Yesaya 36-37

Yesaya 36:4-7
Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini?โ€ฆ Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah!

Tiba saatnya Raja Asyur maju untuk menyerang Yehuda, tapi bukan raja asyur sendiri yang turun tangan, ia memakai seorang perantara untuk menyampaikan maksudnya kepada Raja Hizkia. Ayat inilah salah satu kalimat yang disampaikan itu, ia mempertanyakan alasan Hizikia tidak menyerah saja dan takluk kepada raja Asyur, padahal tidak ada satupun yang bisa menolong Yehuda dr tangan Asyur. Hal itu didukung oleh banyaknya bukti bangsa lain yang takluk dibawah Asyur.

Yesaya 36:18
Jangan sampai Hizkia membujuk kamu dengan mengatakan: TUHAN akan melepaskan kita! Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur?

Dalam pandangan raja Asyur, suatu kebodohan untuk Yehuda bergantung pada bangsa Mesir yg kekuatannya tidak seberapa dibanding Asyur, apalagi hanya mengandalkan Tuhan, yg menurut versi mereka sama dengan allah-allah bangsa lain yng tidak punya kuasa untuk menyelamatkan bangsanya dan berhasil mereka singkirkan.

Yesaya 37:18-20
Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan semua bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN.”

Inilah respon/jawaban Iman Hizkia ketika tau Allahnya dihinakan oleh seorang raja Asyur itu, meskipun ia sendiri melihat dan mengakui kekuatan Asyur yang besar, tp pengenalannya akan Tuhan yang ia sembah jauh lebih kuat. ia tau klu Tuhan itu berbeda dari allah-allah lain yang berhasil Asyur bakar, krn Tuhan mencipatakan segala sesuatu sedangkan mereka hanyalah buatan tangan manusia.

Yesaya 37:26-27
Bukankah telah kaudengar, bahwa Aku telah menentukannya dari jauh hari dan telah merancangnya dari zaman purbakala? Sekarang Aku mewujudkannya, bahwa engkau membuat sunyi senyap kota-kota yang berkubu menjadi timbunan batu, sedang penduduknya yang tak berdaya menjadi terkejut dan malu; mereka menjadi seperti tumbuh-tumbuhan di padang dan seperti rumput hijau, seperti rumput di atas sotoh, atau gandum yang layu sebelum ia masak.

Karena banyaknya keberhasilan dan penaklukan yang ia alami, raja Asyur menjadi sangat angkuh dan tidak sadar klu keberhasilannyapun adalah rancangan Tuhan, bukan karena dia hebat.

Benar saja setelah itu, setelah berhasil memancing cemburu Tuhan, hanya butuh semalam untuk memunahkan semua pencapaian Asyur.

Things to do:

  1. Jangan sombong hanya karena pencapaian yang Tuhan titipkan kepada saya, apalagi sampai membuat saya merasa tidak butuh Tuhan lg.
  2. Percaya klu kuasa Tuhan itu jauh lebih hebat dari segala keadaan buruk yang bisa membuat saya merasa insecure.
  3. Jaga hati dan prioritas saya setiap hari, jangan sampai sikap dan tindakan saya membuat Tuhan cemburu.

Doa:
Terima kasih Tuhan karena sekali lagi Engkau mengingatkan saya untuk tidak khawatir akan setiap tantangan hidup yang sedang saya alami saat ini, karena ada Engkau yang selalu memastikan hidup saya berada dalam rancanganMu yang luar biasa. Hancurkan setiap tingkah dan sikap saya yang angkuh yang lebih memilih bergantung pada kekuatan manusia dari pada KuasaMu.
Remukkan setiap bagian hidup saya yang tidak elok dimataMu, ketika masih ada yang tertinggal buatlah semakin berakar ke bawah (kapadaMu) dan menghasilkan buah ke atas.
Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin๐Ÿ™๐Ÿป.

Makassar, 29-02-2020
Selamat hari kabisat๐Ÿ™๐Ÿป
Last day on February

Yesaya 35

Yesaya 35:3-4
Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

Kemarin belajar tentang masa/waktu dimana Tuhan menuntut balas kepada bangsa yang melawan Sion, Tuhan memperlihatkan kesetiaanNya kepada bangsa yang dikasihiNya.

Dari bacaan saya hari ini saya diingatkan lagi untuk optimis, jangan tawar hati/ragu/bimbang akan janji Tuhan, mungkin saat ini kelihatan staknan atau bahkan seperti akan jadi jauh lebih buruk tapi itu hanya sementara, akan ada waktu/masa dimana Tuhan akan membalikkan keadaan yang buruk itu menjadi jauh lebih baik, karena janjiNya tidak pernah Ia Ingkari, Tuhan sendiri yang selalu mau datang untul menjumpai saya dan mengingatkan itu.

Yesaya 35:5-7
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.

Ketika waktu itu tiba, banyak hal yang mustahil (diluar pikiran/perhitungan saya) yang akan Tuhan buat terjadi. Yang perlua saya lakukan adalah menanti dengan iman setia dan tetap berpengharapan penuh kepada Tuhan.

Things to do:

  1. Bersabar dalam penantian Janji Tuhan akan digenapi lewat hidup saya.
  2. Percaya klu Tuhan punya waktu terbaik untuk membuat saya takjub akan rancanganNya buat saya.
  3. Terus belajar untuk melakukan apa yang Tuhan ajarkan kepada saya, krn saya tidak boleh menunggu dengan berdiam diri.

Doa:
Terima kasih Tuhan karena hari ini Engkau masih mengetuk hati dan pokiran saya untuk melihat klu rencana yang saya pokirkan bukanlah rencanaMu, apa yang saya pikir baik belum tentu baik, tapi apa yang setiap hari saya jalani adalah rancangan terbaik yang Engkau telah siapkan buat saya, begitu juga apa yang ada didepan sana Engkaupun sudah siapkan.
Ajar sya untuk semakin fokus melihat bagaimana rancanganmu lebih luar biasa daripada hal-hal yang saya alami/jumpai setiap hari.

Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rancanganMu yang gagal๐Ÿ™๐Ÿป thank you Jesus.

Palopo-Makassar, 28-02-2020
Have a good night to maka quality time with God๐Ÿ™๐Ÿป

Yesaya 34

Yesaya 34:1-2
Marilah mendekat, hai bangsa-bangsa, dengarlah, dan perhatikanlah, hai suku-suku bangsa! Baiklah bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar dari padanya. Sebab TUHAN murka atas segala bangsa, dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai.

Pasal yang menceritakan hukuman yang dijatuhkan kepada bangsa-bangsa karena telah memurkakan hati Tuhan. Yang membuat saya ngeri ialah bahwa di ayat ini ada kata yang menekankan sebuah bangsa yang dipilih/dikhususkan untuk ditumpas, bukan seorang pribadi saja tp benar-benar 1 bangsa yaitu Edom. Tuhan benar-benar mengadakan pembantaian terhadap bangsa ini.

Yesaya 34:8
Sebab TUHAN mendatangkan hari pembalasan dan tahun pengganjaran karena perkara Sion.

Pengkhususan Edom untuk dimusnahkan bukan karena sesuatu yang kebetulan terjadi, tapi karena menyangkut perbuatan dan hubungan Edom dan Israel yang tidak akur yang membuat Tuhan sampai mengadakan pembalasan dan memberikan ganjaran kepada mereka. Perkara permusuhan Edom dengan Israel inilah yang membuat hati Tuhan panas.

TUHAN menjadikannya campur baur dan kosong tepat menurut rencana-Nya.

Bangsa yang besar seperti Edompun bukanlah apa-apa dihadapan Tuhan, Tuhan sanggup merancangkan kehancuran buat sebuah bangsa dengan sangat ngeri.

Yesaya 34:16
Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah: Satupun dari semua makhluk itu tidak ada yang ketinggalan dan yang satu tidak kehilangan yang lain; sebab begitulah perintah yang keluar dari mulut TUHAN, dan Roh TUHAN sendiri telah mengumpulkan mereka.

Things to do :

  1. Menjaga diri saya jangan sampai saya memposisikan diri di kubu yang berlawanan dengan Tuhan, krn ngeri sekali pembalasan yang Tuhan bisa jatuhkan kepada saya. Bangsa yang besar aja bisa dibuat seperti ini, apalagi hanya saya seorang arie.
  2. Sma seperti Tuhan nggak ninggalin Israel, begitu juga saya harus peraya klu Tuhan tidak akan pernah ninggalin saya. Justru sayalah yang harus menjaga diri untuk tidak ninggalin Tuhan apapun keadaan yang akan saya alami.
  3. Percaya dan beriman pada setiap Firman Tuhan yang saya pelajari akan tergenapi, karena itulah perintah yang berasal dari mulut Tuhan yg overpower.

Palopo, 27-02-2020

Yesaya 33

Yesaya 33:5-6
TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran. Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

Lanjutan dr bacaan kemarin, pada pasal ini Yesaya menjelaskan bagaimana Tuhanlah yang merupakan raja yang penuh keadilan dan kebenaran. Hanya berada dibawah hadiratNya sajalah saya bisa merasakan masa/waktu/keadaan yang aman, bukan kekayaan seperti apa yang dunia perlihatkan. Hikmat dan pengetahuan takut akan Tuhan yang harusnya menjadi kebanggan saya

Yesaya 33:11
Kamu mengandung rumput kering, dan melahirkan jerami; amarahmu seperti api yang memakan kamu sendiri.

Saat saya marah saya diumpamakan sebagai seorang yang minyimpan jerami didalam diri saya yang siap sedia saya bakar dengan api amarah saya, begitulah Tuhan menggambarkan buruknya amarah itu. Marah hanya akan merusak diri saya sendiri.

Yesaya 33:15-16
Orang yang hidup dalam kebenaran,
Yang berbicara dengan jujur,
Yang menolak untung hasil pemerasan,
Yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap,
Yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah,
Yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,
Dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

Melakukan hal-hal berhikmat seperti inilah yang bisa menjaga hidup saya, inilah rumus/to do list yang saya harus terapkan saat saya mau membangun sebuah benteng perlindungan didalam Tuhan.

Yesaya 33:22
Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.

He is my King and my savior

Things to do :

  1. Saya harus selalu belajar untuk punya rasa takut yang benar kepada Tuhan setiap hari mulai saat saya bangun sampai tertidur, rasa takut untuk mengecewakan Dia, rasa takut untuk bahwa hidup saya tidak berkenan dimataNya dan tidak bs memberikan buah yang baik.
  2. Mengawasi diri saya setiap saat agar tidak mudah tersulut emosi/tempramen/reaktif karena saat saya lepas kendali, satu hal yang pasti akan terjadi yaitu saya sendirilah yang akan merasakan dampak negatifnya.
  3. Hidup dalam kebenaran, berbicara dengan jujur, menolak hasil pemerasan, tidak menerima suap, tidak merencanakan sesuatu yang dapat merugikan orang lain, menjauhkan diri dari berbuat jahat.
  4. Menghilangkan rasa berhak saya menghakimi seseorang itu benar atau tidak, karena yang paling bs menentukan itu adalah Tuhan. Hikmat yang paling tinggi dalam menilai orang adalah saat saya bisa tidak menilainya tapi mendoakannya.

Palopo, 26-02-2020
Have a good night๐Ÿ™๐Ÿป

Yesaya 32

Yesaya 32:1-2
Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

Seorang raja yg ideal harus memiliki karakter ini, memimpin dengan kebenaran dan keadilan, karena dalam suatu kerajaan, rajalah yang menjadi tempat bergantung rakyatnya. Rajalah yang menentukan bagaimana keadaan kerajaan dan rakyatnya, dengan titahnya ia sanggup mengontrol setiap sudut dalam kerajaannya. Apa yang ia titahkan adalah hukum dikerajaan itu.
Sama halnya ketika berbicara tentang Kerajaan Allah yg dimana Allah yang menjadi raja dan titahNya ialah FirmanNya yg menjadi hukum yg mutlak.

Yesaya 32:3-5
Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan. Hati orang-orang yang terburu nafsu akan tahu menimbang-nimbang, dan lidah orang-orang yang gagap akan dapat berbicara jelas. Orang bebal tidak akan disebutkan lagi orang yang berbudi luhur, dan orang penipu tidak akan dikatakan terhormat.

Jika seorang pemimpin itu berlaku benar dan adil maka dampaknya luar biasa, keadaan disekitarnyapun ikut berubah, setiap orang yang berada dibawah pimpinan seorang yang tepat dan benar akan ikut terpangaruh untuk berlaku benar. Standar yang diapakai bukan lagi standar manusia yg begitu gampang berubah, tapi memakai standar kebenaran Tuhan yg bagai pedang bermata dua, semuanya dibuat menjadi terbuka dan jelas.

Yesaya 32:17
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kebenaran adalah dasar/fondasi dari damai sejahtera, ketenangan, ketentraman, itu adalah janji Tuhan.
Saya tidak akan bisa mencapai ketiga hal itu jika saya tidak mampu menempatkan kebeneran sebagai prioritas dalam segala aspek hidup saya mulai dari hati dan pikiran yang benar sampai pada perbuatan saya yg kelihatan.

Yesaya 32:20
Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air, yang dapat membiarkan sapi dan keledainya pergi ke mana-mana!

Thing to do:

  1. Memiliki pola pikir yang selalu mengupayakan hal yang benar dari rasa aman/nyamannya saya.
  2. Mengasihi Tuhan sebagai bapa dan raja dalam hidup saya, dalam keseharian saya karena hanya daripadanyalah saya bisa belajar tentang kebenaran yg mendamaikan.
  3. Belajar leadership yang berfondasi pada kebenaran (Firman Tuhan) baik untuk memimpin diri saya sendiri maupun jika dipercayakan memipin orang lain.
  4. Selalu merupaya menabur kebenaran dimanapun dan kapanpun ada kesempatan.

Doa:
Terima kasih Tuhan untuk kesempatan yang Engkau masih beri kepada saya untuk belajar akan kebenaran-kebanaranMu dari Firman yang bisa saya baca setiap saat, berikan saya hati yang lembut yang bisa mengerti akan kasihMu itu. Bentuk saya menjadi alat yang bisa Engkau pakai dengan lebih lagi.
In Your name, Jesus. Amin

Palopo, 25-02-2020

Yesaya 31

Yesaya 31:1
Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

Ayat ini menceritakan bagaimana Tuhan sedang menegur bangsa Israel yang sedang berusaha untuk lepas dari kekuasaan Asyur tapi bukannya bergantung pada Tuhan, mereka melah mencari bantuan kepada bangsa Mesir. Emang logis keliahatannya klu mereka memilih mesir yang besar itu sebagai tempat meminta tolong, krn hanya kekuatan mesir yg bisa sebanding dengan Asyur. Tapi apakah itu tepat dimata Tuhan?

Yesaya 31:3
Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.

Ternyata tidak, sehebat apapun bangsa Mesir dan bala tentaranya itu, mereka tetaplah manusia. Mereka bukanlah pihak yang menentukan menang atau kalah dalam perang, tapi tangan Tuhanlah yg sanggup melakukan itu.

Yesaya 31:8
Asyur akan rebah oleh pedang, tetapi bukan pedang orang, dan akan dimakan habis oleh pedang, tetapi bukan pedang manusia; mereka akan melarikan diri terhadap pedang, dan teruna-terunanya akan menjadi orang rodi.

See, dalam pertempuran mereka, bukannya Asyur kalah karena kehebapatan Israel, bahkan dengan mesirpun mereka tetaplah pihak yang kalah, malah saat kekalahan mereka itulah malaikat Tuhan datang dan mematikan raja Asyur dan semua tentaranya, tanpa disentuh oleh pedang sekalipun. Apa yang kelihatan bisa memisnahkan dimata manusia belum tentu memusnahkan ditangan Tuhan, sebaliknya apa yang kelihatan tidak ada apa2nya bisa sangat berkuasa ditangan Tuhan.

Things to do :

  1. Mau datang setiap hari mencari Tuhan dengan seganap hati lewat doa dan baca Firmannya.
  2. Selalu mengandalkan Tuhan sebagai safe housenya saya dari segala keadaan atau proses yang saya jalani saat ini. Bukan ngandalin orang lain apalagi diri saya sendiri.
  3. Selalu percaya klu Tuhan sanggup melakukan yang luar biasa dari hal-hal biasa yang terjadi dalam hidup saya.

Doa:
Ya Tuhan ajar saya untuk bisa lebih merendahkan diri lagi dihadapanMu dan membuang kesombongan saya akan perhitungan-perhitungan saya yg sia-sia. Beri saya hati yang selalu terkagum melihat Engkau yang begitu luar biasa dalam hidup saya sampai saat ini, selalu ingatkan saya bahwa ada Engkau yang selalu setia an mampu menolong saya lebih dari siapapun yang ada disekitar saya.

Happy monday
Be patient in the name of God๐Ÿ™๐Ÿป

Whole hearted devotion

Nubuat Yesaya dan Yehuda

Background buku Yesaya

  • Periode sejarah : Abad ke 8 SM
  • Kepercayaan2 baru mulai lahir di China, India, Athena Yunani, roma Italy
  • Terdapat sebuah bangsa Yehuda dengan nama kota Yerusalem disanalah Yesaya bernubuat yang merupakan titik lalu lintas/high traffic

Pada masa itu ada 2 bangsa yang besar yaitu Asyur (atas) dan Mesir (bawah) tapi untuk melakukan perdagangan, harus melewati Yerusalem.

Lokasi tersebut di pilih Tuhan untuk menjadi tempat bangsa Israel agar supaya orang bisa melihat bangsa yang disertai Tuhan.

Ketika kita ditempatkan disuatu tempat, pasti itu ada maksud dan tujuan.

Yesaya adalah alkitab dalam versi mini

Kenapa kita harus kagum sama Tuhan??

Yesaya 2: 1-4 hari-hari terakhir dimana seluruh bangsa akan datang ke Yerusalem, apa yang dikatakan Yesaya tentang hal itu benar terjadi.

Yesaya 9:6 raja damai akan lahir yaitu Yesus juga benar terjadi

Buku Kejadian : dari satu orang saja (Abraham) bisa menjadi suatu bangsa yang besar, kemudian dihancurkan lagi, dan kemudian muncul seorang penebus yaitu Tuhan Yesus.

Yesaya 10:21-22 hanya sisa-sisa bangsa yang akan kembali

Itulah kenapa Tuhan sangat luar biasa karena sanggup membuat hal-hal tersebut.

Bahkan bangsa Asyur yang (dibuat) besar oleh tangan Tuhan itu bisa dipakai Tuhan untuk memperlihatkan kuasa Tuhan dimata bangsa Israel. Tapi yang sebesar itupun Tuhan bisa hancurkan.

Tuhan itu begitu powerfull, bisa membuat sesuatu yang kecil menjadi besar, dan bisa mengecilkannya kembali sesuai yang Tuhan mau.

Yesaya 40:12 & 15
Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.

Pernah nggak kita memikirkan Tuhan begitu berkuasa.

Buki Yesaya mencatat 2 kejadian :

  1. Tragically story (Yesaya 1:2-3&5)

Bangsa Israel kelihatan begitu buruk daripada seekor binatang, tapi itu tidak jauh berbeda dr kita.

2 Timotius 3:1-5

Kenapa ego kita masih begitu besar, daripada menghancurkan hati kita untuk melihat kebesaran Tuhan.

Kehancuran hati bukanlah keadaan ketika kita merasa tidak layak dihadapan Tuhan saja, tapi tentang sikap hati yang meu berubah dihadapan Tuhan. Hancur hati adalah awal dari Iman dan keslamatan.

Yakobus 2:17
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Sama seperti itu, saat ini ketika kita percaya Yesus, tapi buah pertobatan kita tidak ada, bahtera keselamatan tidak pernah kita bangun.

Percaya kata Yesus, berarti tidak percaya kata dunia.

Yesaya 53:5
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Bapa mengirimkan Tuhan Yesus hanya demi saya dan kamu agar bisa hancur hati.

2 Korintus 5:14-15
Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

History is His Story not Mine

Happy sunday
God Bless You๐Ÿ™๐Ÿป

Yesaya 17

Yesaya 17:4-6
Maka pada waktu itu kemuliaan Yakub akan berkurang, dan kemakmurannya akan susut; keadaannya seperti gandum yang digenggam orang untuk dituai dan tangannya memetik bulir-bulir; atau seperti bulir-bulir yang dipungut orang di lembah orang Refaim. Dari padanya akan tertinggal sisa untuk pemetikan susulan seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun, tertinggal satu dua di sebelah pucuknya dan beberapa di dahan-dahannya, demikianlah firman TUHAN, Allah Israel.

Efraim yang adalah kerajaan Iarael bagian utara akan mengalami kesusahan yang teramat berat sampai-sampai bangsa yang besar itu hanya akan tertinggal yg sisa saja, hal itu terjadi karena persekuatuannya dangan Damsyik melawan Asyur, yang kemudian tidak lama makin mempengaruhi mereka untuk membangun berhala yang sama seperti Damsyik dan semakin melupakan /berubahsetia kepada Tuhan.

Yesaya 17:7
Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel;

Tujuan dari kesusahan yang diijinkan Tuhan terjadi pada mereka adalah agar mereka bisa kembali merendahkan diri mereka dan punya hati yang mau kembali fokus kepada Tuhan, bukan lagi pada kemampuan mereka sendiri dan tuhan-tuhan buatan tangan mereka.

Yesaya 17:10-11
Sebab engkau telah melupakan Allah yang menyelamatkan engkau, dan tidak mengingat gunung batu kekuatanmu. Sebab itu sekalipun engkau membuat taman yang permai dan menanaminya dengan cangkokan luar negeri, sekalipun pada hari menanamnya engkau membuatnya tumbuh subur, dan pada pagi mencangkokkannya engkau membuatnya berbunga, namun panen akan segera lenyap pada hari kesakitan dan hari penderitaan yang sangat payah.

Sekeras apapun mereka mengupayakan yang terbaik buat bangsa mereka, akan menjadi sia-sia ketika mereka meninggalkan Tuhan. Mungkin awalnya kelihatan baik, tapi tidak ada yang baik yang menanti mereka diakhir nanti.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Setiap teguran yang Tuhan sampaikan kepada saya tujuannya untuk membuat saya kembali fokus dan merendahkan diri dihadiratNya. Saat itu terjadi saya harus punya respon yang benar dengan tidak mengeraskan hati saya. Masih untung klu hati saya masih bisa merespon untuk berbalik (masih ada kepekaan yang tersisa), belum menjadi hati yang dingin dan nggak tau lg merespon teguran yang bisa bangun saya lg dan berbalik sama Tuhan.
  2. Saat saya melupakan Tuhan mungkin tidak akan terasa efeknya dalam waktu dekat, bahkan mungkin hasilnya akan jauh kelihatan lebih baik dibanding saat saya surrounder sama Tuhan. Tapi apakah benar itu asalnya dari Tuhan dan benar-benar baik buat saya? Firman Tuhan bilang tidak, saya boleh merasakan yang baik tapi itu hanya bunga saja, bukanlah sebuah buah yang baik yang Tuhan janjikan.

Palopo, 08-02-2020
Enjoy your day and always joyful in God.

Kesetiaan yang sepenuh hati

Buku Yesaya = hidup dari raja hizkia
-700-800 SM
-sebelum perpecahan kerajaan Israel
-Memberi nasehat dalam bentuk nubuat kepada raja-raja Yehuda

Raja Hizkia
Umur 25 tahun
Salah satu raja terbaik Yehuda
Ayahnya jahat tapi ia setia kepada Tuhan

Apa itu kesetiaan yang sepenuh hati?

Yesaya 36:1-7
Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya. Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar. Ia mengambil tempat dekat saluran kolam atas di jalan raya pada Padang Tukang Penatu. Keluarlah mendapatkan dia Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoab bin Asaf, bendahara negara. Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: “Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini? Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan rencana dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku? Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya. Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah!

Kenapa masalah terus datang padahal kita udah ikut Tuhan, sudah menjauhkan berhala, dll

Yesaya 37:5-7
Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya, berkatalah Yesaya kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.”

Masul akalkah seorang raja yg powerfull trus tiba-tiba mundur dan mati dinegrinya sendiri!!!

Kadang-kadang kita tidak yakin/percaya bahwa pembimbingan/dibimbing untuk berubah adalah solusi untuk masalah yang ada dihadapan kita!

Kita liat bagaimana respon raja Hizkia.
Yesaya 37:16-20
“Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah segala perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mencela Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan semua bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN.”

Yesaya meninggalkan segala pemikiran manusianya dan mau setia untuk ikut kata-kata Tuhan.

Percaya Tuhan lebih dari segala fakta yang ada di hadapan kita.

Yesaya 37:36-38
Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka! Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe. Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Percayakah kita klu matematikanya Tuhan 1+1 =1000??
Pernahkan kita mengalaminya? Jika ia kenapa saat ini kita masih kurang percaya, kenapa ego kita masih mendominasi keputusan kita untuk ikut Firman Tuhan dengan sepenuh hati.

Kesetiaan dengan sepenuh hati tidaklah diukur dengan seberapa sering kita gereja, ikuti kegiatan rohani, tapi hal itu terukur saat dimasa tersulitpun kita mau tetap ikut Firman Tuhan.

Yesaya 38:1
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Suatu bayangan yang sangat mengagetkan ketika seorang Yesaya mengatakan bahwa Hizikia akan mati, krn klu sudah nabi yang menubuatkan pasti mati 100 %, bukan perkiraan lg.

Yesaya 39:1-8

Sayang sekali, setalah mendapat kasih dari Tuhan, setelah mendapatkan chapter baru dalam hidup dia, hizkia malah berubah menjadi seorang yang sombong.

Hizkia menjadi orang yang egois.
Yang sampai akhir dia tidak bertobat. Ia selesaikan hidup dia dengan suatu kesedihan.
Ia sampai dititik dimana ia setuju dengan Firman Tuhan tp tidak yakin didalam hatinya.

Mungkin kita sudah berlari menjadi murid Tuhan dichapter pertama hidup kita. Bagaimana dengan chapter setelahnya? Masihkah tetap berlari untuk Tuhan, atau sebaliknya!

Mukjizat/musibah terkadang membuat kita lupa akan apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dalam hidup kita.

Iman itu dinamis, iman itu tidak stabil, kita harus menjaga hati kita.

Bukan tentang seberapa banyak yang sudah kita lakukan dimasa lalu dengan Tuhan, tapi apa yang tetap kita bisa lakukan sampai hari ini seolah-olah hari terakhir hidup kita untuk Tuhan?

Ada masa dimana kita berpikir bahwa kita pernah begitu luar biasa dengan Tuhan, tp bagaimana dengan hr ini!

Makassar, 02-02-2020