Yesaya 38 – Hidup yang menggerakkan hati Tuhan

Yesaya 38:1
Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

Gimana rasanya yah lagi sakit trus tiba-tiba ada orang lain yg bilang klu bentar lagi saya akan mati, mungkin akan terdengar bercanda aja klu yg ucapin itu seorang teman saya, tapi bagaimana klu yg ngucapin itu adalah seorang dokter? Saya akan lebih percaya akan diagnosa itu dan mulai merasa khawatir. Nah yg mengatakan ini ke Hizkia adalah seorang nabi yg ucapannya pasti 100% akan kejadian, pasti lebih gawat lagi. Udah nggak ada peluang salah diagnosa dan tidak ada lg mukjizat kesembuhan, udah divonis mati.

Yesaya 38:2-3
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

Inilah respon yg dilakukan Hizkia, ia tidak give up gt aja, tidak pasrah akan vonis itu, ia mau tetap lakukan apa yang ia percayai dengan datang meminta kepada Tuhan. Ia datang dengan hati dan perasaan yang benar-benar hancur. Ia berusaha membujuk Tuhan bukan dengan kata-kata saja tapi manbujuknya dengan sikap hidup dia yang selama ini setia, tulus hati, dan baik dimata Tuhan.

Yesaya 38:4-6
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini.

Wow, luar biasa yah bagaimana jawaban Tuhan akan doa Hizkia, bukan hanya membataljan vonis matinya dalam waktu setahun kedapan, Tuhan malah memberikan 15 tahun lg (Tuhan yg menjamin itu), dan juga perlindungan bangsanya dari penjajah yaitu Asyur.

Things to do:

  1. Apapun vonis/keadaan yang saya hadapi, respon pertama saya harus datang meminta kepada Tuhan dengan sikap yang merendahkan diri sepenuhnya, bukan berusaha mencari solusi sendiri.
  2. Selalu berusaha untuk hidup di hadapan Tuhan dengan setia dan dengan tulus hati serta selalu berusaha melakukan apa yang baik di mata Tuhan, bukan mata manusia. Karena hanya itulah satu-satunya nilai tawar yang bisa mengubah keputusan Tuhan akan hidup saya. Rancangan Tuhanpun bisa dirubah dengan sya lakukan apa yang Tuhan suka.

Doa :
Terima kasih Tuhan engkau telah membukakan satu contohan iman yang luar biasa dari seorang Hizkia, yang bisa menyentuh hatiMu dengan hidupnya yang benar dimataMu. Ajari, tuntun, tegur saya juga untuk bisa terus datang kepadaMu setiap saat sambil menjaga nilai tawar saya yakni hidup yang setia dan tulus hati.
Didalam namaMu yg penuh kuasa, Tuhan Yesus, Amin.

Makassar-Palopo, 01-03-2020
Welcome March 🙏🏻 always be with me, God

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *