Matius 8

Matius 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Saat memikirkan bagaimana cara orang kusta ini meminta kepada Tuhan untuk disembuhkan, saya jadi belajar dari sikap hatinya yang meminta bukan apa yang ia mau tapi meminta kemurahan hati Tuhan. Begitu juga harusnya sikap hati saya dalam berdoa dan meminta kepada Tuhan, bukan lagi seperti orang yg memerintah Tuhan untuk lakukan seperti apa yang saya pikirkan/mau, “ya Tuhan tolong ini tolong itu”, kadang sampai ngotot jg. Tapi belajar untuk lebih melihat siapa saya dan siapa Tuhan dengan merendahkan diri saya lebih lagi bahwa apapun yang saya minta tergantung dari kemauan Tuhan. Meskipun saya mau ini dan itu, tapi biarlah yang terjadi nanti sesuai dengan apa yang Tuhan mau.

“Tuhan, jika Tuhan mau, Tuhan dapat menyembuhkan aku dari kesombonganku”

Dengan punya hati dan cara meminta yg seperti ini jg akan bantu saya semakin percaya klu Tuhan sangat mampu melakukan segala sesuatu hanya masalah hal itu dikehendakiNya atau tidaklah yg menentukan hal itu terjadi atau tidak.

Like Jesus said “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Matius 8:8-9
Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Belajar dr hati perwira ini yang dengan penuh kerendahan diri sangat percaya akan kuasa Tuhan.

Dari saat teduh ini saya makin belajar untuk punya sikap yang benar dihadapan Tuhan dan makin mengerti klu Arie harus seperti apa ketika datang meminta kepada Tuhan. Selain suatu hubungan yang begitu dekat dengan Tuhan, seperti seorang anak yang meminta kepada papanya, Arie jg harus punya siapkan hati dan pikiran yang serendah-rendahnya dihadapan Tuhan yang adalah tuan dan saya seorang budak, dan meminta dengan penuh rasa takut dan percaya, bukan agar apa yang saya minta harus terjadi tapi agar apa yang saya minta dan doakan Tuhan bermurah hati untuk mendengar dan membuatnya terjadi sesuai yg Tuhan mau.

Tambahan :

Matius 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Pas baca bagian ini jujur saya sempat bertanya2 kenapa tidak boleh menyebarkan kesembuhannya kepada orang lain tp harus kepada imam dl!! Karena emang seharusnya itu yang dilakukan oleh seorang yg sembuh dari Kusta sebagimana di (Imamat 14)

Makin amazing lg lihat respon Tuhan, meskipun ia sanggup melakukan segala sesuatu, tapi Ia selalu melakukan persis seperti yang ia Firmankan, tidak kurang tidak lebih.

Palopo, 08-05-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.