Yeremia 20

Yeremia 20:7-8
Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.

Nggak kebayang yah posisi Yeremia segimana kacaunya, hatinya pasti dilingkupi banyak ketakutan. Bagaimana tidak, Tuhan memintanya untuk berdiri di depan pintu gerbang/ di depan banyak orang untuk menyerukan perkataan-perkataan firman Tuhan yang isinya mengenai malapetaka/hal buruk yang akan Tuhan turunkan atas mereka-mereka yang ada didepan Yeremia.

Nggak kebayang ngerinya klu sya harus berdiri di depan orang banyak trus bilang kesemua orang itu klu Tuhan akan membuat mereka celaka. Hal pertama yg saya akan alami adalah saya bisa dibilang gila, yg kedua, sy bisa dipolisikan krn melakukan perbuatan tidak menyenangkan di depan publik.

Wajarlah klu Yeremia bisa bilang mending ia nggak usah dilahirkan, kandungan ibunya menjadi kuburannya, klu toh ujung2nya ia skrng berada dikondisi pergolakan seperti ini.
Yah meskipun tangan Tuhan selalu menolongnya, ia tetap bs merasakan bagaimana berjuang sendiri itu benar-benar mengerikan, bahkan sahabat karibnya sekalipun menanti2kan kejatuhannya/kegagalannya.

Yeremia 20:12
Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Tapi satu hal yang luar biasa dari diri Yeremia ini, ia sadar bagaimana kondisinya saat ini adalah suatu privilege dari Tuhan bahwa ia sebagai orang benar memang harus dapat ujian dr Tuhan.
Klu orang benar blm tentu benar, hrs diuji dl, tp klu orang yang salah nggak perlu diuji udah pasti salah. Makanya ada istilah menguji kebenaran, bukan menguji kesalahan.

Dari firman Tuhan ini;

  1. Saya bisa merasakan bagaimana pergolakan hati dan pikiran Yeremia yg mau ambil resiko mengabarkan Firman Tuhan di tengah bangsa yg siap sedia membunuhnya kapan saja. Sayapun harus punya karakter yang radikal seperti ini, punya hati yang selalu tergerak untuk mengabarkan Firman Tuhan kesetiap orang, walaupun saya dapat perlakuan/kondisi yg tidak menyenangkan.
  2. Jika saya punya pergolakan seperti ini harusnya menjadi alarm bagi saya bahwa saya sedang di jalur yang benar krn itulah ujian kebenaran yg Tuhan sedang jalankan dalam hidup saya.

Palopo, 20-06-2020

Yeremia 19

Yeremia 19:11
Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Demikianlah akan Kupecahkan bangsa ini dan kota ini, seperti orang memecahkan tembikar tukang periuk, sehingga tidak dapat diperbaiki lagi. Dan Tofet akan menjadi tempat penguburan, karena tidak ada tempat lain untuk menguburkan.

Sekali lagi bangsa ini memurkakan hati Tuhan dan membuat rencana keberuntungan mereka semakin jauh dr mereka. Karena mereka tetap meninggalkan Tuhan, telah menggantikan Tuhan dengan allah asing yang tidak dikenal oleh mereka sendiri dan oleh nenek moyang mereka.

Yeremia 19:15
Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas segala kota sekitarnya seluruh malapetaka yang telah Kukatakan akan menimpa mereka, sebab mereka berkeras kepala dan tidak mendengarkan perkataan-perkataan

Kekerasan kepala mereka itulah yang Tuhan benci, bagaimana setiap kesempatan yang Tuhan bawa kepada mereka lewat peringatan nabi-nabi termasuk Yeremia tidak mereka dengar dan malah mereka membunuh setiap orang yang jd pembawa peringatan itu.

Dari firman Tuhan ini ;

  1. Saya diingatkan kembali untuk lebih peka lagi melihat dan mendengarkan peringatan Tuhan dalam hidup saya, Tuhan sangat bisa memakai orang lain yg ada dalam hidup saya buat negur saya agar balikin lg hati saya buat Tuhan.
  2. Saya makin diingatkan untuk memprioritaskan Tuhan dalam seluruh aspek hidup saya, pribadi, keluarga, sosial, dan kerjaan.
  3. Saya mau belajar untuk makin banyak seek advice kepada orang lain/pembimbing akan bagaimana hidup yang saya jalani dan belajar untuk terbuka ikuti advice itu.

Palopo, 19-06-2020

Yeremia 18

Yeremia 18:4
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Untuk bisa paham dengan ini saya belajar singkat bagaimana proses pembuatan periuk, ternyata ada 3 proses utama, yaitu proses penyempurnaan tanah, proses pembentukan, dan proses pembakaran.
Periuk yg kokoh bs ada klu segumpal tanah liat bisa melewati ketiga proses itu dengan baik.
Bagaimana klu tidak! Maka yang jadi adalah sebuah periuk yg tidak kokoh/mudah rusak, retak, dan hancur.

Meskipun begitu, jika periuk itu belum jadi trus kemudian rusak alias masih dalam proses pembentukannya trus rusak, calon periuk ini masih bisa dibentuk kembali hingga bisa berbentuk periuk.

Yeremia 18:7-8
Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya. Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.
VS
Yeremia 18:9-10
Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka. Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.

Yerusalemlah yang dimaksudkan yg terakhir ini. Bangsa yg dipilih untuk beruntung tp kemudian berbuat jahat di mata Tuhan.
Tuhan bisa menyesal dan saat seperti itulah Tuhan membentuk kembali rencanaNya akan seseorang begitu jg dalam hidup saya, mau itu saya ditentukan untuk selamat atau binasa, selama saya bs memberikan respon yang tidak sesuai kontrak keselamatan/kebinasaan, Tuhan akan batalkan itu dan membuat perjanjian / rencana baru untuk hidup saya.

Dari Firman Tuhan ini secara umum mengajarkan saya tentang kesempatan yang Tuhan berikan;

  1. Kesempatan untuk melihat hidup saya di tangan Tuhan. That makes me feel secure. Tuhan adalah perancang dan pelaksana yang luar biasa, tidak ada satupun yang Tuhan rencanakan untuk saya, yg bisa gagal.
  2. Kesempatan untuk kembali jika saat ini saya jauh. Saya mengerti bagaimana hidup saya itu Tuhan bentuk supaya berfungsi sebagaimana yang Tuhan mau, meskipun saya buat banyak salah dalam prosesnya, selama saya masih hidup, berarti Tuhan masih kasih kesempatan buat saya untuk lakukan yang benar dan terus berbalik kepadaNya.
  3. Kesempatan untuk mau dibentuk oleh tangan Tuhan yg kuat. Jadi murid bukanlah jaminan saya akan mendapat bagian dalam janji Tuhan, tapi bagaimana saya menjalaninyalah yang akan membuat saya pantas menerima itu. Hidup sesuai yang Tuhan mau dan menjadi cermin Tuhan bagi orang lain.

Palopo, 18-06-2020

Yeremia 17

Yeremia 17:1-2
“Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka sebagai peringatan terhadap mereka! Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi, yakni pegunungan di padang.

Tulisan yang ada pada batu, it means sama seperti prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan gt. Apa yang tertulis di situ bisa dibaca oleh orang-orang di masa sekarang. Tentang peristiwa penting yang terjadi di zaman pembuatan prasasti/loh batu itu.
Karena di sini yang tertulis adalah dosa, berarti ini harusnya menjadi konsen saya sebagai seorang yang membaca loh batu itu, untuk saya ketahui dan menghindarinya.

Yeremia 17:5-6
Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Ini bukan suatu perbuatan yang terpisah-pisah tapi satu proses perubahan hidup seseorang.
Saat saya mulai percaya dengan kekuatan manusia, bahwa manusia itu hebat dll. Maka selanjutnya saya akan mulai mengandalkan diri saya sendiri krn saya menganggap saya bisa melakukan hal yang luar biasa sendiri sebagai manusia hebat. Dan pada tahap akhirnya saya mulai ragu dan tidak percaya akan kuasa Tuhan yang mengontrol hidup saya. Itulah sebabnya saya akan tinggal di tempat yang tandus, alias akan selalu merasa haus/kekurangan banyak hal.

Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Sebaliknya jika proses yg td saya balik. Pertama-tama terus ngandalin Tuhan, maka secara tidak sadar saya akan banyak menaruh rencana/pengharapan saya ditanganNya krn makin ke sini sy bs makin sadar akan kapasitas saya. Dan itulah yg bs bantu hati saya buat terus bersyukur dan cukup. Krn ketika tau saya yg terbatas ini bisa lakukan sesuatu, pasti itu krn Tuhan, jd tidak ada kebanggan diri yg membawa saya ke perasaan masih kurang terus.

Yeremia 17:9-10
Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Dari firman Tuhan ini,

  1. Saya harus belajar dr kesalahan orang lain. Saya mengerti klu setiap hal yang Tuhan ijinkan tertulis di Firman Tuhan (tentang kejatuhan bangsa yang dipilihNya). Adalah sebuah peringatan agar saya tidak mengulangi dan jadi orang yang sama seperti mereka.
  2. Mau untuk terus mengandalkan Tuhan, krn lewat itulah sikap hidup sayapun terpengaruh sampai kepada tahap saya akan merasa cukup hanya dengan Tuhan saja. Dan saya bisa lakukan segala sesuatu hanya krn Tuhan.
  3. Saya diingatkan kembali klu masalah saya yang paling utama adalah hati saya sendiri yang kadang saya nggak sadar klu sudah jadi licik dan membatu dr teguran Tuhan.

Palopo, 17-06-2020

Yeremia 16

Yeremia 16:2-4
Janganlah mengambil isteri dan janganlah mempunyai anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan di tempat ini. Sebab beginilah firman TUHAN tentang anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan yang lahir di tempat ini, tentang ibu-ibu mereka yang melahirkan mereka dan tentang bapa-bapa mereka yang memperanakkan mereka di negeri ini: Mereka akan mati karena penyakit-penyakit yang membawa maut; mereka tidak akan diratapi dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang; mereka akan habis oleh pedang dan kelaparan; mayat mereka akan menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi.

Jadi selama masa pelayanannya di Yehuda, Yeremia benar-benar seorang single sampai akhir. Bukan semata-mata karena itu baik buat rencana Tuhan tapi terlebih lagi buat Yeremia sendiri agar terhindar dr kemalangan/malapetaka yg Tuhan rencanakan terhadap bangsa itu.

Yeremia 16:14-15
Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka.

Tuhan bebas menentukan siapa yang akan Ia pilih, di sinipun Tuhan mengganti orang yang Ia pilih yaitu Yehuda karena perbuatan mereka tidak selayaknya perbuatan seorang yang dipilih Tuhan.
Satu generasi yang keluar dari tanah Mesir akan Tuhan gantikan dengan generasi yang baru yang keluar dari tanah Babel, dengan maksud agar mereka punya hati yang baru yg bisa mendekat kepada Tuhan.

Yeremia 16:17
Sebab Aku mengamat-amati segala tingkah langkah mereka; semuanya itu tidak tersembunyi dari pandangan-Ku, dan kesalahan merekapun tidak terlindung di depan mata-Ku.

Setiap hal yang bangsa ini lakukan sangat Tuhan perhatikan, tidak ada satupun yang terluput. Oleh karena itu tidak ada satupun lg yang bisa membela mereka dari tingkah laku mereka yang jahat.

Yeremia 16:20-21
Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah! “Sebab itu, ketahuilah, Aku mau memberitahukan kepada mereka, sekali ini Aku akan memberitahukan kepada mereka kekuasaan-Ku dan keperkasaan-Ku, supaya mereka tahu, bahwa nama-Ku TUHAN.”

Dari Firman Tuhan ini,

  1. Saya mengusahakan kekudusan hidup saya, krn dari sini saya makin mengerti arti kekudusan, arti memisahkan diri dr dunia, punya hidup yang berbeda, karena sejak semula dunia sudah Tuhan rancang buat dihukum, dan Tuhan mau supaya saya yg dikasihiNya tidak termasuk di dalamnya.
  2. Saya makin mengerti klu Tuhan sangat bisa menggantikan saya dari orang pilihan menjadi orang buangan jika saya tidak bisa dengar dan lakukan perjanjian Tuhan dengan saya. Perjanjian untuk lakukan setiap perintahNya. Sama halnya dengan kontrak, ketika salah satu tidak patuh pada kontrak maka pihak lainpun tidak terikat lagi dangan kontrak.
  3. Perbuatan dan cara hidup sayalah yang akan menjadi pembela saya di hadapan Tuhan, sedangkan yang jadi hakimnya adalah Firman Tuhan yang merupakan ukuran hidup seorang yang berkenan di hadapan Tuhan.

Palopo, 16-06-2020

Yeremia 15

Yeremia 15

Yeremia 15:15-18
Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau! Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. Tidak pernah aku duduk beria-ria dalam pertemuan orang-orang yang bersenda gurau; karena tekanan tangan-Mu aku duduk sendirian, sebab Engkau telah memenuhi aku dengan geram. Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai.

Ini adalah ungkapan hati dan perasaan Yeremia kepada Tuhan melihat kondisi dan kedudukannya di tengah-tengah bangsa ini dan Tuhan. Dan benar saja, sayapun merasakan apa yang Yeremia ini rasakan seperti “maju kena, mundur kena”.
Karena ia tetap membela bangsa ini meski Tuhan sudah meminta ia supaya tidak mendoakan mereka lagi, akhirnya Tuhanpun memperingatkan dia dengan apa yg akan terjadi padanya, supaya jangan berbantah lagi dengan Tuhan.

Dari Firman Tuhan ini;

  1. Saya mau lebih obey lagi dengan kehendak Tuhan, bukannya ngeyel dengan apa yang saya minta/mau dalam doa saya, karena bisa jadi apa yang saya doakan bukan untuk memuliakan nama Tuhan tapi hanya buat keuntungan saya sendiri, termasuk perkara kerjaan, pasangan hidup, rencana masa depan saya, dll.
  2. Mau terus dibentuk oleh tekanan tangan Tuhan lewat setiap hal yang terjadi dalam hidup saya, percaya klu itu semua dikerjakan untuk mendatangkan yang baik buat saya dan datangnya dari Tuhan.
  3. Punya hidup yang konsisten di pihak Tuhan, agar saya punya kharisma yang bisa menyerukan nama Tuhan buat orang sekitar saya.

Palopo, 15-06-2020
Have a new normal life??

Yeremia 14

Yeremia 14:4 & 22
Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka.
Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Masa kekeringan mendatangi bangsa Yehuda karena mereka menolak Firman Tuhan yang disampaikan lewat Yeremia, mereka meninggalkan Tuhan yg memerdekakan mereka dr tanah perbudakan di Mesir.
“Maka Aku (Tuhan) mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.”
Tuhan memulainya dengan menghentikan hujan (berkat) sampai ladang (pekerjaan) mereka kering (mati) yg akhirnya akan membuat mereka kelaparan dan berperang demi bertahan hidup.

Yeremia 14:10
Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: “Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka.”

Sebenarnya Tuhan sudah tidak berkenan lagi atas mereka, udah muak, sampai-sampai Tuhan bilang yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!. Alias udah nggak mau ngurus lagi. Suka-suka kalian.
Tapi di ayat ini Tuhan malah mau tetap kasih hati kpd bangsa yg bebal ini lewat mengingat/memperhatikan setiap kesalahan mereka dan mau kasih effort buat menghukum kesalahan itu satu persatu.

Dari Firman Tuhan ini ;

  1. Saya tidak mau jauh dari Tuhan, saya mau terus hidup di dalam Tuhan krn Tuhanlah sumber air kehidupan saya, tanpa Dia, saya akan jadi kering. Jangankan untuk hidup jadi pekerja yang baik, ladang yang saya mau kerjakanpun tidak akan ada jika pengairannya tidak ada.
  2. Jika saya pekerja ladang, maka Tuhanlah pemilik ladang dan yang punya kuasa atas hujan dan pintu drainase. Dalam menginjili orangpun, hujanlah (Firman Tuhan) yg akan menentukan bibit itu bisa tumbuh dengan baik atau tidak, bukan bergantung pada saya.
  3. Saya mau belajar menerima segala didikan/cambukan Tuhan karena itu bukti klu Tuhan masih peduli dan mengasihi saya, Tuhan masih belum menyerah kepada saya.

Palopo, 14-06-2020

Yeremia 13

Yeremia 13:4&7
“Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!”….Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apapun.

Jangankan ikat pinggang, rumah yang tidak ditinggali sama pemiliknya pasti akan lebih cepat rusak dari pada yang ditinggali, dan ketika tidak ditinggali maka bukan rumah namanya. Begitulah relasi yang Tuhan mau agar bangsa Israel dan saya bangun hari ini. Relasi seorang yang bergantung pada Tuhan.

Yeremia 13:15-16
Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman. Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

Tuhan emang sabar banget melihat bagaimana manusia termasuk saya, setiap Firman yang datang itulah buktinya, semuanya berisi peringatan buat saya agar tidak tinggi hati dan tersandung krn itu. Apa yang saya lakukan akan berakibat kepada diri saya sendiri, dan karena Tuhan mengasihi saya makanya Ia terus memperingatkan saya agar saya tidak terluka krn perbuatan dan sikap saya yg bodoh itu.

Yeremia 13:23
Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?

Ala bisa karna terbiasa, jangan nggak bisa karena nggak mau mulai membiasakan.
Sama halnya kyk pola bangun siang selama masa pandemi akan buat saya susah mengembalikan kebiasaan bangun seperti semula saat kondisi normal. Makanya saya harus cut dan mulai membiasakan jadwal tidur dan bangun yang normal lg secepatnya.

Dari Firman Tuhan ini saya;

  1. Tidak mau terpisah dari Tuhan seperti halnya ikat pinggang yang tadi menjadi lapuk dan tak berguna, saya mau terus melekat sama Tuhan karena hanya di dalam Tuhanlah hidup saya bisa berubah dan jadi akan terbiasa melakukan perbuatan-perbuatan baik.
  2. Mau melawan dan jijik terhadap dosa kesombongan saya yang bisa membuat Tuhan murka atas saya karena apa yang saya miliki semuanya hanya talenta yang Ia percayakan untuk saya pertanggungjawabkan kembali.
  3. Membiasakan perbuatan benar dan baik bukan sebaliknya, karena Tuhan merancang saya untuk terbiasa melakukan apa yang sering saya lakukan.

Palopo, 13-06-2020

Yeremia 12

Yeremia 12:1-2
Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka.

Yeremiapun sampai gusar melihat bagaimana kesabaran Tuhan terhadap bangsa Israel yang sudah jelas-jelas tidak mendengar ini, makin terlihat tidak adil. Tuhan tetap membiarkan mereka tumbuh sampai berbuah seperti layaknya orang yang diberkati.

Yeremia 12:5
“Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan?

Tapi di balik pertumbuhan dan kebaikan yang ada di dalam bangsa ini, Yeremia bisa merasakan klu ditengah2 mereka, ia tidak mendapatkan damai karena ia bisa melihat kemunafikan dari semua orang yang ada dalam bangsa ini. Bermuka dua di hadapan Tuhan. Di luar mereka berbuat jahat, tapi tetap bisa memuji Tuhan di dalam rumah Tuhan.

Yeremia 12:8
Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya.

Yang awalnya jinak seperti kucing peliharaan yang dikasih makan setiap hari sekarang berubah jadi seekor singa yang mengancam nyawa pemiliknya.
Begitulah perbuatan bangsa Israel di mata Tuhan sehingga Tuhan yang adalah kasih jadi berbalik membenci.

Yeremia 12:13
Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala.”

Parahnya apa yang sudah Tuhan perbuat pada mereka sebagai konsekuensi terhadap pelanggaran mereka ternyata masih tidak bisa membuat mereka sadar klu mereka sedang ada masalah dengan Tuhan. Parah banget yah.

Dari Firman Tuhan ini saya;

  1. Mau punya hidup yang real di hadapan Tuhan karena Tuhan membenci saya yang jadi munafik, bisa memuji Tuhan setiap hari Minggu tapi di hari lainnya saya hidup sesuka saya. Jangan sampai ada orang lain yang melihat hidup saya sama seperti Yeremia melihat bangsa Israel, mereka merasa tidak adil dengan apa yang saya terima dari Tuhan padahal hidup saya tidak memberikan contohan hidup seorang yang layak diberkati Tuhan.
  2. Harus lebih sensitif lihat hidup saya, apakah saat ini saya sedang menuai yang baik atau yang tidak baik sebagai akibat pelanggaran yang saya lakukan kepada Tuhan. Jika tidak baik, saya harus kembali lagi ke Tuhan, dan memohon belas kasihNya.

Palopo, 12-06-2020

Yeremia 11

Yeremia 11:17
TUHAN semesta alam, yang telah membuat engkau tumbuh, telah menentukan malapetaka atasmu karena kejahatan yang telah dilakukan oleh kaum Israel dan kaum Yehuda untuk menimbulkan sakit hati-Ku dengan membakar korban kepada Baal.”

Tuhan memang sudah menjadikan bangsa Israel sebagai buah hatiNya, buktinya meskipun mereka sering berpaling dari Tuhan, Tuhan tetap bersabar kepada mereka, Tuhan terus-terusan memperingatkan mereka akan kesalahan yang mereka perbuat sejak zaman nenek moyang mereka yg keluar dr tanah Mesir sampai kepada keturunan yg sekarang.
Tapi karena sikap hidup mereka dan kebebalan/kedegilan hati mereka sehingga Tuhan “dengan sangat terpaksa” memperingatkan mereka dengan lebih keras yaitu lewat malapetaka.

Yeremia 11:20
Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang orang-orang Anatot yang ingin mencabut nyawaku dengan mengatakan: “Janganlah bernubuat demi nama TUHAN, supaya jangan engkau mati oleh tangan kami!”

Yeremia sadar klu Tuhan selalu menyertai dia dan hanya Dialah yang berhak membalaskan setiap rancangan buruk yang dibuat orang lain kepadanya. Karena ia sadar hanya Tuhan yang adil dan bisa membalas tanpa buat salah lg.

Dari saat teduh ini saya :

  1. Belajar dari pengalaman bangsa Israel yang dengan kedegilan hati mereka memaksa Tuhan untuk mendatangkan malapetaka atas mereka, hari ini saya harus belajar lebih lagi untuk melembutkan hati saya di hadapan Firman Tuhan sehingga mau dibentuk dan ikuti apa yang Tuhan mau.
  2. Mau menyerahkan setiap perkara saya dengan orang lain ke dalam tangan Tuhan yaitu dengan mau melakukan bagian saya untuk mengampuni orang lain dan berinisiatif membereskan masalah saya jika itu bergantung pada saya.

Palopo, 11-06-2020