Nehemia 2

Nehemia 2:1-2
Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, bertanyalah ia kepadaku: “Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati.” Lalu aku menjadi sangat takut.

Nehemia adalah seorang yang memiliki jabatan tinggi di rumah raja Artasasta, yaitu sebagai juru miniman raja, orang yang sangat dipercaya oleh raja, karena tidak mungkin raja mempercayakan apa yang ia akan minum kepada seseorang yang menurut raja tidak berkompeten dan tidak bisa dipercaya.

Terlihat lagi di ayat 6
Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: “Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?” Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.

Terlihat bagaimana raja sangat sayang untuk melepaskan orang kepercayaannya ini berangkat ketempat lain sampai harus di make sure/dipastikan kapan pulangnya. Raja sangat mengasihi Nehemia

Nehemia 2:7-8
Berkatalah aku kepada raja: “Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.” Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena TANGAN ALLAHKU YANG MURAH MELINDUNGI AKU.

Nehemia 2:17-18
Berkatalah aku kepada mereka: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Ketika kuberitahukan kepada mereka, BETAPA MURAHNYA TANGAN ALLAHKU YANG MELINDUNGI AKU dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.

Nehemia adalah seorang yang sangat humble hatinya dihadapan Tuhan, bagaimana ia begitu dekat dngan Tuhan dan tau bahwa setiap hal yang terjadi dihadapan dia bukan karena apa yang ia perbuat tapi hanya karena Tangan Tuhan yang selalu ada untuk dia dan melindungi setiap langkahnya.

Nehemia 2:19
Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: “Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?”

Dari saat teduh saya malam ini saya belajar :

  1. Punya hati yang semakin humble dihadapan Tuhan dan orang lain, sama seperti di Yohanes 3:30, semua yang terjadi ditengah hidup saya bukan krn saya yang kerjakan semua itu, itu semua hanya karena tangan Tuhan yang selalu ada melindungi hidup saya, bahkan ketika saya sedang tertidur sekalipun ia tetap terjaga untuk menjaga saya.
  2. Belajar untuk bisa jadi orang yang dapat dipercaya oleh orang lain seperti Nehemia, punya pola kerja yang baik dan selalu melakukan yang terbaik dalam pekerjaan yang Tuhan titipkan untuk saya usahakan. Setia dalam perkara yang sedang dipercayakan kepada saya.
  3. Akan ada saat-saat dimana keadaan atau orang disekitar saya mulai membuat saya ragu dan goyah akan hal benar yang saya mau lakukan, memang benar hal itu bisa menjatuhkan saya, tapi satu hal lain yang saya harus imani ialah bahwa Tuhan sangat bisa membuat saya berhasil dengan TanganNya yg perkasa.

Palopo, 13-01-2020
😁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *