Ezra 5

Ezra 5:1-2
Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka. Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah.

Setelah di pasal sebelumnya pembangunan Rumah Allah terhenti karena adanya hambatan, dibacaan ini Tuhan memakai orang lain lagi untuk melanjutkan rancangan Tuhan untuk membangun kembali rumah Tuhan yaitu dengan perantaraan nabi Hagai dan Zhakaria.

Melihat bagaimana cara kerja Tuhan yang luar biasa saya jadi semakin mengerti bagaimana Tuhan yang saya sembah bukanlah Tuhan yang diam, tapi Ia selalu memperhatikan setiap hal yang terjadi dalam hidup saya, Tuhan tau kapan waktu terbaik untuk membuat rancanganNya terjadi dalam hidup saya.

Sama seperti kejadian luar biasa yang terjadi hari pertama saya kerja lg, pertama, dapat berita buruk tentang wajib pajak yang meninggal, padahal masih dalam proses pemeriksaan😔, trus yang kedua, pas pulang ke rumah ternyata mendapati rumah habis kemasukan maling🙈.
Tapi dibalik itu saya tetap bisa melihat bagaimana Tuhan tidak tinggal, Tuhan tetap pegang kendali. Bersyukur pemeriksaannya masih bs dijalankan dengan baik dengan beberapa penyesuaian SOP, dan maling yang masuk untuknya tidak mengambil barang-barang yg cukup penting, hanya celengan dan uang cash yg ketinggalan dirumah🙏🏻

Saya makin belajar dan melihat bagaimana Tuhan tidak pernah tinggal diam dengan setiap kejadian yang saya alami, Tuhan bisa memakai banyak orang untuk membuat saya belajar, salah satu hal yang saya bersyukur ialah sikap tenang yang Tuhan tetap berikan meskipun mendpati banyak hal yang tak sesuai rencana sya.

Belajar juga apapun yang sedang saya alami saat ini, yang harus saya lakukan adalah fokus pada apa yang bisa saya syukuri daripada apa yang harus saya complain kepada Tuhan🙏🏻

Palopo, 06-01-2020

Ezra 4

Ezra 4:1-4
Ketika lawan orang Yehuda dan Benyamin mendengar, bahwa orang-orang yang pulang dari pembuangan itu sedang membangun bait suci bagi TUHAN, Allah Israel, maka mereka mendekati Zerubabel serta para kepala kaum keluarga dan berkata kepada mereka: “Biarlah kami turut membangun bersama-sama dengan kamu, karena kamipun berbakti kepada Allahmu sama seperti kamu; lagipula kami selalu mempersembahkan korban kepada-Nya sejak zaman Esar-Hadon, raja Asyur, yang memindahkan kami ke mari.” Tetapi Zerubabel, Yesua dan para kepala kaum keluarga orang Israel yang lain berkata kepada mereka: “Bukanlah urusan kita bersama, sehingga kamu dan kami membangun rumah bagi Allah kami, karena kami sendirilah yang hendak membangun bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang diperintahkan kepada kami oleh Koresh, raja negeri Persia.” Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun.

Membangun kembali bait suci bukanlah perkara mudah bagi bangsa Israel, apalagi membangunnya ditengah2 orang asing, banyak rintangan dan hambatan yang mereka alami dari orang-orang tersebut.

Begitu juga saya dan kamu hari ini, akan selalu ada hal-hal yang mengganggu saat saya mau membangun rumah Tuhan lagi (hidup saya yang benar), saat saya jatuh dosa akan banyak hal yang berusaha melemahkan semangat saya untuk bangkit dan bertekun lagi mencari Tuhan, rasa berasalah, rasa tidak layak, pandangan orang sekitar, dll. Bahkan ada saatnya kekhawatiran mengambil sebagian besar semangat saya untuk bangkit.

Saat-saat seperti ini yang sangat membantu saya adlah saat saya bisa tetap bersyukur, dengan memflashback kasih Tuhan yang sudah saya alami sampai hari ini. Melihat penyertaan Tuhan membuat saya merasa percaya diri klu Tuhanpun mengingnkan saya untuk bangkit kembali dan lakukan lebih, seperti apa yang Petrus alami.

Makassar, 05-01-2020

Happy sunday
Early is Godly, persiapkan hati untuk belajar mengenal Tuhan hari ini 💪🏻

Ezra 3

Ezra 3

Ezra 3:2-3
Maka mulailah Yesua bin Yozadak beserta saudara-saudaranya, para imam itu, dan Zerubabel bin Sealtiel beserta saudara-saudaranya membangun mezbah Allah Israel untuk mempersembahkan korban bakaran di atasnya, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Taurat Musa, abdi Allah. Mereka mendirikan mezbah itu di tempatnya semula, sungguhpun/walaupun mereka ketakutan terhadap penduduk negeri, lalu mereka mempersembahkan di atasnya korban bakaran kepada TUHAN, korban bakaran waktu pagi dan waktu petang.

Setelah bangsa Israel keluar dari pembuangan dan kembali ke Yerusalem, butuh waktu 7 bulan bagi mereka untuk bisa mulai melakukan perintah Tuhan yg dititahkan lewat raja Persia untuk membangun kembali Rumah Tuhan.

Hal yang mereka bangun terlebih dahulu ialah Mezbah Allah untuk korban bakaran, karena mereka sadar bahwa mereka butuh didamaikan terlebih dahulu dengan Allah mereka baru setelahnya melakukan yang lain.
Walaupun dalam melakukannya bukanlah hal mudah karena ternyata mereka belum diterima baik oleh penduduk yg telah mendiamin Yerusalem selama mereka dipembuangan. Tp meskipun mereka dalam tekanan itu, luar biasanya mereka tetap lakukan pembangunan itu.

Ezra 3:10
Pada waktu dasar bait suci TUHAN diletakkan oleh tukang-tukang bangunan, maka tampillah para imam dengan memakai pakaian jabatan dan membawa nafiri, dan orang-orang Lewi, bani Asaf, dengan membawa ceracap, untuk memuji-muji TUHAN, menurut petunjuk Daud, raja Israel.

Baru pada tahun yang ke 2 mereka ada di Yerusalem, mereka berhasil meletakkan dasar bangunan rumah Allah. Butuh waktu 1,3 bulan sejak mesbah didirikan.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Setiap orang termasuk saya punya proses dan waktu yang berbeda ketika Tuhan pakai, yang perlu saya lakukan adalah taat jalani prosesnya dan terus belajar dan beriman akan hal luar biasa yang Tuhan sedang bentuk dalam diri/hidup saya.
  2. Berdamai dengan Tuhan adalah hal yang utama sebelum saya melakukan yang lain, menjaga kekudusan, punya hubungan personal dengan Tuhan adalah modal utama sebelum saya berusaha membangun hubungan dengan orang lain.
  3. Tetap obey lakukan apa yang bs membuat Tuhan senang, meskipun tidak mendapat respon yang baik dari sekitar saya.

Makassar, 04-01-2020
Happy Saturday morning
N ganbatte kudasai ne💪🏻

Ezra 2

Ezra 2:1-2
Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel:

Ezra 2:36
Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang;

Ezra 2:40-43
Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang. Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot;

Ezra 2:64-65
Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang, selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan.

42.360 orang + 7330 orang bukanlah jumlah yang sedikit. Sebuah bangsa pasti akan mengalami kerugian besar jika harus melepaskan sejumlah besar budak tersebut. Tapi itu semua bisa terjadi karena Tuhan yang bekerja menggerakkan hati raja Koresh.

Dilain pihak orang-orang yang Tuhan gerakkan keluar dari pembuangan adalah orang-orang yang Ia pilih sendiri dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk kembali membangun rumah Tuhan dan bangsa Israel, ada Imam, orang lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Jika Tuhan sudah menggerakkan hati seseorang, maka segala sesuatu akan terjadi bahkan hal-hal diluar akal pikiran/hitung-hitungan manusia. Begitupun saya harusnya lebih fokus melakukan apa yang Tuhan kehendaki untuk saya lakukan daripada hitung-hitungan saya sendiri.
  2. Tuhan memilih setiap orang termasuk saya dan kamu hari ini bukan kebetulan tapi untuk menjalankan rancanganNya. Harusnya iu menjadi privilege buat saya untuk lebih semangat dan lakukan lebih lg.
  3. Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana Tuhan yang gagal. Ayub 42:2

Makassar, 03-01-2020
Have a nice day🙏🏻

Ezra 1

Ezra 1:1-4
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem.”

Pada zaman pemerintahan Zedekia, Yerusalem dikalahkan oleh orang Kasdim dan yang masih hidup diantaranya dibawa ke Babel sebagai buangan, hal itu terjadi karena Zedekia mengeraskan hatinya dihadapan Tuhan dan melakukan yang jahat dimata Tuhan serta rumah Tuhan yang kudus dinajiskan oleh mereka bahkan Firman Tuhanpun sampai dihina oleh mereka sehingga Tuhan memutuskan menghukum mereka dengan keras (tidak ada pemulihan lg)

Baru setelah kerajaan Persia berkuasa atas Babel Tuhan yang mengisi umatNya memenuhi janji yang Ia ucapkan lewat Yeremia untuk memulihkan umat kesayanganNya ini.
Yang luar biasanya Tuhan bukan memakai orang pilihan diantara umatNya untuk membebaskan mereka (seperti Musa) tapi Ia memakai raja persia yang tidak ada hubungannya dengan mereka.

Ezra 1:5
Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

Demikian sebaliknya tidak semua dari orang Israel yang mau melakukan perintah raja Persia ini (karakter bangsa yang berkeras hati), hanya orang-orang yang digerakkan hatinya oleh Tuhan saja yang berangkat pulang ke Yerusalem. Mungkin sebagian dari mereka sudah nyaman dipembuangan.

Dari saat teduh ini saya belajar :

  1. Tuhanlah yang paling bisa menggerakan hati orang, baik saya maupun orang disekitar saya, maka pada Tuhanlah harusnya saya meminta hati yang baru setiap hari yang bisa dengar-dengaran akan suaraNya dan juga buat orang-orang disekitar saya.
  2. Tuhan sangat bisa memakai siapa saja untuk melakukan apa yang Ia mau, jika saya tidak mau patuh, Tuhan bisa memakai orang lain. Begitu juga sebaliknya Tuhan bisa memakai setiap orang untuk menyatakan bahwa Tuhan sangat menasihi saya dan Ia tetap memegang janjiNya yabg luar biasa buat saya.
  3. Selain Tuhan yang penuh kasih, saya diingatkan kembali bagaimana Tuhan juga punya sisi sebagai hakim yang bisa menghukum saya jika saya tidak mau mendengarkan FirmanNya, saat saya mengeraskan hati untuk ikuti apa yang saya mau bukan apa yang Tuhan mau.

Makassar, 02-01-2020

Good morning and semangat 💪🏻
Tuhan itu Setia kok👌🏻

Yohanes 8

Yohanes 8:1-11
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. …Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”…Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”… Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Tidak terasa setahun telah berlalu, dan banyak hal yang sudah saya lewati di tahun 2019, ada banyak sukacita yang Tuhan berikan begitu juga dukacita karena konsekwensi dosa yang saya perbuat selama setahun ini.
Saya percaya tidak ada satupun yang terjadi dalam hidup saya itu “kebetulan”, anything, bahkan Firman Tuhan yang saya baca pagi ini tidak kebetulan berbicara kepeda saya lewat pribadi seorang perempuan yang kedapatan berzinah ini.
Saya sma seperti perempuan ini, selama setahun ini sayapun sering kedapatan melakukan kesalahan dan dosa yang selalu menghakimi saya untuk punya perasaan tidak layak/tidak pantas/ bersalah/give up/mau hidup biasa-biasa aja, membuat saya merasa insecure untuk mencari dan membangun relasi yang lebih lagi dengan Tuhan.

Melihat bagaimana respon Tuhan terhadap perempuan ini membuat saya tertegur, harusnya saya tidak perlu merasa insecure untuk bertemu Tuhan karena Ia sangat mengasihi sya bahkan lebih dari hidupNya sendiri, dan dari sejak semulapun saya memang sudah tidak layak tp kasih Tuhan yang melayakkan saya.

Dan jika alasan karena dosa dan kesalahan yang saya lakukan membuat saya insecure bahwa Tuhan tidak mau lagi membangun relasi dengan saya, untuk apa 2020 tahun yang lalu Tuhan tetap datang kedunia yang sudah penuh dosa ini untuk mencari saya???

I’m so sorry Father, mulai awal tahun ini saya mau ambil komitmen untuk setia mencari Engkau dengan segenap hati dan tidak lagi membiarkan rasa insecure saya menjadi alasan untuk menjauh daripadaMu.

Yohanes 8:12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Masih di awal tahun, masih ada 363 hari yang menanti ditahun ini, ketidaktahuan saya akan apa yang saya akan lewati nanti sedikit banyak membuat saya khawatir, apa yang harus sya capai ditahun yang baru ini?, bagaimana hidup saya ditengah tahun, diakhir tahun nanti? Belum ada bayangan sama sekali apa yang menanti saya didepan.
Ini sama seperti respon saya ketika berada diruangan yang gelap, tidak tau saya dengan siapa diruangan itu, ada apa aja, ketidaktahuan membuat saya takut, itulah sebabnya saya pasti mencari cahaya agar saya bisa tau seisi ruangan itu.

Kita bisa mengenal ciptaan ketika kita menganal penciptanya.
Saat saya yang adalah ciptaan tau dan mengenal apa yang pencipta saya rancangkan buat saya harusnya membuat saya makin memperoleh kepastian akan hidup yang saya jalani, toh Tuhan kok yang pegang kendali, bukan orang atau situasi di sekitar saya.

Bapa, beri saya hikmat dan sebuah hati yang bisa semakin menganal Engkau lewat Rohmu Yang Kudus, karena dengan mengenalMu membuat saya bisa mengenal pribadi saya sendiri yang Engkau ciptakan serupa denganMu dan semakin bisa punya kasih yang sama sepertiMu untuk mengasihi setiap orang yang Engkau hadirkan dalam hidup saya

Happy new year again🎊🙏🏻
Tetap semangat mencari Tuhan
Ubah rasa insecure kita menjadi obor yang membuat kita semakin bergantung sama Tuhan.
Meski hari/bulan/tahun berganti, situasi berganti, keadaan kita berubah, tapi Tuhan kita yang luar biasa masih tetap sama, Ia adalah pribadi yang setia dan tidak akan pernah berubah mengasihi saya dan kamu.

From
Arie Winardi seKeluarga dalam Tuhan🙏🏻
“Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.” (1 Tes 1:2)