Kesetiaan yang sepenuh hati

Buku Yesaya = hidup dari raja hizkia
-700-800 SM
-sebelum perpecahan kerajaan Israel
-Memberi nasehat dalam bentuk nubuat kepada raja-raja Yehuda

Raja Hizkia
Umur 25 tahun
Salah satu raja terbaik Yehuda
Ayahnya jahat tapi ia setia kepada Tuhan

Apa itu kesetiaan yang sepenuh hati?

Yesaya 36:1-7
Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya. Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar. Ia mengambil tempat dekat saluran kolam atas di jalan raya pada Padang Tukang Penatu. Keluarlah mendapatkan dia Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoab bin Asaf, bendahara negara. Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: “Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini? Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan rencana dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku? Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya. Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah!

Kenapa masalah terus datang padahal kita udah ikut Tuhan, sudah menjauhkan berhala, dll

Yesaya 37:5-7
Ketika pegawai-pegawai raja Hizkia sampai kepada Yesaya, berkatalah Yesaya kepada mereka: “Beginilah kamu katakan kepada tuanmu: Beginilah firman TUHAN: Janganlah engkau takut terhadap perkataan yang kaudengar yang telah diucapkan oleh budak-budak raja Asyur untuk menghujat Aku. Sesungguhnya, Aku akan menyuruh suatu roh masuk di dalamnya, sehingga ia mendengar suatu kabar dan pulang ke negerinya; Aku akan membuat dia mati rebah oleh pedang di negerinya sendiri.”

Masul akalkah seorang raja yg powerfull trus tiba-tiba mundur dan mati dinegrinya sendiri!!!

Kadang-kadang kita tidak yakin/percaya bahwa pembimbingan/dibimbing untuk berubah adalah solusi untuk masalah yang ada dihadapan kita!

Kita liat bagaimana respon raja Hizkia.
Yesaya 37:16-20
“Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah segala perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mencela Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan semua bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah TUHAN.”

Yesaya meninggalkan segala pemikiran manusianya dan mau setia untuk ikut kata-kata Tuhan.

Percaya Tuhan lebih dari segala fakta yang ada di hadapan kita.

Yesaya 37:36-38
Keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka! Sebab itu berangkatlah Sanherib, raja Asyur dan pulang, lalu tinggallah ia di Niniwe. Pada suatu kali ketika ia sujud menyembah di dalam kuil Nisrokh, allahnya, maka Adramelekh dan Sarezer, anak-anaknya, membunuh dia dengan pedang, dan mereka meloloskan diri ke tanah Ararat. Kemudian Esarhadon, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Percayakah kita klu matematikanya Tuhan 1+1 =1000??
Pernahkan kita mengalaminya? Jika ia kenapa saat ini kita masih kurang percaya, kenapa ego kita masih mendominasi keputusan kita untuk ikut Firman Tuhan dengan sepenuh hati.

Kesetiaan dengan sepenuh hati tidaklah diukur dengan seberapa sering kita gereja, ikuti kegiatan rohani, tapi hal itu terukur saat dimasa tersulitpun kita mau tetap ikut Firman Tuhan.

Yesaya 38:1
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Suatu bayangan yang sangat mengagetkan ketika seorang Yesaya mengatakan bahwa Hizikia akan mati, krn klu sudah nabi yang menubuatkan pasti mati 100 %, bukan perkiraan lg.

Yesaya 39:1-8

Sayang sekali, setalah mendapat kasih dari Tuhan, setelah mendapatkan chapter baru dalam hidup dia, hizkia malah berubah menjadi seorang yang sombong.

Hizkia menjadi orang yang egois.
Yang sampai akhir dia tidak bertobat. Ia selesaikan hidup dia dengan suatu kesedihan.
Ia sampai dititik dimana ia setuju dengan Firman Tuhan tp tidak yakin didalam hatinya.

Mungkin kita sudah berlari menjadi murid Tuhan dichapter pertama hidup kita. Bagaimana dengan chapter setelahnya? Masihkah tetap berlari untuk Tuhan, atau sebaliknya!

Mukjizat/musibah terkadang membuat kita lupa akan apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dalam hidup kita.

Iman itu dinamis, iman itu tidak stabil, kita harus menjaga hati kita.

Bukan tentang seberapa banyak yang sudah kita lakukan dimasa lalu dengan Tuhan, tapi apa yang tetap kita bisa lakukan sampai hari ini seolah-olah hari terakhir hidup kita untuk Tuhan?

Ada masa dimana kita berpikir bahwa kita pernah begitu luar biasa dengan Tuhan, tp bagaimana dengan hr ini!

Makassar, 02-02-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *