Yesaya 33

Yesaya 33:5-6
TUHAN tinggi luhur, sebab Ia tinggal di tempat tinggi; Ia membuat Sion penuh keadilan dan kebenaran. Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion.

Lanjutan dr bacaan kemarin, pada pasal ini Yesaya menjelaskan bagaimana Tuhanlah yang merupakan raja yang penuh keadilan dan kebenaran. Hanya berada dibawah hadiratNya sajalah saya bisa merasakan masa/waktu/keadaan yang aman, bukan kekayaan seperti apa yang dunia perlihatkan. Hikmat dan pengetahuan takut akan Tuhan yang harusnya menjadi kebanggan saya

Yesaya 33:11
Kamu mengandung rumput kering, dan melahirkan jerami; amarahmu seperti api yang memakan kamu sendiri.

Saat saya marah saya diumpamakan sebagai seorang yang minyimpan jerami didalam diri saya yang siap sedia saya bakar dengan api amarah saya, begitulah Tuhan menggambarkan buruknya amarah itu. Marah hanya akan merusak diri saya sendiri.

Yesaya 33:15-16
Orang yang hidup dalam kebenaran,
Yang berbicara dengan jujur,
Yang menolak untung hasil pemerasan,
Yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap,
Yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah,
Yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,
Dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

Melakukan hal-hal berhikmat seperti inilah yang bisa menjaga hidup saya, inilah rumus/to do list yang saya harus terapkan saat saya mau membangun sebuah benteng perlindungan didalam Tuhan.

Yesaya 33:22
Sebab TUHAN ialah Hakim kita, TUHAN ialah yang memberi hukum bagi kita; TUHAN ialah Raja kita, Dia akan menyelamatkan kita.

He is my King and my savior

Things to do :

  1. Saya harus selalu belajar untuk punya rasa takut yang benar kepada Tuhan setiap hari mulai saat saya bangun sampai tertidur, rasa takut untuk mengecewakan Dia, rasa takut untuk bahwa hidup saya tidak berkenan dimataNya dan tidak bs memberikan buah yang baik.
  2. Mengawasi diri saya setiap saat agar tidak mudah tersulut emosi/tempramen/reaktif karena saat saya lepas kendali, satu hal yang pasti akan terjadi yaitu saya sendirilah yang akan merasakan dampak negatifnya.
  3. Hidup dalam kebenaran, berbicara dengan jujur, menolak hasil pemerasan, tidak menerima suap, tidak merencanakan sesuatu yang dapat merugikan orang lain, menjauhkan diri dari berbuat jahat.
  4. Menghilangkan rasa berhak saya menghakimi seseorang itu benar atau tidak, karena yang paling bs menentukan itu adalah Tuhan. Hikmat yang paling tinggi dalam menilai orang adalah saat saya bisa tidak menilainya tapi mendoakannya.

Palopo, 26-02-2020
Have a good night🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.