilih membatasi/menarik Yesus ke samping hidup saya daripada membiarkanNya melakukan apa yang sudah Dia siapkan untuk saya. Dalam keadaan inilah yang membuat saya menjadi orang yang tidak bisa berubah meskipun percaya Tuhan.

Dari saat teduh ini saya belajar lagi tentang:

  1. Tujuan saya membangun hubungan personal dengan Tuhan lewat belajar FirmanNya adalah untuk melatih hati dan pikiran saya condong/terhubung dengan apa yang dipikirkan Tuhan. Yang berarti makin menjauh dr pemikiran-pemikiran dasar saya sebagai manusia dan referensi dunia.
  2. Kerendahan hati untuk tidak membatasi/menarik Tuhan dari hidup saya, tapi mau mendorong diri saya untuk lakukan dan ikuti apa yang Tuhan ajarkan, baik lewat Firman Tuhan maupun pembimbingan.
  3. Perubahan hidup yang akan saya alami sangat tergantung pada seberapa terbukanya saya dengan Kuasa/tindakan Tuhan.

Palopo, 16-05-2020

Matius 15

Matius 15:22-28
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Sempat berpikir dalam dengan jawaban Tuhan Yesus, bahwa Ia diutus hanya untuk domba Israel yang hilang. Trus bagaimana dengan saya yg bukan keturunan orang Israel!
Yang kedua, sayapun bertanya-tanya, emang tidak salah yah Tuhan memakai istilah yang kasar seperti “anjing” untuk menunjukan posisi seorang perempuan Kanaan yang datang meminta belas kasihan!

Dari pertanyaan itu saya mulai baca beberapa referensi dan mendapati klu memang orang-orang Yahudi zaman itu menganggap orang-orang Kanaan lebih rendah dari mereka, dan menjuluki mereka sebagai “anjing”.
Dan saat itu sebenarnya Tuhan Yesus tidak menggunakan kata anjing yang biasa atau dalam artian kasar. Namun, Dia menggunakan suatu bentuk diminutivenya (tiruan yg dikecilkan) , yaitu: “KUNARION” yang menunjuk kepada anjing rumahan sebagai binatang kesayangan. Mungkin buat doggie lover bisa lebih relate lg dengan panggilan ini, kebetulan saya lebih ke cat lover sih😆.
Jadi Tuhan Yesus menghilangkan sengatan dari panggilan itu dan perempuan itupun dapat merasakankannya.

Jadi Tuhan melakukan ini hanya untuk menguji iman perempuan tersebut. Dan ternyata respon dia “Yes it is, Lord,” she said. “Even the dogs eat the crumbs that fall from their master’s table.”

Trus bagaimana dengan saya yg bukan keturunan Israel seperti perempuan Kanaan ini punya porsi yang sama saat menantikam Tuhan Yesus, Ilustrasi yg saya dapat ini sangat bantu saya :
Seorang raja menyediakan makan malam bagi putra-putranya. Sementara mereka makan daging yang terhidang, raja ini memberikan tulang-tulang kepada anjing, tetapi karena putra-putranya tidak menyenangkan hati sang Raja, maka diberikannya daging yang terhidang kepada anjing-anjing.
Demikianlah ketika bangsa Israel melakukan kehendak Allah, mereka makan sehidangan di meja Allah dan pesta itu disediakan bagi mereka, serta sisa-sisa makanan diberikan kepada bangsa lain, tetapi saat mereka tidak melakukan kehendak Allah, maka pesta itu diberikan buat bangsa lain termasuk segala makanan yang ada.

Dari saat teduh ini saya belajar untuk :

  1. Tidak ragu akan kasih Tuhan, tidak peduli bagaimana latar belakang sya, asal usul saya dari mana, Kasih Karunia Tuhan juga berlaku bagi saya yang penting saya bisa lakukan kehendak Bapa diSorga
  2. Belajar untuk memiliki karakter seperti perempuan kanaan ini yang menerima julukan itu dan tidak menjadi tersinggung. Sayapun ketika ditegur dengan keras tidak lantas menjadi kepahitan yang buat saya kecewa dan meninggalkan Tuhan tapi harusnya membuat saya tetap datang kepada Tuhan dengan berani tetapi jg sadar akan posisi saya dan meminta dengan penuh kerendahan hati.

Palopo, 15-05-2020

Matius 14

Matius 14:1-2
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: “Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Pas baca bagian ini saya baru sadar klu bukan hanya tentang bagaimana peristiwa Herodes membunuh Yohanes, tapi ternyata ini tentang seorang yang salah melihat bagaimana Yesus itu. Ini terjadi bukan hanya kepada Herodes, tp murid-murid Yesus pun diayat 26 melihat Yesus sebagai sosok hantu di atas air.
Pertanyaannya, bagaimana saya melihat Tuhan Yesus hari ini?
Informasi apa yang saya terima tentang Tuhan Yesus ?
Hal-hal apakah yg membentuk Tuhan Yesus dalam hati dan pikiran saya! Dari sumber yang benarkah atau dari sumber yang tidak benar. Dari pemahaman yang benarkah atau dari pemahaman yg ala kadarnya.
Benarkah saya menganggap Tuhan Yesus itu sebagai Tuhan sebagaimana yang sharusnya sosok Tuhan atau hanya sebatas Tuhan menurut apa yang bs saya terima , misalkan hanya sebatas Tuhan yang bisa menyedikan apa yang saya perlukan!

Matius 14:13-14
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan “hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi”. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Baru sadar klu ternyata disinipun Tuhan sedang nunjukin contohan proses penyangkalan diriNya. Awalnya Tuhan sangat “ingin” mengasingkan diri ketempat yang sunyi, klu kita sekarang kyk pengen me time yah. Tapi ketika hendak mau melakukan itu ternyata di tengah prosesnya Ia malah bertemu dengan orang lain dan membatalkan niatNya karna hatiNya tergerak untuk memilih mengasihi orang-orang itu ketimbang pergi mengasingkan diri.

Matius 14:29-31
Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Tangan Tuhan tidak akan pernah terkambat untuk menolong murid-murid yang dikasihiNya, bahkan sekalipun mereka masih kurang percaya.

Dari saat teduh saya pagi ini saya belajar untuk :

  1. Jangan salah kaprah tentang sosok Tuhan. Melihat Tuhan secara total sebagaimana Tuhan adanya, bukan berdasarkan apa yang saya inginkan tentang Tuhan, bukan apa yang bisa saya terima tentang Tuhan, tapi berdasarkan bagaimana Tuhan ingin dikenal dan lewat apa Dia ingin di kenal, yaitu Firman yang Ia berikan kepada saya.
  2. Bisa melihat sosok Tuhan Yesus klu iapun sebagai manusia juga punya keinginan untuk me time. Tapi Ia memilih untuk lakukan kasihNya drpada keinginanNya ini. Sayapun harus terus belajar untuk lakukan ini, jujur tidak mudah apalagi di masa-masa pandemi ini yang kita dituntut untuk di rumah saja, zona nyaman banget buat rebahan aja.
  3. Mengerti kasih Tuhan yang teramat bagi saya. Bahwa tanganNya yg penuh kuasa akan selalu tepat waktu menolong saya ketika saya percaya kepadaNya, bahkan sekalipun saya lg mengecewakanNya. Dan itulah yang harusnya mendorong saya untuk selalu mau berbalik kepadaNya meskipun saya jatuh berulang kali.

Palopo, 14-05-2020

Matius 13

Matius 13:19-23
Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak MENGERTINYA, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak BERAKAR dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Bagian ayat ini sudah sangat sering saya baca dan dengarkan, dan dulu saya melihat ayat ini sebagai suatu keadaan dimana ada 4 orang yang berbeda-beda dalam penerimaan Firman Tuhan, dan saya harus kaitkan dengan diri saya, saya adalah orang yg mana? yg pertama yg dirampas kebenarannya atau orang yang terakhir yg bisa berbuah banyak!

Tapi kemudian setelah saya membaca ini bolak balik, saya malah berpikir klu ini bukan tentang 4 orang yang berbeda yg menggsmbarkan karakter saya dalam penerimaan Firman Tuhan tapi ini adalah sebuah proses yang benar dalam saya mengerti maksud Tuhan.
Saya tidak akan bisa menjadi pribadi nomor 4 tanpa terlebih dahulu survive di tahapan 1 sampai dengan 3.

Jadi dari ayat ini saya bisa mengerti apa yang harus saya lakukan dalam proses saya mau berbuah :

  1. Mendengar kemudian mengerti, saya tidak hanya harus punya waktu untuk mendengar firman Tuhan setiap hari, tapi juga harus bs mengerti apa yg saya baca itu, apa maksudNya. Setiap kali saya membaca saya bisa makin mengerti sosok Tuhan dan diri saya.
  2. Mengerti kemudian berakar, saat saya bisa mengerti Fiman Tuhan, apakah saya makin bisa mengandalkan Firman Tuhan layaknya akar yg mencekram ketanah, saya harus bisa mecari keyakinan yg makin dalam tentang alasan saya percaya sama Tuhan.
  3. Berakar kemudian tahan uji, saya tidak akan bisa dikatakan percaya jika hidup saya selalu berjalan dengan baik-baik saja, sebagaimana Bapa mengijinkan Tuhan Yesus untuk dicobai, demikian juga saya harus mengalami pencobaan dl baru bisa makin berakar, makin tahan uji, makin mengerti kasih Tuhan.
  4. Tahan uji kemudian berbuah. Dan inilah hasil akhirnya yg Tuhan janjikan yaitu saya bisa berbuah baik karakter saya ketika saya bisa mengenal diri saya sendiri trus mau berubah karena tau Tuhan mau saya lakukan itu. Maupun buah eksternal saya yaitu mengasihi orang lain. Yang pasti kita dirancang untuk tidak memiliki buah yg sama antara satu dengan yg lain, bisa aja saya yg seratus kali lipat or hanya yg 30 kali lipat saja.
  5. Jadi saat saya mau menjalani hidup murid saya dengan segenap hati, harusnya membuat saya bisa siap dan mau menjalani proses ini.

Palopo, 13-05-2020

Matius 12

Matius 12:14-15
Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. (12-15b) Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.

Matius 12:19-21
Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

Melihat bagaimana respon yg Tuhan berikan kepada orang-orang yang berniat membunuh Dia. Mengingatkan saya sekali lagi bagaimana Tuhan berfirman bahwa janganlah sekali-kali mencobai Allah. Tuhan memberikan contohan bagaimana saya harus memiliki hikmat melihat situasi di sekitar saya. Meskipun saya mampu tidak lantas membuat saya mengnggunakan akan sehat saya yg Tuhan sudah anugrahkan kepada saya. Termasuk juga saat-saat sekarang ini yang dmana kita diminta untuk berhikmat dalam membantu pemerintah menangani pandemi virus ini.

Matius 12:43-45
“Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Dari saat teduh saya pagi ini saya kembali diingatkan untuk :

  1. Tidak sombong dengan sok tidak takut pada segala sesuatu, tapi sama seperti Tuhan Yesus yg melihat tujuan yg lebih besar dan menghindari suatu hal yang dapat merugikan/ menghalangi tujuan utamaNya. Dan makin belajar untuk tidak mencobai Allah.
  2. Menjaga sikap saya agar tidak mudah berbantah dan reaktif kepada orang lain karena dari sanalah orang terlihat buah/karakter saya seperti apa. Jika tidak bisa jadi berkat saya jangan jd batu sandungan buat orang lain.
  3. Terus mengisihi hari2 saya dengan kebenaran Tuhan, krna meskipun saat ini saya baik, jika hati saya blm penuh dengan Tuhan, akan ada ruang yang iblis/keinginan saya sendiri pakai untuk membuat saya kembali kekehodupan saya yang dulu, bahkan sangat bisa menjadi lebih parah lagi.

Palopo, 12-05-2020

Matius 11 – Berkat yang mendorong ke pertobatan

Matius 11:21-22
“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Sangat tertegur dengan ayat pendek ini, bagaimana klu kata kota ini diganti menjadi nama saya/kita !

Celakalah engkau arie! Celakalah engkau …….! Karena jika orang lain yang menerima mujizat-mujizat yang telah terjadi padamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan orang lain itu akan jauh lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Ini sama kayak perumpamaan talenta yang Tuhan kasih, semakin banyak saya terima maka semakin banyak pula akan saya pertanggungjawabkan.

Dari ayat ini saya benar-benar diingatkan akan apa yang Tuhan harapkan ketika banyak memprovide hidup saya. Yaitu agar saya tidak berpuas diri dan jadi nyaman dengan itu, tapi harusnya keadaan itu membuat saya semkin giat dan bersemangat dalam melakukan pertobatn saya dan berkabung dengan bagian hidup saya yang tidak menyenangkan hati Tuhan.

Tidak ada yg mustahil, Tuhan sudah membertahukan hal yg bisa menolong saya dlm lakukam pertobatan saya itu yakni dengan datang meminta dan mengandalkan kekuatan/ pertolongan dari Tuhan, krn daripadaNyalah ada jalan keluar.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Palopo, 11-05-2020