Ezra 10

Ezra 10:1-3
Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: “Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel. Marilah kita sekarang mengikat perjanjian dengan Allah kita, bahwa kita akan mengusir semua perempuan itu dengan anak-anak yang dilahirkan mereka, menurut nasihat tuan dan orang-orang yang gemetar karena perintah Allah kita. Dan biarlah orang bertindak menurut hukum Taurat.

Saat Ezra menyadari dosa yang dilakukan oleh bangsanya ia begitu hancur hati dan sangat ketakutan akan murka Tuhan, mungkin juga sebagai seorang imam ia merasa gagal melakukan tugasnya layaknya seorang imam yang menjaga bangsanya untuk melakukan yang benar dimata Tuhan.

Dalam kondisi perasaan yang tidak karuan itu, sangat mungkin buat Ezra merasa bersalah dan merasa klu semuanya adalah beban dia. Saat itulah orang-orang Israel yang lain justru datang menyertai Ezra dan mau sama-sama melakukan pertobatan mereka.

Ezra 10:4
Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!”

Secara bersama-sama mereka mengencourage Ezra sebagai imam untuk mau memimpin mereka kembali melakukan hukum Tuhan dan berbalik dari ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan.

Ezra 10:10-11
Maka bangkitlah imam Ezra, lalu berkata kepada mereka: “Kamu telah melakukan perbuatan tidak setia, karena kamu memperisteri perempuan asing dan dengan demikian menambah kesalahan orang Israel. Tetapi sekarang mengakulah di hadapan TUHAN, Allah nenek moyangmu, dan lakukanlah apa yang berkenan kepada-Nya dan pisahkanlah dirimu dari penduduk negeri dan perempuan-perempuan asing itu!”

Ezra kembali mau membimbing bangsa Israel, dengan pertama-tama mengajak mereka untuk tendah hati mengaku dosa, baru setalah itu melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang sesuai dengan Firman Tuhan. (Pertobatan)

Ezra 10:13-14
Tetapi orang-orang ini besar jumlahnya dan sekarang musim hujan, sehingga orang tidak sanggup lagi berdiri di luar. Lagipula pekerjaan itu bukan perkara sehari dua hari, karena dalam hal itu kami telah banyak melakukan pelanggaran. Biarlah pemimpin-pemimpin kami bertindak mewakili jemaah seluruhnya, maka setiap orang di kota-kota kami yang memperisteri perempuan asing harus datang menghadap pada waktu-waktu tertentu, dan bersama-sama mereka para tua-tua dan para hakim di tiap-tiap kota, sampai murka Allah kami yang bernyala-nyala karena perkara ini dijauhkan dari kami.”

Melihat jumlah orang yang berlaku tidak setia kepada Tuhan itu sangat banyak, maka memang bukanlah perkara yang singkat untuk melakukan pertobatan mereka semua, butuh waktu. Meskipun demikian mereka tetap mau untuk berkomitmen untuk melakukannya yang dimulai dari pemimpin2 mereka sebagai contoh untuk yang lain.

Ezra 10:17
dan mereka menyelesaikan segala urusan mengenai orang yang memperisteri perempuan asing itu pada hari pertama bulan pertama.

Meskipun kelihatannya butuh waktu, tapi ternyata dengan komitmen mereka, mereka bisa kok melakukan dan menyelesaikan perkara pertobatan mereka di bulan pertama. Terlihat bagaimana mereka benar-benar menganggap serius perobatan karena takut akan Tuhan.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Pentingnya saya mengencourage dan di encourage oleh orang lain untuk lakukan setiap pertobatan saya setiap hari, dari sinilah saya merasa sangat membutuhkan yang namanya komunitas yang punya semangat dan standar yang sama untuk berjuang lakukan pertobatan.
  2. Pertobatan saya harus saya lakukan dengan pertama-tama mengakui dosa-dosa saya dan menyesali itu, tanpa itu saya tidak akan bisa memiliki dorongan yang kuat untuk bertobat krn saya akan merasa baik-baik saja dengan dosa-dosa saya, dan tanpa pengakuan kepada orang kain, tidak akan ada yang bisa bantu saya untuk mengencourage dan menasihati saya dalam melakukan step by step pertobatan saya.
  3. Kadang saya merasa ada hal-hal yang sangat susah untuk saya rubah karena udah mendara daging atau bahkan udah terlalu banyak, bukan tidak bisa hanya memang butuh waktu, tapi bukan juga menjadi alasan buat saya untuk berlama-lama dizona itu. Saat sya bisa menyadari pentingnya pertobatan atas dosa-dosa saya, harusnya membuat saya punya komitmen untuk serius dan tidak menunda setiap hal yang bisa saya lakukan untuk merealisasikan itu.
  4. Pertobatan itu tidak selesai saat saya menyesal dan merasa takut akan murka Tuhan, tapi saya harus melakukan sesuatu/action untuk memisahkan diri dari dosa-dosa saya.

Secara keseluruhan kitab Ezra ini mengajarkan saya tentang kasih kemurahan dan penyertaan Tuhan selalu tersedia bagi siapapun yang mau tetap berkomitmen/bertekat untuk mengasihi/menyukai Firman Tuhan.

Palopo, 11-01-2020
Hev a good night

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *