Ezra 2

Ezra 2:1-2
Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:

Ezra 2:36
Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;

Ezra 2:40-43
Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang. Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot;

Ezra 2:64-65
Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang, selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan.

42.360 orang + 7330 orang bukanlah jumlah yang sedikit. Sebuah bangsa pasti akan mengalami kerugian besar jika harus melepaskan sejumlah besar budak tersebut. Tapi itu semua bisa terjadi karena Tuhan yang bekerja menggerakkan hati raja Koresh.

Dilain pihak orang-orang yang Tuhan gerakkan keluar dari pembuangan adalah orang-orang yang Ia pilih sendiri dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk kembali membangun rumah Tuhan dan bangsa Israel, ada Imam, orang lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Jika Tuhan sudah menggerakkan hati seseorang, maka segala sesuatu akan terjadi bahkan hal-hal diluar akal pikiran/hitung-hitungan manusia. Begitupun saya harusnya lebih fokus melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk saya lakukan daripada hitung-hitungan saya sendiri.
  2. Tuhan memilih setiap orang termasuk saya dan kamu hari ini bukan kebetulan tapi untuk menjalankan rancanganNya. Harusnya iu menjadi privilege buat saya untuk lebih semangat dan lakukan lebih lg.
  3. Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Ayub 42:2

Makassar, 03-01-2020
Have a nice day🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *