Yesaya 30

Yesaya 30:1
Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah, yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.

Bagi Tuhan, Israel sudah menjadi pemberontak, karena pada saat mereka dikepung oleh Asyur, bukannya minta petunjuk dan bernaung dibawah tangan Tuhan, mereka malah lari ke Mesir minta pertolongan dan perlindungan dari Firaun. Manusiawi sekali sih, kenapa tidak, karena melihat bagaimana hanya tentara Firaun yang bisa menyaingi Asyur. Bagi pertimbangan manusia itu adalah keputusan yang bijak, tapi dimata Tuhan itu sia-sia.

Kenapa jadi pemberontak dan berdosa?

  1. Karena mereka menjalankan rencana mereka sendiri, bukan rencana dari Tuhan
  2. Karena mereka mau membangun hubungan dengan bangsa lain bukan karena dorongan roh Tuhan/perintah dari Tuhan.
  3. Tidak mau tinggal diam dengan Tuhan.

Yesaya 30:15
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,

Padahal inilah rencana Tuhan atas mereka, yaitu tinggal diam di dalam hadirat Tuhan maka Israel akan selamat.
Meskipun kecaman dari berbagai arah terjadi pada Israel, itu tidak terjadi begitu saja, melainkan berasal dari dosa mereka sehingga Tuhan mendatangkan Asyur buat menegur dan mancambuk mereka.
Oleh karena itu Tuhan mau mereka bertobat sehingga tangan Tuhan bisa menolong mereka.

Yesaya 30:18

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

Dari saat teduh saya pagi ini saya :

  1. Bisa melihat Tuhan yang pencemburu karena kasihNya yang begitu besar dan berlimpah pada saya, Tuhan mau supaya saya merasa dengan Tuhan saja cukup. One God for All.
  2. Mau aplikatif, jalankan rencana Tuhan bukan rencana saya sendiri, apalagi sampai self fokus. Dan mau terus libatkan roh Tuhan dalam setiap hubungan yang saya mau bangun dengan orang lain. Yang tentunya berfondasi pada kekudusan dan ketulusan.
  3. Harus sadar, jika hal buruk terjadi dalam hidup perjalanan yang saya jalani, saya harus bercermin terlebih dahulu, apakah ini terjadi karena konsekwensi dosa saya, klu ia, saya harus berbalik dan bertobat dan mengakuinya serta terus menempel pada Tuhan.
  4. I decided, God is enough for me.

Palopo, 9-5-2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.