Matius 26

Matius 26:1-2
Setelah Yesus SELESAI DENGAN SEGALA PENGAJARAN-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”
&
Matius 26:4-5
mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tetapi mereka berkata: “JANGAN PADA WAKTU PERAYAAN, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

Bukan saat Tuhan Yesus tidak siap ketika Dia ditangkap oleh mereka, tapi memang Tuhan Yesus sendirilah yang menyerahkan diri kepada mereka krn semua hal telah Ia lakukan sampai selesai, tinggal finishingnya diatas kayu salib, itupun menurut waktu Tuhan, bukan waktu yang direncanakan oleh mereka yang ingin menangkapNya. Interfensi manusia sama sekali tidak pernah berhasil menggagalkan/menggeser karya Penyelamatan Tuhan untuk manusia, saya dan kamu yang dikasihiNya.

Matius 26:23-25
Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi CELAKALAH ORANG yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Bukannya Yudas telah ditentukan dari semula untuk menyerahkan Tuhan Yesus, tapi di sinipun sebenarnya Tuhan memberi kesempatan kepada Yudas untuk berbalik dengan menegurnya.
Apakah Yudas tidak sadar klu ialah yang dimaksud? Pastinya sadar tapi ia tidak mau mengakuinya krn mungkin malu dengan murid yang lain atau ia sudah terlalu fokus dengen perak yang telah ia terima.

Dari saat teduh ini saya :

  1. Makin ditambahkan lagi kepercayaan saya bahwa Tuhan Yesus mati bukan karena kehendak manusia yang merencanakan membunuhnya, tapi karena Ia sendiri yang mau melakukannya untuk menyelamatkan saya dan kamu.
  2. Sehebat dan seakurat bagaimanapun rencana yang saya punya, tidak akan bisa mengggalkan rancangan Tuhan yang sudah ada buat saya, dan jujur saya bersyukur akan hal itu karena saya sadar rencana saya belum tentu baik buat saya, tapi klu itu rencana Tuhan sudah pasti yang baik buat saya, mau itu tentang keluarga, kerjaan, pasangan hidup, dll.
  3. Tuhan selalu kasih saya kesempatan untuk berbalik, teguran-teguran Tuhan tidak pernah absen ketika saya mulai menjauh dr Tuhan, bahkan orang lainpun Tuhan bisa pakai untuk melakukan itu untuk mengasihi saya, PR buat saya adalah harus peka dengan teguran itu dan tidak malu untuk mengakui salah dan dosa saya.

Palopo, 27-05-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.