Ezra 7

Ezra 7:6-7
Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia. Juga berangkat pulang ke Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang dan budak di bait Allah pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta.

Tibalah saatnya rombongan kedua dari bangsa Israel berangkat kembali ke Yerusalem dari pembuangan. Rombongan ini dipimpin oleh imam Ezra yang merupakan keturunan dari Imam Harun, sesuai namanya ia adalah seorang ahli kitab Taurat Tuhan. Raja sangat percaya dengan Ezra karena Tuhan melindungi Ezra, hal itu karena
Ezra 7:10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Sejak semula Imam Ezra sudah bertekad/devoted untuk meneliti/suka dengan Firman Tuhan.

Ezra 7:14
Oleh karena engkau disuruh raja serta ketujuh orang penasihatnya untuk mengadakan penyelidikan mengenai Yehuda dan Yerusalem dengan berpedoman kepada hukum Allahmu yang menjadi peganganmu,

Bukan hanya untuk membawa rombongan kedua dari bangsa Israel masuk kembali ke Yerusalem, ia juga diminta oleh raja untuk menyelidik/menguji apakah bangsa Israel yang terlebih dahulu kembali sudah melakukan sesuai dengan Firman Tuhan yang Ezra kuasai.

Ezra 7:23
Segala sesuatu yang berdasarkan perintah Allah semesta langit, harus dilaksanakan dengan tekun untuk keperluan rumah Allah semesta langit, supaya jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka.

Bukan hanya sampai rumah Allah dibangun kembali, tapi tentang hal-hal setelahnyapun raja sudah memerintahkan semua bendahara di sebrng sungai Efrat untuk mempersiapkan keperluannya dengan tekun.

Ezra 7:25
Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Allahmu yang menjadi peganganmu, supaya mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yakni semua orang yang mengetahui hukum Allahmu; dan orang yang belum mengetahuinya haruslah kauajar.

Bukan hanya menyelidiki hidup bangsa Israel setelah balik ke Yerusalem, Ezrapun diperintahkan untuk memilih hakim buat bangsa itu, bahkan sampai mengajarkan tentang hukum Allah bagi seluruh orang yang hidup di daerah tersebut.

Dari sata teduh ini saya belajar :

  1. Untuk punya hati seperti Ezra yang sejak malam ini mau bertekad untuk menyukai Firman Tuhan, menyelidikinya setiap hari dan manjadikannya cermin saat saya melakukan pekerjaan saya seharian.
  2. Untuk membedah hidup saya setiap hari apalah sudah malakukan yang seharusnya sebagai seorang murid, bukan dengan pisau pandangan orang lain tapi dengan pisau Firman Tuhan.
  3. Belajar bertekun setiap hari untuk mengisi dan merawat hidup saya dengan kebenaran, selalu mengisihi hidup saya dengan hal-hal yang membangun iman saya kepada Tuhan, mulai dari pikiran saya yang harus senantiasa positif akan karya Tuhan dlam hidup saya, tidak selffocus tp selalu menyangkal diri untuk mangasihi orang sekitar saya mulai dari hal-hal kecil, misal menyapa, tanya kabar, dll. Dan juga dengan berusaha mengajarkan tentang takut akan Tuhan kepada orang disekitar saya.

Palopo, 08-01-2020
Good night🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *