Nehemia 6

Nehemia 6:1-2
Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya, maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: “Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!” Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.

Makin jauh progress penyelesaian tembok Yerusalem, bukannya makin mulus proses yang harus Nehemia jalani, justru malah makin intens ancaman yang ia alami dari orang-orang yang tidak senang akan apa yang dia lakukan.

Nehemia 6:9
Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: “Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan.” Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.

Saat orang terancam nyawanya pasti ia akan mulai berhati-hati dan akan menggunakan sebagian besar fokusnya untuk mencari cara melindungi nyawanya, tapi berbeda dengan respon yang Nehemia berikan, bukannya berhati-hati ia malah makin tancap gas dalam menyelesaikan pekerjaanya membangun tembok Yerusalem.

Kok bisa??

Nehemia 6:13
Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.

Karena sejak awal Nehemia sudah tau apa yang ia lakukan/kerjakan dan apa yang menantinya di titik finish. Iapun tau klu ia menjadi takut dan berhenti melakukan apa yang Tuhan mau maka itu akan diperhitungkan sebagai sebuah dosa.

Nehemia 6:15-16
Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.

Dari saat teduh ini saya belajar bahwa :

  1. Tidak mudah menjadi seseorang yang berkharakter seperti Nehemia, ia sangat faithfull dengan apa yang Tuhan sedang proses/kerjakan dalam hidupnya. Itulah sebabnya saat ada masalah bukan membuatnya takut/down tapi justru malah semakin bersemangat untuk lakukan lebih lagi. Sayapun mau diproses sampai punya kharakter seperti itu.
  2. Saat saya bisa mengerti tujuan saya melakukan sesuatu dan bisa membuat perencanaan dengan matang, hambatan/rasa khawatir harusnya tidak membuat saya berhenti, tapi tetap lakukan meskipun harus menyangkal diri beberapa kali lipat lg.
  3. Saat saya tatap bs lakukan bagian saya meskipun sulit, saat itulah orang lain justru akan sadar bahwa ada kekuatan diluar dr diri saya yang memampukan saya hingga bisa malakukan yg menurut mereka mustahil, itulah moment yg bisa menarik perhatian orang pada Tuhan.

Palopo, 17-01-2020
Have a good night🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *