Yesaya 40

Yesaya 40:1-2
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.

Confident in God, itu yang terlintas ketika membaca ayat ini, Tuhan pengen Yerusalem itu tenang di dalam Tuhan, karena Tuhanlah yang berperang dan menghukum mereka, Tuhan yang adil yang tidak seperti bangsa-bangsa yang lalim.

Yesaya 40:3
Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

Setelah bisa tenang di dalam Tuhan, selanjutnya Tuhan mau setiap orang yang percaya kepadaNya melakukan hal ini yaitu menjadi workers of God yang membukakan jalan buat Tuhan seperti yang dilakukan Yohanes untuk Tuhan Yesus. Memberitakan akan Kasih Tuhan lewat salib Tuhan Yesus. Membuat semua orang punya standar hidup dan iman yang sama, rata, lurus, sehingga makin banyak orang yang bisa melihat Tuhan semakin nyata lewat hidup masing-masing orang percaya.

Yesaya 40:6-8
Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.

Karena segala sesuatu yang ada dalam hidup saya tidak ada yang kekal, semuanya. Sementara, hanya Firman Tuhan yang hidup dalam setiap orang yang tidak akan berubah dan kekal.

Yesaya 40:11
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Inilah roles yang harus saya lakukan saat jd pekerja Tuhan buat hidup orang lain, memangku / take care dan menuntun orang dengan hati-hati.

Yesaya 40:30-31
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Menanti/looking forward to God: mempersiapkan kedatangan Tuhan.

Dari saat teduh saya pagi ini ;

  1. Confidence in God, belajar bagaimana Tuhan pengen saya percaya kepadaNya dengan cara percaya diri, tenang bersamaNya, karena Tuhan tau ketika saya bisa feel itu, itu adalah dasar buat saya bisa melihat Tuhan secara jelas dan bisa melakukan pekerjaan yang Ia kehendaki didalam hidup saya.
  2. Be workers of God seperti Yohanes Pembaptis, membuat jalan agar Firman Tuhan bisa masuk ke dalam setiap hidup orang, baik atau buruk keadaannya, dan memberitakan kasih pengorbanan Tuhan serta kedatangan Tuhan yang kedua kalinya nanti. Karena hanya itu yang hasilnya akan kekal, yang lain hanya sementara.
  3. Loyal waiter, tetap setia melakukan FirmanNya dan menjadi murid yang berbuah banyak, karena hanya itu indikatornya saya emang sedang menantikan Tuhan. Klu nggak, berarti saya sedang fokus menunggu yang lain.

Palopo, 18-05-2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.