Roma 3 – Kasih Karunia yang menuntun/menuntut pertobatan

Roma 3:1-8

Surat Paulus kepada jemaat diRoma ini begitu terstruktur dan jujur pada bagian awal ini sangat susah untuk saya pahami sehingga saya mengulang membacanya sampai 3 kali baru saya bisa mengerti karena ayat ini mengingatkan saya pada 2 Korintus 12:9 bahwa “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
Tapi bukan karena mengandalkan kasih karunia Tuhan lantas membuat saya bermain-main dengan dosa karena seperti dibacaan saya kemarin yang mengajarkan tentang kemurahan Tuhan yang sebenarnya menuntut saya untuk lakukan pertobatan bukan untuk semakin menikmati dosa saya.

Jadi pada dasarnya tidak ada yg namanya kasih karunia yang tak terbatas sehingga saya bebas untuk lakukan apa yang saya mau, toh pada akhirnya Tuhan tetap ngampunin saya. Jadi berbeda antara orang yang jatuh dosa kemudian ingin bangkit dengan bertobat, dengan orang yang sudah jatuh tp tidak mau bangkit alias enjoy nikmati dosa/kelemahannya ini.

Roma 3:9-10
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.

Setelah tahu akan kuasa kasih karunia ini, Paulus kemudian menjelaskan sebenarnya siapa sih yang paling perlu akan kasih Karunia Tuhan ini! Orang Yahudi sajakah atau orang Yunani, atau saya.
Jawabanya ialah kita semua ini sama, apapun latar belakang saya dan kamu, kita ini aejak awal ada dibawah kuasa dosa, tidak ada satupun yang dapat membenarkan diri dihadapan Tuhan. Alias saya udah rusak dari awal, tidak ada satupun yang dapat saya perbuat yg membuat saya kembali utuh dihadapan Tuhan selain dari mengandalkan kasih karunia Tuhan itu.

Roma 3:23-25
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.

Selanjutnya Paulus menjelaskan Kasih Karunia yang bagaimanakah yang bisa mengubahkan saya dimata Tuhan?
Kasih Karunia lewat iman percaya kepada Yesus Kristus yang karena darahNya memulihkan/mendamaikan hubungan saya dengan Bapa disorga yang selama ini jadi seteru saya karena dosa yang saya punya sejak saya ada dunia ini.

Jadi yang saya harus lakukan adalah:

  1. Sadar diri klu pada dasarnya saya ini adalah orang berdosa dan tidak ada satupun yang dapat saya lakukan sendiri yang mampu mengubah keadaan saya itu. Sangat susah membersihkan lantai yang kotor dengan menggunakan sapu kotor.
  2. Dengan kerendahan hati mau datang menghampiri kasih karunia Tuhan yang bisa memulihkan saya itu. Yaitu dengan membangun iman percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Ia mati untuk saya bisa berbaikan lagi dengan Bapa. Darah Tuhan Yesus membersihkan dosa saya yang menjadi penghalang saya datang kepada Tuhan, begitu juga sebalikanya penghalang Tuhan datang kepada saya.
  3. Tidak menyia-nyiakan kasih karunia itu dengan tetap menikmati kelemahan saya, tapi mau bangkit dan lakukan pertobatan saya, bertumbuh sesuai dangan yang Tuhan mau. Tidak ada alasan untuk saya tidak bisa lakukan itu. Apalagi jika syaa sensiri percaya klu Kuasa Tuhan itu unstoppable, termasuk kuasa yang mengubahkan hidup saya.

Palopo, 03-04-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *