Ezra 6

Ezra 6:1-2
Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan. Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: “Piagam:

Kelanjutan dari bacaan kemarin dimana pembangunan Rumah Allah kembali dilanjutkan pada zaman raja Darius. Tapi bedanya tidak seperti raja Koresh yang karena Tuhan menggerakkan hatinya sehingga muncul inisiatif untuk mengeluarkan perintah untuk membangun kembali. Untuk raja Darius iya harus melakukan penyelidikan terlebih dahulu terhadap dokumen peninggalan raja Koresh.

Beruntungnya bahwa perintah yang dikeluarkan raja Koresh ini ditulis dan dibuatkan dalam sebuah piagam, tidak kebayang klu hanya berupa perintah saja sera lisan, sudah barang tentu raja Darius akan susah diyakinkan untuk menyetujui kelanjutan pembangunan Rumah Allah itu.

Sama halnya dengan perintah Tuhan, bersyukur banget saat ini ada Alkitab yang berisi tulisan tentang Firman Tuhan, yaitu sesuatu yang lebih penting dari piagam seorang raja dunia yang memerintahkan sebuah tindakan. Firman Tuhan yang tertulis ini berisi tentang cara hidup yang pencipta saya inginkan untuk saya lakukan setiap saat.

Ezra 6:6-7 & 11
“Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. … Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu.

Respon yang Darius berikan sangat luar biasa, ia begitu percaya dengan piagam itu dan dengan kerendahan hati mau melanjutkan perintah raja yang sebelumnya, padahal dengan kapasitasnya iya sangat bisa menghapus perintah itu dan menerbitkan perintah yang baru sesuai keinginannya. Bahkan ia lebih radikal lagi melihat bagaimana pentingnya pembangunan Rumah Allah ini disamping kepentingan rakyatnya dengan menjatuhkan sanksi yang keras bagi mereka yang tidak bersumbangsi dalam pembangunan tersebut.

Dari saat teduh saya malam ini sya belajar :

  1. Bersyukur, bahwa perintah Tuhan dituliskan dalam sebuah Alkitab yang bisa saya baca. Karena klu harus menunggu Tuhan yabg berbicara sendiri, sudah barang tentu saya mati. Kej 32:30.
  2. Menyelidiki kembali Piagam Tuhan/Firman Tuhan setiap hari karena hal itulah yang bisa memantabkan hati saya untuk lakukan yang benar sesuai yang Tuhan mau, bukan apa yang saya mau meskipun saya bisa melakukannya.
  3. Untuk mencatat setiap relasi yang saya bangun dengan Tuhan dalam sebuah catatan saat teduh, karena dngan melakukan itu, saya bisa selidiki kembali dikemudian hari, atau mungkin juga bisa diselidiki oleh orang lain. Hal itu untuk semakin meyakinkan saya akan kehendak dan rencana Tuhan dalam setiap hal yang saya alami baik sekarang maupun diesok hari.

Palopo, 07-01-2020
Have a good time to write our experience with God
Good night😁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *