Nehemia 1

Nehemia 1:3
Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.”

Berbeda dengan Ezra yg bersama-sama dengan orang-orang Israel yg dr pembuangan, Nehemia menyertai bangsa Israel yang lolos dari penawanan dan masih tinggal di Yerusalem. Tapi keduanya dipakai Tuhan untuk memulihkan kembali bangsa Israel.

Nehemia 1:4
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Tidak jauh berbeda dengan Ezra, Nehemiapun memiliki hati yang besar buat orang lain, ia begitu peduli dengan apa yang terjadi dengan bangsanya dan mau ambil action untuk meminta pengampunan atas dosa-dosa yang membuat Tuhan murka pada bangsanya ini.

Nehemia 1:8-9
Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa. Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.

Nehemia sadar akan apa yang dialami bangsanya merupakan konsekwensi dari dosa mereka sendiri yang tidak berlaku setia kepada Tuhan dan perintahNya. Tapi lewat itupulalah Nehemia berusaha membujuk Tuhan lewat doa dan berpuasa untuk melakukan sebaliknya dari apa yang Tuhan janjikan.

Janji ini jugalah yang memberi saya pengharapan untuk tetap setia sama Tuhan, krn dimanapun saya berada saat ini mau diujung langit sekalipun, Tuhan tetap memegang kendali untuk membuat nama Tuhan diam disni.

Nehemia 1:11
Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja.

Ini adalah doa yang Nehemia mohonkan ke Tuhan sebelum ia masuk menghadap raja untuk membicarakan tentang nasib bangsa Israel yang masih tinggal di Yerusalem.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Untuk tidak egois dan peduli dengan keadaan orang lain, termasuk dosa-dosa yang mereka lakukan.
  2. Melihat Tuhan yang setia akan setiap Firman yang ia ucapkan, termasuk reward dan punishment yang ia janjikan kepada setiap orang termasuk saya yang mau setia atau tidak setia melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Tiada yang mustahil buat Tuhan, ia sangat bisa mengatur setiap inci hidup saya sesuai apa yang Ia kehendaki, termasuk kapan dan dimana saya akan Ia pakai agar orang lain bisa mengenal Tuhan.
  3. Semakin bergantung kepada Tuhan lewat doa dan berpuasa sebelum melakukan sesuatu/mengambil keputusan/membicarakan sesuatu karena hanya Tuhanlah yang mampu menggerakkan/memalingkan hati orang-orang disekitar saya sehingga bisa membuat rencana saya berhasil.

Palopo, 12-01-2020
Happy sunday🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *